Discovery Akan Produksi Program Khusus Tari Pendet

September 11, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Sejak mengemuka, sekitar dua minggu lalu, persoalan gambar Tari Pendet yang diputar selama 30 detik dalam video klip promosi yang diproduksi untuk Discovery Channel dalam rangka mempromosikan serial Enigmatic Malaysia (Keragaman Malaysia) hingga kini belum jelas benar. Situasi hubungan Indonesia-Malaysia justru menegang.

“Kami sangat prihatin dengan perkembangan terakhir di Jakarta seputar kesalahpahaman ini dan ingin menyampaikan kembali bahwa kesalahan penggunaan gambar Tari Pendet dalam video promosi tersebut tidaklah mengandung maksud buruk untuk merendahkan kebudayaan Indonesia; kejadian ini merupakan kesalahan manusia atau human error yang dilakukan oleh produser independen, dimana dalam hal ini Discovery Networks bertanggung jawab atasnya,” ungkap Kevin Dickie, Senior Vice President, General Manager Discovery Southeast Asia dalam suratnya kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (10/9).

Program yang dipromosikan oleh video klip tersebut, yaitu Enigmatic Malaysia, menurut Kevin tidak menampilkan gambar-gambar yang salah dan seluruhnya akurat.

Namun, jelas Kevin, gambar Tari Pendet yang dengan salah telah turut masuk ke dalam video promosi, bersumber dari dokumentasi produser independen dan bukan berasal dari program itu sendiri.

Kevin juga menyampaikan bahwa dalam hal ini Badan Kepariwisataan Malaysia (Malaysia Tourism Board) ataupun badan pemerintahan Malaysia lainnya, sama sekali tidak terlibat dalam proses produksi video promosi tersebut.

Karena itu, sebagai langkah lanjut, Discovery akan memproduksi program khusus sepanjang 30 menit tentang Tari Pendet yang akan ditayangkan di Discovery Channel di seluruh kawasan Asia Pasifik.

“Sebagai perusahaan, kami tetap berkomitmen untuk membuat program-program menarik seputar kekayaan kebudayaan Asia Tenggara yang menakjubkan, dan kami berharap situasi ini dapat berujung pada kajian dan pemahaman yang lebih baik akan kekayaan budaya Indonesia dan Malaysia,” jelas Kevin.

ABD

sumber

Related posts

Malaysia Tenggelam dalam Krisis Identitas

September 6, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Direktur Jenderal (Dirjen) Asean Departemen Luar Negeri (Deplu) Indonesia, Djauhari Oratmangun, menegaskan, Malaysia saat ini sedang mengalami krisis identitas.

Malaysia sedang mengalami krisis identitas dan sedang dalam proses mencari jati diri,” kata Dirjen Oratmangun, saat dikonfirmasi menyangkut klaim Malaysia terhadap kebudayaan Indonesia, di Ambon, Sabtu (5/9).

Oratmangun yang berada di Ambon sejak Rabu (3/9) dalam rangka melakukan serangkaian pertemuan dengan Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon, mengatakan 50 persen penduduk di Malaysia adalah keturunan Melayu dan sisanya dari China dan India. Ia menegaskan, orang Melayu saat ini sedang mencari identitas dirinya.

“Suka atau tidak suka, 50 persen orang Malaysia adalah keturunan Indonesia dan mereka membawa budaya itu ke sana,” kata Oratmangun.

Begitu pun tari reog Ponorogo yang pernah menjadi masalah di Malaysia, sebenarnya juga diperkenalkan dan ditarikan oleh orang Ponorogo yang sudah bermukim di sana selama tiga generasi. Khusus tari pendet dari Bali yang diklaim sebagai kebudayaan Malaysia, Djauhari menerangkan, iklan tersebut diproduksi untuk promosi wisata negara itu, tetapi saat diproduksi tidak ada tari pendet.

Namun, Discovery Chanel yang menayangkan iklan tersebut kemudian menambahkan tari itu dalam iklannya.
“Kesalahannya adalah Discovery tidak menyebutkan bahwa tari pendet berasal dari Indonesia,” kata Oratmangun.

Ia menegaskan Pemerintah Indonesia sudah mengirim surat protes yang diakui sebagai produk hukum internasional kepada Pemerintah Malaysia dan telah diterima.

“Mereka telah menerima klaim kalau itu (tari pendet) adalah milik kita. Penyelesaian secara diplomasi telah kita lakukan dan itu sudah cukup, apalagi Presiden Susilo Bambang Yudyohono juga telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Malaysia,” ujarnya.

Lagi pula, kata Djauhari, Malaysia tidak pernah mengklaim secara resmi bahwa tari pendet adalah milik Malaysia, dan itu hanya klaim di internet. Djauhari Oratmangun meminta seluruh masyarakat Indonesia menilai persoalan ini secara positif bahwa produk budaya Indonesia ternyata sangat laku dijual.

“Ini membuktikan budaya kita sangat kuat dan terkenal di dunia internasional. Kelemahan orang Indonesia adalah jarang memelihara budayanya dan baru akan protes jika pihak luar mengklaim suatu produk budaya kita sebagai budaya mereka,” katanya

Dia juga menyesalkan sikap media di Indonesia yang ramai memberitakan aksi protes terhadap budaya Indonesia yang diklaim negara tetangga, termasuk mempengaruhi masyarakat untuk melakukan ganyang terhadap negara tetangga itu.

Dia meminta media di tanah air lebih arif dan bijaksana memberikan masalah ini, mengingat presentase berita seni dan budaya di Indonesia di media nasional sangat jarang dimuat atau diulas secara luas. “Program acara atau berita untuk reservasi budaya kita sangat kurang di media nasional. Tetapi kalau budaya asing banyak,” katanya.

sumber

Related posts

Kementrian Kebudayaan Malaysia Terima Nota Protes Indonesia

September 4, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Kementerian Penerangan dan Kebudayaan Malaysia telah menerima nota protes dari Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Indonesia Jero Wacik yang disampaikan melalui Dubes RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar di Kuala Lumpur, Kamis.

“Saya baru serahkan nota protes ke Menteri Rais Yatim. Masih ada satu surat lagi untuk kementerian Pelancongan Malaysia belum diserahkan karena belum ada waktu untuk bisa bertemu,” kata Da’i di sela-sela buka puasa bersama dengan sekitar 400 TKI di KBRI, Kuala Lumpur.

Dalam pembicaraan dengan Rais Yatim, mantan Kapolri itu mengajak Rais Yatim membicarakan ke depan agar keributan dua negara bertetangga dan serumpun ini soal klaim dan tuduhan mencuri kebudayaan tidak lagi terulang.

Pada kesempatan itu, Menteri Kebudayaan Malaysia menanyakan tentang pers Indonesia yang selalu provokatif dan menanamkan kebencian terhadap Malaysia.

Malaysia seperti yang diungkapkan Rais yatim berkeinginan untuk mengundang pers Indonesia ke Malaysia agar bisa melihat persoalan dalam perspektif yang lebih netral.

Dubes RI mengatakan, sudah ada rencana untuk membuat dialog antarmedia kedua negara dan selanjutnya saling melakukan kunjungan balasan. “Usahakan upaya itu dipercepat lagi,” pinta Rais Yatim.

Utusan Menbudpar Ketut Wiryadinata minggu lalu membawa nota protes Indonesia untuk Menteri Pelancongan dan Menteri Penerangan dan Kebudayaan Malaysia terkait gambar penari Pendet Bali dalam iklan promosi pariwisata Malaysia “Enigmatic Malaysia”yang ditayangkan Discovery Channel.

Pers dan pemerintah Indonesia kemudian menuduh bahwa Malaysia mengklaim tari pendet Bali sebagai kesenian atau kebudayaan negeri jiran itu.

sumber

Related posts

“Kasus Pendet” Indonesia Ditawari Iklan Gratis

September 2, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Dari kasus penayangan gambar Tari Pendet pada bagian iklan televisi untuk program siaran delapan episode oleh Discovery Channel terkait promosi pariwisata Malaysia, Indonesia ditawari penayangan iklan serupa secara gratis.

“Pihak Discovery Channel sudah meminta maaf, sekaligus menawarkan program serupa untuk Indonesia secara gratis. Kami masih membicarakannya lebih lanjut perihal tawaran itu,” kata Direktur Promosi Luar Negeri Depbudpar, I Gde Pitana, menjawab pertanyaan ANTARA di Sanur, Bali, Senin.

Di sela-sela menjadi pembicara pada kursus lanjutan program wisata konvensi, disebutkan bahwa reaksi yang muncul terlalu cepat, tanpa didasari pemahaman yang benar mengenai tersiarnya gambar Tari Pendet yang merupakan tarian khas Bali itu.

Meski begitu, pihak Discovery Channel mengaku bersalah, karena menyertakan gambar Tari Pendet tanpa menempuh prosedur meminta izin secara benar. “Karena kesalahannya itu, Discovery Channel kemudian menawarkan iklan serupa secara gratis,” ucapnya.

Selain pihak Discovery Channel, Menteri Pariwisata Malaysia juga sudah menelepon Menbudpar Jero Wacik dan menyampaikan permohonan maaf, walaupun pihak Malaysia sebenarnya tidak mengklaim secara formal Tari Pendet sebagai karya budaya bangsanya.

Menurut Pitana yang biasa bergurau akrab dengan pers di Bali, pihaknya masih mempertimbangkan berapa episode program tayangan seni budaya dan pariwisata Indonesia yang akan diberikan oleh pihak Discovery Channel.

“Ini perlu pertimbangan lebih lanjut. Kita tentu menginginkan tayangan yang lebih banyak. Lalau bagaimana dari sisi hukum, apakah lebih baik menerima tawaran itu atau cara lain, prosedur hukum misalnya?” ucapnya.

Ia berharap reaksi masyarakat Indonesia dalam kasus Tari Pendet itu tidak berlebihan, melainkan disampaikan secara benar dengan memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Dengan demikian diharapkan tidak justru menguras energi secara berlebihan tetapi reaksi yang muncul tidak tepat. “Kita tentu lebih baik menanggapi secara profesional dan mengedepankan intelektualitas. Kita tentu menginginkan yang produktif,” kata Pitana.

Ia juga mengingatkan bahwa kesediaan Menteri Pariwisata Malaysia menelepon Menbudpar Jero Wacik dan menyampaikan permintaan maaf, harus dihargai sebagai sikap yang mau jujur dan tidak ingin ada masalah lebih besar.

Dengan memberikan reaksi yang tepat, diharapkan kasus Tari Pendet akan memberikan keuntungan dari sisi promosi pariwisata dan budaya Indonesia, misalnya dengan menerima tawaran pihak Discovery Channel tersebut, katanya.(*)

sumber

Related posts

Malaysia Sampaikan Maaf Soal Pendet

August 28, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima permintaan maaf dari Menteri Pelancongan Malaysia soal Tari Pendet.

“Tadi sore (Kamis, 27/8) Menteri Pelancongan Malaysia menelepon saya untuk minta maaf soal Tari Pendet,” kata Jero Wacik di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, permintaan maaf terkait penggunaan Tari Pendet dalam iklan promo pariwisata di televisi pada program Discovery Channel berjudul Enigmatic Malaysia tanpa seizin resmi pemerintah Indonesia memang baru disampaikan secara lisan.

Namun, Jero menegaskan, pihaknya masih menunggu jawaban resmi dari Pemerintah Malaysia atas surat nota protes yang disampaikan kemarin.

“Kami masih tetap menanti jawaban resmi dari pemerintah Malaysia,” katanya.

Menteri memperkirakan surat nota protes soal Pendet sudah diterima Pemerintah Malaysia per hari ini sehingga diharapkan pekan depan sudah ada jawaban resmi.

Dalam pembicaraan lisan melalui sambungan telepon internasional, Jero menjelaskan, Pemerintah Malaysia mengatakan, iklan wisata bermuatan Tari Pendet bukan dibuat oleh Pemerintah Malaysia melainkan pihak swasta; sebuah rumah produksi.

“Rumah produksi yang membuat iklan itu juga sudah mengirimkan e-mail untuk meminta maaf pada Pemerintah Indonesia melalui saya,” katanya.

Namun, Jero menegaskan permintaan maaf hendaknya disampaikan secara resmi dan bukan melalui e-mail.

“Saya tetap masih menunggu jawaban resmi nota protes yang saya kirim,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada pers yang telah menaruh perhatian besar soal produk budaya Indonesia khususnya Tari Pendet.

Menurut dia, maraknya media mempublikasikan isu klaim Tari Pendet oleh Malaysia menunjukkan kecintaan pers terhadap pariwisata dan budaya Indonesia.

“Terima kasih rekan wartawan, dua pekan ini saya juga jadi beken,” demikian Jero Wacik.

sumber

Related posts

SBY Panggil Menbudpar dan Menlu ke Istana

August 25, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan memanggil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik ke Istana Presiden. Pemanggilan seputar isu tari pendet yang diklaim oleh Malaysia sebagai budaya asli Malaysia.

Menurut iformasi dari Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, Selasa (25/8/2009), SBY akan memanggil Jero Wacik di Kantor Presiden pada pukul 13.30 WIB.

Selain memangil Jero Wacik, SBY juga akan memanggil beberapa menteri yakni Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, serta Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan, Presiden SBY baru mendapatkan laporan resmi atas klaim pihak Malaysia itu. Sekarang ini Menbudpar Jero Wacik masih melaksanakan berbagai langkah penyelesaian melalui jalur diplomatik.

“Kalau tari pendet orang sedunia sudah tahu kalau itu berasal dari Bali. Mana mungkin dari tempat lain,” kata Andi.

sumber

Related posts

Soal Tari Pendet, Indonesia Minta Penjelasan Malaysia

August 25, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Pemerintah Indonesia mengirim surat permintaan penjelasan (klarifikasi) kepada Pemerintah Malaysia, melalui Dubes RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar, terkait tayangan tari pendet dalam sebuah iklan pariwisata setempat.

“Surat ini bukan surat protes tapi minta klarifikasi dari Pemerintah Malaysia,” kata staf khusus Menbudpar Ketut Wiryadinata ketika akan menyerahkan tiga surat kepada Dubes Da’i Bachtiar di Kuala Lumpur, Selasa (25/8).

Tiga surat klarifikasi itu ditujukan kepada Kementerian Pariwisata, Kementerian Penerangan dan Kebudayaan Malaysia, dan KBRI Kuala Lumpur. “Menbudpar Jero Wacik ingin mendapatkan penjelasan resmi dari Pemerintah Malaysia mengenai tayangan penari Bali pendet, dalam iklan program Discovery Channel,” kata Ketut.

Setelah menerima nota klarifikasi itu, Dubes Da’i langsung menghubungi Menteri Penerangan dan Budaya Malaysia Rais Yatim untuk bertemu karena sebelumnya sudah ada pembicaraan bahwa Rais Yatim akan menerima surat atau nota dari pemerintah Indonesia.

Utusan Menteri Pariwisata Indonesia juga membagikan film “Enigmatic Malaysia” ke beberapa wartawan Indonesia di Kuala Lumpur.

Sebuah production house Malaysia, KRU Sdn Bhd, telah membuat serial dokumenter untuk ditayangkan di The Melakan Portuguese-Preserving Their Heritage, “Bajau Laut-Nomad of The Sea”, “Keris-The Myth & The Magic” dan “Kellie’s Castle-Myth & Mystery”, “Batik”, dan “Wau”.

Sudah sepakat

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik sudah bertemu dengan Menteri Rais Yatim di Kuala Lumpur pada 10 November 2007 dan menyepakati sejumlah hal.

Kedua pihak sudah merancang kesepakatan bahwa untuk mata budaya yang masuk dalam “gray area”, kedua pihak sepakat saling memberi tahu dan meminta izin bila ada hasil budaya digunakan dalam iklan komersial negara masing-masing.

Kesepakatan juga mengatur bahwa masing-masing pemerintah akan menjaga kesepakatan tersebut dengan mengawasi masyarakat masing-masing.

“Sekarang mereka melakukan lagi dengan menggunakan tari pendet sebagai bagian dari iklan teve komersial mereka berjudul ’Enigmatic Malaysia’,” katanya.

Menurut Menteri, wajar bila rakyat Indonesia marah karena tari pendet merupakan budaya asli Indonesia sehingga rakyat Indonesia tidak bisa menerima begitu saja bila kekayaan budaya diklaim negara lain. “Dan tindakan ini juga telah melanggar kesepakatan,” katanya.

Menteri berpendapat, tari pendet merupakan budaya khas Indonesia sehingga sama sekali tidak termasuk dalam “gray area” karena jelas milik bangsa Indonesia. Ia mendesak agar Malaysia segera menarik dan menghentikan penayangan iklan provokatif itu.

sumber

Related posts