Diterpa Krisis, Orang Spanyol Terpaksa Jual Rambut

November 23, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Orang Spanyol, yang menghadapi kesulitan uang, benar-benar memangkas rambut mereka guna menanggulangi krisis ekonomi.

Dalam menghadapi angka pengangguran yang melonjak dan resesi yang mendalam di negeri mereka, banyak perempuan Spanyol yang menjual rambut mereka untuk membayar tagihan. Dan Justino Delgado, yang mengekspor rambut asli untuk wig dan perpanjangan rambut, sangat bahagia dengan kondisi tersebut. Ia memulai usahanya 50 tahun lalu, dengan cara mendatangi desa demi desa untuk mengumpulkan rambut dari kaum perempuan, sebelum ia mulai mengimpor sebagian besar rambut itu dari Asia, terutama dari India dan China.

Namun, beberapa bulan belakangan, makin banyak perempuan Spanyol datang ke tempat usahanya di dekat Madrid. “Ada banyak sekali perempuan yang datang untuk menjual rambut mereka, dan baru saja pagi ini seorang perempuan muda dengan rambut dikuncir datang dan kami membeli rambut darinya,” katanya.

Rambut itu berharga antara 50 euro dan 150 euro (Rp 700.000 hingga Rp 20 juta). Ada sebagian perempuan yang memiliki banyak rambut. Karena harganya tergantung dari panjang dan berat, mereka mendapat bayaran yang cukup banyak untuk itu,” katanya.

Namun, ia memiliki beberapa syarat: rambut tersebut harus memiliki panjang lebih dari 40 sentimeter dan tak pernah diberi pewarna.

“Kadang kala, rambut telah dipelihara selama berbulan-bulan di laci, setelah dipotong di penata rambut, masih memiliki kualitas yang baik,” kata Yolanda, putri Delgado yang bekerja di tempat usaha keluarganya yang mempekerjakan 30 orang.

Kecenderungan ini sangat baik buat Delgado karena, kata dia, rambut orang Eropa lebih baik dan sangat dicari, dan dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan, misalnya, rambut orang Asia yang lebih tebal. Ia memiliki 90 ton ikatan rambut yang berwarna pirang, coklat, dan merah yang digelar di lantai luas di tempat usahanya.

Ia sekarang mengekspor 80 persen produksinya, terutama ke beberapa wilayah lain di Eropa dan Amerika Serikat.

Sebelum dijual, rambut itu pertama-tama dicuci beberapa kali. Kemudian, sebagian rambut tersebut diberi warna dengan menggunakan mesin. “Itu mesin rahasia yang telah disesuaikan secara khusus oleh seorang insinyur,” kata Delgado yang melarang pengunjung untuk melihat mesin itu.

Perusahaan itu telah berusaha menyesuaikan diri dengan keinginan semua kliennya. “Semua negara di Eropa timur, misalnya, mencari warna khusus,” kata Yolanda. “Orang Jerman memilih warna kenari muda, yang kurang umum di Spanyol.”

sumber

Related posts

Twitter Akan Berbahasa Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol

October 10, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Twitter, jasa micro-blogging yang sedang tumbuh dengan cepat, sedang mencari penerjemah bahasa Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol sukarelawan untuk menerjemahkan laman jejaringnya ke bahasa lain.

Laman jejaring Twitter, Twitter.com, saat ini hanya menawarkan dalam bahasa Inggris atau Jepang.

Biz Stone, co-founder awal usaha yang berbasis di San Fransisco itu, mengatakan dalam sebuah “posting” blog pada Jumat bahwa Twitter sedang merencanakan versi laman jejaringnya dalam bahasa lain, dimulai dengan Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol.

Ia mengundang “kelompok kecil” pengguna Twitter untuk menjadi “penerjemah sukarelawan” guna melakukan penerjemahan untuk laman jejaring Twitter.

“Kami akan mendistribusikan terjemahan tersebut ke pengembang platform Twitter yang membuatnya lebih mudah bagi mereka untuk menawarkan dukungan banyak bahasa,” katanya.

“Kami sangat tertarik bahwa lebih banyak orang akan bisa menggunakan Twitter dalam bahasa pribumi mereka,” katanya menambahkan.

Twitter, yang mengizinkan pengguna untuk menghujani yang lainnya dengan pesan 140 karakter atau kurang yang dikenal sebagai “tweets”, tumbuh makin terkenal dengan cepat sejak diluncurkan pada Agustus 2006 dan mendaku telah mencapai 50 juta pengguna. (*)

sumber

Related posts