Identitas Nana Belum Terungkap

August 12, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Polisi telah memastikan bahwa pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton 17 Juli lalu adalah Danni Dwi Permana, warga Bogor, dan Nana Maulana, warga Pandeglang. Danni menjadi pengebom di Marriott, sedangkan Nana di Ritz-Carlton.

Meski demikian, hingga kemarin, identitas Nana yang sebenarnya belum terungkap. Ita (35), warga Leuwiliang, Bogor, menduga, Nana adalah RB (25), adiknya. Pasalnya, ada kemiripan wajah RB dengan wajah Nana pada sketsa yang dibuat polisi berdasarkan mayat pelaku bom bunuh diri di Ritz-Carlton.

“Mbak Ita yakin, Nana itu RB, adiknya,” ujar Nurhayati, wanita yang dipercaya Ita untuk mencari keberadaan adiknya itu. Ita mengutus Nurhayati karena dia sedang dalam perawatan akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya beberapa waktu lalu.

Kepada wartawan yang menemuinya di sebuah rumah makan di Jalan Raya Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (10/8) malam, Nurhayati menjelaskan soal hilangnya RB. Menurut dia, RB menghilang beberapa hari sebelum aksi bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton.

“Sebenarnya sudah dua tahun hubungan Ita dan RB tidak terlalu bagus. Namun, masih ada komunikasi, meski hanya via telepon. Tapi sejak sebulan sebelum kejadian bom itu, Ita lama sekali tidak pernah bertemu. Di mana RB tinggal, Ita juga tidak tahu. Telepon selulernya pun mati,” katanya.

Nurhayati yang teman baik Ita lalu membantu mencari RB. Nurhayati telah mendatangi sejumlah tempat nongkrong RB dan rekan-rekan RB, baik di Jakarta maupun di Parung, Kabupaten Bogor. Namun, RB tak ditemukan.

Nurhayati juga mengatakan bahwa dia telah menyerahkan potongan rambut Ita kepada petugas RS Polri untuk dilakukan tes DNA, dibandingkan dengan DNA jenazah Nana. Namun, hingga kemarin belum ada kabar dari pihak Polri. (WID)

sumber

Related posts

Di Bawah Ancaman Pistol, Kepala Kurir “Noordin” Ditendangi

August 10, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Keluarga Aris Susanto dan Indra Arif Hermawan mempertanyakan surat penangkapan yang belum diberikan sejak keduanya dibekuk di bengkel sepeda di jalan Kedu-Jumo di Kecamatan Kedu, Jumat (7/8) sore.

Aris (31) dan Indra (24) adalah kakak beradik yang ditangkap karena diduga terkait jaringan terorisme Noordin M Top. Mereka adalah warga Kedu yang diduga menitipkan orang yang diyakini sebagai gembong teroris asal Malaysia itu di rumah paman mereka, Muhdjahri (69) di Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jumat dini hari. Keduanya yang lantas dicap sebagai “kurir” Noordin itu ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror beberapa saat sebelum penggerebekan di rumah Muhdjahri.

Istri Indra, Rustiningrum (24) atau yang akrab disapa Arum, mengatakan, Jumat lalu, dia sendiri sedang berada di bengkel tempat Aris dan Indra bekerja. Saat itu, dia menjadi saksi mata dan melihat polisi dan jajaran tim Densus 88 Antiteror tiba-tiba datang dan membekap suami dan kakak iparnya disertai dengan ancaman pistol. Kedua pria ini pun diikat tangan dan kakinya, dan berkali-kali ditendang kepala dan wajahnya. Setelah itu, keduanya pun dibawa pergi dengan mobil.

Melihat itu, Arum pun seketika menjerit-jerit histeris. “Namun, karena begitu shock, bahkan saya sampai lupa menanyakan, apakah petugas tersebut membawa surat penangkapan atau tidak,” ujarnya.

Belakangan, dia pun baru menyadari bahwa surat penangkapan semestinya diberikan polisi, entah orang yang bersangkutan ditangkap selaku saksi, ataupun pelaku kejahatan. Namun, hingga kini, keluarga juga tidak menerima surat penangkapan atau pemberitahuan dalam bentuk apa pun dari polisi.

Arum pun meyakini suaminya, Indra, tidak bersalah. Sebab, sejauh ini, suaminya tidak memiliki aktivitas yang mencurigakan selain bekerja di bengkel. Kegiatan pengajian atau bertemu dengan teman-temannya hanya dilakukan sesekali waktu saja. “Teman-temannya juga hanya sebatas warga Kabupaten Temanggung,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Indaryati (22), warga Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, istri dari Aris. Menurut dia, suaminya adalah pria yang baik, bertanggung jawab, sangat menyayangi dirinya dan anak-anak.

Indaryati mengatakan, suaminya juga tidak pernah membawa teman-teman dengan wajah serupa Noordin M Top. “Selama ini, wajah Noordin M Top hanya saya lihat sebatas di poster atau baliho yang banyak tersebar di mana-mana,” ujarnya.

Indaryati yang memakai jilbab dan bercadar ini, saat ditemui, membatasi wartawan menanyakan lima pertanyaan saja. Selain itu, dia pun meminta agar setiap perkataannya tidak dipelintir karena, tanpa itu pun, keluarganya sering kali difitnah, disindir, dan dikait-kaitkan dengan kejahatan terorisme.

Utomo (61), ayah Aris dan Indra, berharap agar polisi segera memberikan kejelasan perihal status anaknya. Dia menyesalkan tindakan polisi yang menangkap kedua anaknya tanpa surat penangkapan. “Sampai sekarang, saya tidak tahu di mana anak-anak saya. Saya juga tidak tahu harus berbuat apa,” ungkap Utomo.

sumber

Related posts

Alasan untuk Meragukan Jenazah Itu Noordin

August 10, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Pengamat intelijen, Dinno Cressbon, meragukan jenazah yang berada di dalam ruang forensik Rumah Sakit Polri Dr Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, adalah jenazah gembong teroris kelas kakap Noordin M Top. “Analisa saya meragukan bahwa orang tersebut Noordin (M Top),” kata Dinno saat dihubungi wartawan lewat telepon, Jakarta, Minggu (9/8) sore.

Keraguan tersebut, diakui Dinno, bukanlah tanpa alasan karena, menurutnya, ciri lokasi tempat persembunyian orang yang mengaku Noordin M Top tersebut sangat berbeda dengan lokasi tempat persembunyian Noordin M Top sebelumnya.

“Pertama, lokasi persembunyiannya dikelilingi bukit yang sulit kabur, berbeda dengan 9 lokasi sebelumnya yang dekat dengan akses jalan dan laut. Jarang sekali Noordin mencari lokasi seperti di Temanggung,” ujarnya.

Lantas bagaimana dengan pengakuan orang tersebut yang mengaku sebagai Noordin M Top saat ditanya aparat kepolisian? Dinno menjawab, “Kesaksian orang itu adalah bernama Noordin itu tidak cukup,” katanya.

Tim Polisi Antiteror, Jumat (7/8) malam hingga Sabtu (8/8) pagi, mengepung sebuah rumah yang berada di Dusun Beji, Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yang berakhir dengan tewasnya seorang yang diduga merupakan gembong teroris Noordin M Top.

Dalam pengepungan yang disertai aksi baku tembak tersebut, aparat sempat menanyakan perihal identitas orang yang berada di dalam rumah, yang kemudian disambut dengan teriakan Noordin M Top. Hingga saat ini Mabes Polri belum dapat memastikan jenazah tersebut adalah Noordin M Top.

sumber

Related posts

Intai Teroris, Polisi Beli dan Bongkar Rumah di Jatiasih

August 9, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Polisi menggrebek sebuah rumah di Perumahan Puri Nusapala, Kelurahan Jati Luhur, Kecamatan Jati Asih, Bekasi, Sabtu 8 Agustus 2009 dini hari. Di rumah yang disewa seseorang bernama Fery tersebut ditemukan bom seberat 120 kilogram yang diduga untuk meledakan Istana Negara dan kediaman SBY di Cikeas.

Dua teroris tewas dalam penggerebekan tersebut. Demi mendapatkan para teroris, berbagai upaya dilakukan polisi, termasuk membeli rumah salah seorang warga di perumahan tersebut, tepatnya di Blok D10, RT 04/RW 12.

Sebuah rumah bertipe 21 ini dibeli tiga hari sebelum penggerebekan teroris di Bekasi dilakukan. Rumah ini sebelumnya milik Mulyana, salah satu karyawan PT Citra Marga Nusa Pala Sunter. Rumah itulah yang digunakan polisi untuk mendukung pengintaian para pelaku.

Meurut Bu Toto, salah satu warga yang tinggal Blok D11, tepat di samping rumah kontrakan Fery. “Belakangan saya baru tahu kalau yang beli adalah polisi,” kata dia kepada VIVAnews, Sabtu 8 Agustus 2009 sore.

Padahal, menurut dia, Mulyana yang hanya tinggal bersama isterinya, tidak berniat untuk menjual rumahnya. “Begitu dibayar, barang-barang langsung diangkut semuanya,” kata Toto. “Saya kaget kok secepat itu,” imbuh dia.

Sehari setelah kepindahan Mulyana, terang Tito, mendadak rumah itu dibongkar baik atap dan pagar depan rumah. “Seolah-olah diperbaiki,” bisik dia. Beberapa, polisi yang menyamar sebagai tukang bangunan, ungkap Toto, bekerja dari pagi sampai sore hari. “Kalo sore mereka nongkrong di depan rumah,” lanjut dia.

Namun, Toto tidak tahu persis berapa rumah Mulyana dibayar. “Kalo seukuran rumah saya, 150 juta juga dapat,” ujarnya.

Senada dengan Toto, Menik, warga yang tinggal di Blok D3, mengatakan sejumlah polisi tak berseragam memang sudah masuk ke lingkungannya. “Mereka sering berkeliling komplek sejak empat hari lalu,” kata dia saat berbincang dengan VIVAnews di depan rumahnya. Dirinya juga membenarkan, rumah yang tepat di belakang rumahnya itu digunakan polisi untuk mengintai seseorang.

Sementara Kardi, petugas keamanan setempat juga menguatkan adanya pengintaian polisi terhadap seseorang di wilayah pengamanannya. “Lima hari yang lalu, saya melihatnya dari dalam pos,” kata dia. “Setahu saya mereka serse narkoba. Tapi nggak tahu dari mana,” ucapnya.

sumber

Related posts

Jika Bukan Noordin, Polri Harus Gandeng TNI

August 8, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Tersangka teroris yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah belum dipastikan apakah jenazah Noordin M Top atau bukan. Jika bukan Noordin, apa yang harus dilakukan kepolisian untuk memburu Noordin M Top?

“Polri harus lebih giat dan intensif berkoordinasi dengan pasukan elit dari Angkatan Darat (AD),” kata Dynno Chressbon, pengamat intelijen dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (8/8/2009).

Menurut Dynno, Polisi selama ini sebagai pihak yang menyajikan fakta yuridis. Sedangkan fakta intelijen dilakukan oleh pasukan elite Detasemen (Den) 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI-AD.

“Fakta intelijen biarlah dikejar oleh pasukan elit AD,” tambahnya.

Lebih lanjut Dynno menjelaskan, Densus 88 Polri sendiri hingga kini dipusatkan di 7 Kota. Sedangkan
Detasemen (Den) 81 TNI-AD ada di setiap Komando Daerah Militer (Kodam).

11 Kodam di Indonesia tersebut, yaitu Iskandar Muda, Bukit Barisan, Sriwijaya, Siliwangi, Kodam Jaya, Diponegoro, Wira Buana, Udayana, Tanjung Pura, Pattimura, dan Cendrawasih.

(nov/lrn)

sumber

Related posts

Keluarga Air dan Eko Berangkat ke Jakarta

August 8, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Keluarga Air Setyawan dan Eko Joko Sarjono, dua orang yang diduga sebagai anak buah Noordin M Top, berangkat ke Jakarta pada Sabtu malam (8/8).

Pada pemberitaan sebelumnya, Air Setyawan dan Eko Joko Sarjono tewas ditembak aparat Densus 88 Mabes Polri dalam sebuah penyergapan di Perumahan Puri Nusa Pala, RT 04/RW 12 blok D nomor 12, Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu pagi (8/8). “Kepergian kami ke Jakarta ini untuk memastikan dua jenazah tersebut apakah benar merupakan putra-putra kami,” kata ayah Air Setyawan, Agus Purwanto di Solo.

Agus mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari kepolisian. Padahal, lanjutnya, pemilik mobil yang disewa oleh Air Setyawan sudah diperiksa Poltabes Surakarta. “Hal tersebut mendorong kami untuk segera memastikan identitas kedua jenazah yang diduga merupakan putra kami,” katanya.

Saat dihubungi melalui telepon, Agus Purwanto sedang dalam perjalanan, “Ini kami sudah berangkat menuju Jakarta,” katanya.

Dia mengatakan, pihak keluarga kedua korban berangkat ke Jakarta dengan menggunakan satu mobil. Selain berangkat bersama Slamet Widodo yang merupakan ayah Eko Joko Sarjono, Agus Purwanto mengatakan, pihak keluarga juga ditemani oleh seorang pengacara.

sumber

Related posts

Jatiasih Dipilih karena Hanya 12 Menit dari Cikeas

August 8, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Perumahan Puri Nusa Phala, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, mendadak menjadi buah bibir. Perumahan di pinggir Kali Cikeas itu menjadi pilihan para teroris kelompok Noordin M Top sebagai safe house untuk merencanakan serangkaian aksi bom. Ahmad Fery, salah satu tersangka, mengontrak rumah di Blok D12 RT 4 RW 12. Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengungkapkan, berdasarkan pengakuan tersangka lain, Amir Abdillah, ada alasan khusus mengapa perumahan di kawasan Jatiasih menjadi pilihan.

“Kenapa Jatiasih, karena diperkirakan dari rumah Presiden (Puri Cikeas, Bogor) hanya sekitar 12 menit. Ini keterangan fakta yuridis, dimana sasaran tembak adalah rumah Presiden,” kata Bambang, dalam keterangan persnya di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (8/8) petang.

Sebelumnya, Bambang mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, Istana Presiden dan kediaman pribadi Presiden SBY di Puri Cikeas, menjadi target aksi pengeboman pada pertengahan Agustus mendatang.

“Bisa dibayangkan, kalau dalam dua minggu tidak terungkap. Pimpinan tertinggi kita menjadi target, apa perasaan kita? Apa kita ikhlas?” ujar Bambang.

sumber

Related posts

Noordin Terlalu Percaya Diri Konsolidasi di Temanggung-Wonosobo

August 8, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Diduga kuat, gembong teroris Noordin M Top tewas dalam penggerebekan yang dilakukan Densus 88 dan aparat kepolisian sejak Jumat (7/8) kemarin, hingga Sabtu (8/8) pagi ini. Selama ini, Noordin dan kelompoknya terkenal “licin”. Jika memang Noordin tewas, apa yang menyebabkannya kali ini terperangkap dalam kepungan aparat kepolisian?

Pengamat Militer Andi Widjajanto melihat, selama ini pihak kepolisian memang menunggu waktu yang tepat. Setelah Noordin berulang kali lolos, polisi menunggu kelompok teroris itu melakukan kesalahan. Kesalahan besar kelompok Noordin kali ini, menurutnya, melakukan konsolidasi di wilayah Wonosobo-Temanggung.

“Kesalahan terbesar, konsolidasi dilakukan di antara wilayah Wonosobo-Temanggung. Padahal, wilayah ini sudah diintai intensif oleh intel,” kata Andi, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.

Selama ini, dalam pengamatan Andi, di manapun pengeboman dilakukan, Noordin dan kawan-kawan selalu konsolidasi di Wonosobo-Temanggung pasca-melancarkan aksinya. “Tapi saya heran, kenapa sekarang konsolidasi mereka sangat cepat. Saya melihat ada kepercayaan diri yang tinggi setelah bom Mega Kuningan,” ujarnya.

Kepercayaan diri yang dimaksud hanya berselang tiga minggu dari peristiwa, kelompok ini sudah melakukan konsolidasi. Padahal, pihak kepolisian tengah intensif melakukan pencarian terhadap mereka.

Kelompok Temanggung yang beberapa anggotanya berhasil ditangkap polisi sebelum penggerebekan, dikatakan Andi, kemungkinan merupakan kelompok baru dalam jaringan Noordin M Top.

sumber

Related posts

Noordin Sempat Berteriak Minta Tolong

August 8, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri hanya 10 menit di lokasi penggerebekan rumah milik Mozahri. Kepada wartawan, Bambang tidak memberikan keterangan.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Alex Bambang Riatmojo yang sampai saat ini masih di lokasi juga enggan memberikan keterangan, baik tentang penggerebekan itu, maupun kepastian, apakah benar yang tewas dalam penggerebekan itu adalah Noordin M Top, buron kakap yang dicari polisi selama ini.

Informasi yang didapat dari anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror menyebutkan, korban tewas itu adalah Noordin M Top. Dia datang ke rumah Mozahri pada hari Selasa lalu. Ia dijemput Mozahri dari Jepara, Jawa Tengah.

Saat penggerebekan, di dalam rumah itu memang hanya ada Noordin seorang diri karena Mozahri dan dua keponakannya, Arif (38) dan adiknya, Hendra (34), sudah ditangkap sehari sebelumnya oleh polisi.

anggota Densus itu mengatakan, Noordin sebenarnya sempat berteriak minta tolong ketika petugas Densus meledakkan kamar sisi kanan rumah. Akan tetapi, polisi tidak menghiraukan teriakan itu. Polisi bahkan terus memberondongkan peluru karena khawatir teriakan minta tolong itu sebagai jebakan.

Akibat berondongan itu, Noordin melarikan diri ke kamar mandi di sisi belakang rumah. Sekitar pukul 07.50, polisi kembali meledakkan bom yang diletakkan di samping kanan rumah. Ini dilakukan untuk membuka ruang gerak bagi para penembak.

Saat itu, posisi Noordin makin terjepit, terlebih setelah tembok yang memisahkan antara ruang tengah dan kamar sisi kanan juga jebol sama sekali. Noordin akhirnya ditemukan tewas tertembus peluru saat bersembunyi di dalam kamar mandi.

sumber

Related posts

Noordin M Top Bertahan Sendirian

August 8, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Buronan nomor satu di Indonesia, Noordin M Top diperkirakan bertahan sendirian di dalam rumah di dusun Beji, Temanggung. Menurut informasi yang dikumpulkan Kompas.com, di dalam rumah itu Noordin melengkapi diri dengan bom dan senjata.

Namun dalam laporan lain disebutkan juga, di dalam rumah itu juga ada seorang nenek dan tiga orang bocah. Hingga berita ini diturunkan belum ada informasi yang jelas, sebenarnya siapa saja yang berada di dalam rumah itu. Noordin seorang diri atau bersama orang lain.

Diperoleh informasi juga, warga yang menyaksikan penggerebekan rumah Muhzuhri tempat tinggal Noordin itu semakin banyak. Warga memenuhi jalan menuju ke rumah itu, sehingga menyulitkan petugas.

Sementara itu petugas Densus 88 menggunakan megapone mengimbau yang berdiam di dalam rumah yang sudah terkepung itu segera menyerahkan diri.

sumber

Related posts

« Previous PageNext Page »