“Puna” Pesawat Pengintai Teroris Dioperasikan Pada 2010

October 20, 2009 by hafeez  
Filed under Berita Petir

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tahun 2010 segera mengoperasikan pesawat terbang mini nir awak atau “Puna” sebagai pendukung pertahanan keamanan nasional dan pengintai teroris.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman di Tangerang, Banten, Sabtu, mengatakan, BPPT sudah melakukan penelitian dan berhasil mengembangkan Puna sebagai pesawat pengintai dari udara terhadap apa yang sedang terjadi di darat dan laut.

Ia mengatakan, Puna nantinya akan digunakan oleh militer dan aparat kepolisian Indonesia dalam melakukan penyusupan terhadap aktivitas di daerah rawan konflik.

“Puna juga melakukan pengintaian terhadap teroris yang sedang bersembunyi di lokasi yang sulit dijangkau,” kata Menristek.

Pesawat Puna juga dilengkapi kamera mini untuk memotret kejadian di lapangan dan melaporkan kepada pihak terkait sebagai barang bukti.

Menristek mengatakan, pesawat Puna saat ini sedang dalam tahap proses pembuatan akhir dan akan dioperasikan pada tahun 2010.

“Kita ingin menunjukan pesawat Puna buatan peneliti Indonesia bisa digunakan sebagai pendukung keamanan nasional, jadi tidak harus dibeli dari luar negeri,” ujar Menristek.

Sementara itu, Direktur Pusat Teknologi Industri Pertahanan Keamanan BPPT, Joko Purwono menyatakan, Puna dapat mencapai ketinggian di udara hingga 120 kilometer (km).

Puna merupakan pesawat otonomos dilengkapi kamera pengintai dan tidak dikontrol melalui remote.

Joko menambahkan, Puna memiliki panjang badan empat meter dan panjang sayap tujuh meter dengan jangkau ketinggian yang cukup di atas udara.

“Pesawat Puna akan diproduksi tahun depan oleh PT Dirgantara Indonesia (DI), untuk saat ini pesawat tersebut sedang dalam proses penyempurnaan,”ujar Joko.

Selain itu, kata Joko BPPT juga mengembangkan dua pesawat pengintai mini tipe lain yakni pesawat Sriti seberat 10 kilogram (kg) dan pesawat pengintai yang dinamai Alap-Alap dengan berat 25 kg, untuk memantau perairan laut Indonesia.

sumber

Related posts

Hore Anjing Pahlawan 9/11 Hidup Lagi

October 16, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita


Untuk mengenang keberanian seekor anjing bernama Trakr, para ilmuwan pun mengkloningnya. Tidak tanggung-tanggung, lima ekor anak anjing yang memiliki sifat genetik sama persis dengan anjing tersebut lahir dengan selamat.

Trakr dikenang karena keberaniannya saat membantu tim SAR mengevakuasi korban tragedi runtuhnya menara kembar World Trade Center, New York, AS pada 11 September 2001 silam. Ia adalah anjing pertama yang turun ke reruntuhan puing-puing WTC bersama pemiliknya, seorang petugas polisi Los Angeles James Symington.

Anjing berwarna hitam milik itu telah tewas pada April 2009 lalu, pada usia 16 tahun. Namun, sebelum tewas, pemiliknya sempat mendapatkan tawaran untuk mengikuti kontes kloning anjing dengan biaya cuma-cuma. Kontes tersebut disponsori perusahaan jasa kloning BioArts International yang ada di California. BioArts bermitra dengan perusahaan Korea Selatan yang didirikan Hwang Woo Suk, pakar kloning pertama di dunia yang berhasil melakukan kloning anjing bersama timnya.

Kelima anjing hasil kloning Trakr telah diberikan kepada Symington dan istrinya yang kini tinggal di Los Angeles. Masing-masing diberi nama Trustt, Solace, Valor, Prodigy, dan Dejavu. Trakr mungkin telah mati, tetapi kepahlawanannya seolah hidup kembali dengan hadirnya lima anak anjing ini.

sumber

Related posts

Zuhri Lihai Cerita Revolusi Perancis dan Perang Dingin

October 15, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Dua tersangka teroris yang baru tewas dalam penggerebekan, Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, ternyata sudah tinggal di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, sejak bulan Ramadhan lalu. Keduanya menyamar dengan nama lain dan mengaku sebagai teknisi komputer dan penjual es campur.

Hal tersebut diceritakan ML, seorang mahasiswa baru di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) yang merasa selama ini mungkin dijadikan target sebagai “pengantin” oleh kedua buron tersebut. Kepada Persda Network, ML mengaku bertemu Zuhri dan Syahrir di kawasan Ciputat sejak pertengahan bulan Ramadhan atau bulan September lalu.

Teroris kakak beradik tersebut sejak bulan Ramadhan sering tarawih di Masjid As Salam, yang hanya berjarak 100 meter dari rumah kos Zuhri dan Syahrir. Di Masjid itulah awalnya Zuhri-Syahrir bertemu dengan Z, pemuda asal Jawa Timur yang sedang mencari pekerjaan di Jakarta. Z adalah teman dari ML. Pertemuan itu persisnya terjadi malam ke-20 bulan Ramadhan.

Kepada Z, Zuhri yang pandai mendoktrin membuka pembicaraan soal hukum-hukum Islam. Z, yang pernah mondok di pesantren, merasa obrolannya nyambung. Ketika itu Zuhri bersama dengan Syahrir. Karena percaya, Z memberitahukan tempat tinggal sementaranya kepada Zuhri-Syahrir.

Bak gayung bersambut, Zuhri dan Syahrir mendatangi tempat tinggal sementara Z yang menumpang di rumah kos temannya di kawasan Ciputat. Layaknya tamu, saat bertandang ke rumah kos Z, Zuhri-Syahrir menyalami penghuni kos lainnya yakni R dan ML. Kepada mereka, Zuhri mengaku bernama Rahman, sedangkan Syahrir bernama Sidik.

Di kosan tersebut, hanya ML yang membuka diri kepada Syahrir-Zuhri. Kepada ML, Zuhri membuka obrolan soal mitos tujuh abad Islam (Islam maju abad 7-14, Islam mundur abad 14-21, dan Islam maju lagi abad 21-seterusnya). Kepadanya, Zuhri berkata, “Islam akan mengalami kemajuan kembali. Pertanyaannya apakah kita mau sebagai penonton atau pelaku juga,” tiru ML.

Sebagai mahasiswa baru, ML sempat kagum dan terpesona. Apalagi, Zuhri juga lihai bercerita panjang soal Revolusi Perancis dan Perang Dingin di Eropa. “Nada bicaranya halus banget. Saya kagum dengan pengetahuannya saat berbicara pada malam pertemuan pertama itu,” ujar ML.

Kepada ML, Rahman alias Zuhri mengaku bekerja sebagai teknisi komputer di Pasar Ciputat. Sedangkan Sidik alias Syahrir mengaku berjualan es campur di Ciputat. Zuhri-Syahrir mengaku tinggal di Ciputat, tetapi tidak mengatakan alamat lengkapnya. Ia tidak menyangka kalau dua tamunya tersebut adalah teroris buronan Densus 88 Antiteror.(YOG)

sumber

Related posts

Jenazah Zuhri dan Syahrir Bisa Diambil Besok

October 12, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Polri memastikan keluarga Syaifudin Zuhri dan M Syahrir bisa mengambil jenazah yang saat ini terbujur kaku di ruang jenazah Rumah Sakit Polri Jakarta, Selasa (13/10) besok.

“Jenazah sudah dapat diambil besok,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna saat jumpa pers di Mabes Polri Jakarta, Senin (12/10).

Nanan menjelaskan, keluarga akan diberikan fasilitas untuk pemulangan jenazah. Menurutnya, Polri sebenarnya ingin menangkap seluruh teroris hidup-hidup. Namun, karena teknis di lapangan tidak memungkinkan untuk menangkap hidup sehingga dengan terpaksa diambil tindakan penembakan.

“Terpaksa polisi menindak tegas (tembak). Tidak ada perintah menewaskan mereka,” kata dia.

sumber

Related posts

Keluarga Ingin Makam Zuhri dan Syahrir di Samping Ibrohim

October 12, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Apabila benar kedua jenazah yang terbujur kaku di RS Polri Sukanto Kramat Jati adalah Syaifudin Zuhri dan M Syahrir sebagaimana disebut-sebut, keluarga besar Jaelani Irsyad menyatakan keinginannya agar keduanya dimakamkan di samping liang lahat almarhum Ibrohim.

Ibrohim merupakan adik ipar dari Zuhri dan Syahrir yang lebih dulu tewas dalam penggerebekan di Temanggung. Ibrohim akhirnya dimakamkan di TPU Pondok Ranggon setelah sebelumnya mendapat penolakan dari warga Cilimus, Kuningan, Jawa Barat.

Keinginan ini disampaikan oleh Sucihani, adik Zuhri dan Syahrir, yang merupakan istri almarhum Ibrohim. “Ya, seperti Abang Boim saja. Penginnya seperti itu, dimakamkan di sampingnya,” kata Sucihani saat dihubungi lewat telepon.

Hal ini diduga dilakukan karena sebelumnya kembali terjadi penolakan warga Kuningan terhadap pemakaman keduanya.

Sucihani mengatakan, keluarga akan mendatangi RS Polri pada Senin (12/10) untuk melihat jenazah dan melakukan identifikasi fisik. Sementara itu, untuk DNA sudah lebih dulu diambil oleh kepolisian dari pihak keluarga. “Sudah diambil dari ibu bapak. Anak-anaknya Bang Zuhri dan Bang Syahrir juga sudah. Tinggal identifikasi kami saja besok. Kalau memang benar, ya insya Allah akan langsung kami makamkan,” kata dia.

sumber

Related posts

Lima Menit di Tengah Penyergapan Teroris

October 10, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Jumat (9/10) sekitar pukul 11.50, Usep (18), Dimiyati (18), dan Adlan (18) terkurung di kamar nomor 14 kontrakan Semanggi di kompleks permukiman Semanggi, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Mereka bersembunyi di meja sudut kamar sembari berdoa.

Di kamar 15, yang bersebelahan persis dengan kamar mereka, dua tersangka teroris sedang digerebek Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Ketiga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu mendengar dentuman bom, seperti suara petasan meledak dan rentetan tembakan.

”Kami terkurung lebih kurang selama lima menit. Selain suara tembakan dan dentuman, samar-samar kami mendengar suara, ’bawa hidup-hidup saja… bawa hidup-hidup saja’. Suara itu semakin membuat kami panik,” kata Usep yang masih agak gemetaran.

Setelah itu, ketiga mahasiswa semester satu itu semakin gemetar ketika seorang anggota Densus 88 menggebrak pintu kamar mereka. ”Dia meminta kami segera keluar kamar,” ujar Adlan.

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah lain, Ari (19), mengaku mendengar tembakan dan dentuman saat mandi dan mempersiapkan diri untuk shalat Jumat. Dia juga diminta keluar kamar oleh salah seorang anggota Densus 88.

”Saya hanya menginap semalam di kamar teman. Letaknya persis di bawah suara dentuman dan tembakan,” kata Ari yang hanya mengenakan kaus dan sarung.

Kontrakan Semanggi berada di perkampungan Semanggi, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Kontrakan berlantai dua dan berwarna salem itu berada sekitar 200 meter dari Jalan Raya Ciputat dan tertutup gedung-gedung tinggi.

Gedung-gedung itu adalah perguruan tinggi Bina Sarana Informatika dan Pusat Pelatihan dan Pendidikan Pegawai Departeman Agama. Di sebelah barat dan timur kontrakan merupakan rumah-rumah penduduk yang cukup padat.

Penyergapan teroris di kontrakan Semanggi itu menggegerkan warga permukiman Semanggi, Kelurahan Cempaka Timur. Warga tidak menduga kalau di permukiman mereka tinggal dua tersangka teroris.

Begitu besar rasa ingin tahu warga, setelah evakuasi jenazah tersangka teroris dari rumah kontrakan dilakukan, warga sekitar berbondong-bondong memasuki lokasi di belakang garis polisi secara bergantian. Mereka rela berdesakan melihat rumah kontrakan itu bersama wartawan, polisi, dan tenaga keamanan masyarakat.

Peristiwa itu juga memacetkan Jalan Ciputat Raya. Pasalnya, warga yang tinggal di seberang jalan berduyun-duyun menyeberang untuk melihat langsung lokasi penyergapan teroris. Sebagian besar warga, terutama warga permukiman Semanggi, tidak mengenali dua teroris itu. Mereka mengenal dua orang itu sebagai mahasiswa peneliti.

Menurut Usep, teroris itu mengaku bernama Soni dan Aan. Saat memperkenalkan diri, mereka mengaku sedang melakukan penelitian, tetapi tidak menyebut bidang penelitiannya.

”Mereka datang sejak awal puasa dan jarang keluar kamar. Kami tidak tahu keadaan kamar mereka karena selalu tertutup. Mereka hanya keluar pada malam hari,” kata Usep.

Hal senada dikatakan Akbar (29), pemilik warung yang berjarak sekitar 200 meter dari kontrakan Semanggi. Dua tersangka teroris itu kerap memesan minuman mineral galon.

Menurut Akbar, salah satu penghuni kamar yang mengaku bernama Soni mendatangi warung dan meminta galon itu dikirim ke kamar. Dia berperawakan tinggi, berpenampilan seperti mahasiswa, berkulit putih kecoklatan, dan berjenggot.

”Saya mengetuk pintu kamar dan mengatakan kalau air sudah terkirim. Dari dalam kamar, dia meminta saya meletakkan galon di depan pintu,” kata Akbar.

Beberapa hari yang lalu, pintu kamar Ihya (19), mahasiswa yang kos di kamar nomor 11, diketuk salah satu penghuni kamar nomor 15. ”Dia tanya nomor telepon Bu Amas, pengurus kos. Tingginya sedang, kulit di bawah matanya kehitaman,” ujar Ihya. (Hendriyo Widi/Sarie Febriane)

sumber

Related posts

Polisi Gerebek Rumah Teroris di Ciputat?

October 9, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Polisi dikabarkan melakukan penggerebekan lagi terhadap gerombolan teroris di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (9/10). Informasi yang diperoleh wartawan di Mabes Polri menyebutkan, kali ini yang digerebek adalah Syaifudin Zuhri, teroris yang diduga terlibat dalam aksi pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu.

Syaifudin Zuhri adalah salah satu orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ia adalah kakak ipar Ibrohim, teroris yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung. Syaifudin memiliki keahlian dalam melakukan perekrutan orang.

sumber

Related posts

IBM Tawarkan Solusi Keamanan Anti Teroris

August 26, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Jika sistim keamanan yang kini telah digunakan dirasa belum memadai, IBM menawarkan sebuah solusi baru yang diklaim mampu mencegah aksi seperti pengeboman yang terjadi belum lama ini.

Dengan seperangkat teknologi yang bernama Smart Surveillance System, para pengelola keamanan hotel diklaim akan lebih mudah memantau setiap gerak gerik yang mencurigakan dalam lingkungannya.

Misalnya, pihak keamanan tidak perlu lagi memantau layar kamera CCTV secara terus menerus. Dengan solusi tersebut, pihak yang bertanggung jawab akan mendapatkan notifikasi berupa alarm, pesan singkat bahkan telepon.

“Terkadang pihak keamanan tidak dapat memantau kamera CCTV yang begitu banyak secara terus-menerus, dengan sistim ini mereka akan lebih dimudahkan dengan adanya alaram jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi,” jelas Tan Wijaya, Teritory Service Leader, General Business, IBM Indonesia

Alarm yang dimaksud pun dapat disesuaikan kembali dengan tingkat keamanan yang diinginkan. Mulai dari jika seseorang meninggalkan bawang bawaannya, area terlarang hingga jika terjadi penerobosan.

Namun tentunya, sebuah sistim tidaklah dapat menjaga keamanan sepenuhnya. Diperlukan tanggung jawab dari masing-masing individu untuk tetap saling peduli menjaga keamanan. ( eno / faw )

sumber

Related posts

Kenapa Indonesia Digandrungi Teroris?

August 21, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Dibanding Malaysia, Indonesia adalah negara yang lebih diminati oleh teroris dalam menjalankan aksi terornya. Kenapa Indonesia seperti surga bagi para teroris?

Ketua Desk Koordinasi Pemberantasan Teror Menko Polhukam Arsyad Mbai menilai, kurang tegasnya hukum di Indonesia merupakan salah satu faktor yang membuat Indonesia digandrungi oleh para teroris.

“Makanya jangan marah sama Malaysia, karena hukum kita yang masih bisa diobok-obok, karenanya Noordin M Top menilai tidak ada negara seindah Indonesia (untuk dijadikan sasaran teror),” katanya dalam diskusi ilmiah pada peluncuran buku Deradikalisasi Terorisme di Gedung F FISIP Universitas Indonesia, Depok, Kamis (20/8).

Turut hadir sebagai pembicara yaitu Guru Besar Fakultas Psikologi Prof Sarlito Wirawan Sarwono PhD dan analis pada International Crisis Group Sydney Jones.

Salah satu contoh cara agar terorisme tidak berkembang biak dan para pelaku teror berpikir dua kali untuk melakukan aksinya di Indonesia, menurutnya, adalah dengan cara mempertegas hukuman bagi teroris. Misalnya, memperpanjang masa penahanan bagi mereka yang terlibat. “Kalau sekarang kan masa penahanannya masih sama dengan maling ayam,” katanya.

Sementara itu, Sidney Jones menilai, Indonesia saat ini memerlukan kebijakan kecil untuk membatasi hak para tahanan teroris. Misalnya, di bidang publikasi media, para tahanan terorisme hendaknya tidak diizinkan memberikan pernyataan kepada media, karena akan dapat menimbulkan simpati yang berujung menciptakan para teroris baru.

“Saya kira tidak ada hak apa pun bagi para narapidana untuk bisa akses ke wartawan karenanya perlu ada mini policy (kebijakan kecil),” ujarnya.

sumber

Related posts

Ibrohim Perencana, Pengatur, Pengontrol Bom

August 12, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Pelaku utama dalam peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton adalah Ibrohim alias Boim. Dalam ledakan bom tersebut, Ibrohim berperan sebagai perencana, pengatur, pengontrol, dan melakukan survei.

“Boim masuk bersama Nana (pelaku bom bunuh diri Ritz-Carlton). Peran Ibrohim pengatur, pengontrol, dan survey,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna dalam jumpa pers di RS Polri Soekanto Kramat Jati, Jakarta, Rabu (12/8/2009).

Nanan sebelumnya mengatakan, Ibrohim juga merupakan perencana. Ibrohim yang mengatur dan mengontrol pelaksanaan pengeboman JW Marriott dan Ritz-Carlton. Bahkan Ibrohim jugalah yang menyiapkan pengeboman berikutnya.

Ibrohim yang dilaporkan menghilang setelah ledakan di hotel mewah itu pada 17 Juli 2009 itu tewas di Temanggung, Jawa Tengah. Awalnya jenazah ini diduga Noordin M Top. Tapi setelah dilakukan serangkaian tes termasuk tes DNA, mayat tersebut adalah Ibrohim.

sumber

Related posts

Next Page »