Patung, Sepatu, dan Cairan untuk Para Pemimpin Dunia

December 19, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi bergabung dengan deretan panjang pemimpin dunia yang jadi incaran penyerang. Sampai seberapa banyak pengamanan diperlukan bagi politisi saat bersentuhan dengan publik mereka?

Figur publik dan pemimpin yang melenggang di jalan tanpa perlindungan adalah magnet, bukan hanya bagi teroris, melainkan juga pemrotes, pencari ketenaran, dan orang dengan persoalan kejiwaan.

Seorang pria dengan riwayat gangguan jiwa, Minggu (13/12), melempar Berlusconi dengan patung replika Katedral Duomo di Milan. Dua gigi Berlusconi tanggal, hidungnya retak, dan bibirnya robek.

Bulan lalu Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengakui adanya kekacauan saat dua tamu tak diundang bisa masuk ke jamuan makan malam Gedung Putih dan bersalaman dengan Obama demi tampil di televisi.

Tahun lalu seorang wartawan Irak melempar mantan Presiden AS George W Bush dengan sepatu. Cara itu telah ditiru di seluruh dunia. Salah satu korbannya adalah Perdana Menteri China Wen Jiabao, yang dilempar sepatu oleh seorang mahasiswa saat menyampaikan pidato di Cambridge University.

Pada Maret lalu seorang aktivis pencinta lingkungan melemparkan cairan hijau ke arah Menteri Urusan Bisnis Inggris Peter Mandelson saat dia tiba dalam sebuah konferensi untuk mengurangi emisi karbon.

Berlusconi pun pernah mengalami serangan seperti pada Minggu lalu saat seorang pria memukul kepalanya dengan tripod kamera ketika berjalan di Piazza Navona di Roma tahun 2005.

Mematikan

Bentuk penyerangan lain terhadap pemimpin dunia terbukti mematikan. Di Belanda, pengamanan pejabat pemerintah kian diperketat menyusul pembunuhan politisi populis Pim Fortuyn tahun 2002.

Setahun kemudian Menteri Luar Negeri Swedia Anna Lindh juga tewas dibunuh. Pembunuhan Lindh memunculkan pertanyaan apakah politisi masih bisa merasa bebas melenggang di jalanan kota Stockholm bersama keluarga mereka.

Tahun 1990 Menteri Dalam Negeri Jerman (waktu itu) Wolfgang Schaeuble ditembak oleh seorang yang menderita gangguan jiwa dalam sebuah kampanye. Schaeuble, yang kini menjabat Menteri Keuangan Jerman, mengalami lumpuh dari bagian pinggang ke bawah.

Pemimpin lain yang rentan mengalami penyerangan adalah Paus Benediktus XVI. Paus secara teratur menemui masyarakat di Lapangan Basilika Santo Petrus. Tradisi itu terus berlanjut kendati pendahulunya, Paus Yohanes Paulus II, ditembak tahun 1981 dalam kegiatan serupa.

Kontak langsung

Masih banyak lagi pemimpin-pemimpin dunia yang terluka atau menemui ajal saat menemui publik mereka. Belum lagi pemimpin yang terancam akibat penerobosan keamanan.

Seperti pada pekan lalu saat para aktivis kelompok pencinta lingkungan, Greenpeace, menerobos masuk ke tempat pertemuan 27 pemimpin Uni Eropa. Penerobosan itu menimbulkan pertanyaan terhadap kualitas keamanan di blok tersebut.

Andrea Nativi, peneliti pada Military Center for Strategic Studies yang berbasis di Milan, Italia, mengatakan, pengamanan terhadap Berlusconi gagal karena dia melakukan apa yang tidak seharusnya dilakukan: melakukan kontak langsung dengan kerumunan orang.

”Di Italia, tidak ada pejabat tingkat tinggi yang memiliki cukup kekuasaan untuk berkata kepada dia (PM Berlusconi): ’Jangan lakukan itu’,” ujar Nativi.

Media-media Italia menyebutkan, serangan terhadap Berlusconi merefleksikan iklim politik yang penuh kekerasan. Bukan hanya di Italia, melainkan barangkali juga di negara-negara tempat penyerangan itu berlangsung.

Entah dilakukan oleh orang waras atau gila, ada faktor kebencian—seperti diakui Berlusconi—yang melatari perbuatan para penyerang itu. Saatnya para pemimpin dunia untuk makin waspada dan berhati-hati dengan cara mereka memimpin.

sumber

Related posts

Ciaaat… Monyet Jagoan Taekwondo Hajar Pelatih

December 17, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Jangan semena-mena terhadap binatang nanti kena tulah, kata para tetua. Entahlah, apakah pria ini ini kena tulah atau tidak. Sepasukan monyet yang telah dilatihnya untuk pertunjukan seni bela diri taekwondo melakukan balas dendam terhadapnya.

Lo Wung (42), pria itu mengajar monyet-monyet tersebut sehingga mereka dapat menghibur kerumunan orang di luar pusat pertokoan di Nshi, Provinsi Hubei, China bagian timur. Namun, primata yang mendatangkan uang itu membalikkan meja-meja Lo saat dia terpeleset dalam sebuah pertunjukan. Seekor monyet tanpa pikir panjang langsung menghajar sang pelatih dengan tendangan di kepala.

Hu Luang (32), penonton yang memotret insiden itu, mengatakan, “Saya melihat seekor (monyet) meninju tepat di matanya, dia (Lo) menangkap yang lain di telinganya dan itu ditanggapi monyet itu dengan menyabet hidung sang pelatih. Mereka berjingkrak-jingkrak dan melompat ke sana kemari. (Adegan) itu lebih baik dari sebuah film Bruce Lee.”

Pada suatu kesempatan, pelatih itu mendorong seorang stafnya untuk menyerang monyet-monyet itu. Hal itu justru menjadikan dirinya berhadapan dengan seekor monyet yang mengayunkan tongkat lalu menghajar kepalanya.

Lu Wung akhirnya berhasil mengendalikan monyet-monyet itu dengan menggunakan tali yang biasa digunakan untuk menghentikan mereka saat melarikan diri.

Hu mengatakan, “Dia (pelatih itu) sangat gusar, dia membuat monyet-monyet itu berlutut di tanah dengan tangan-tangan diikat ke belakang untuk menghukum dan membuat mereka menyesal atas serangan buruk tersebut.”

Related posts

Israel Serbu Jalur Gaza Utara

October 8, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Satu unit Angkatan Darat Israel dengan dukungan beberapa tank dan kendaraan lapis baja, Rabu malam, menyerbu satu daerah di bagian utara Jalur Gaza dan menghancurkan pertanian Palestina di tengah baku-tembak sengit, kata beberap saksi mata.

Kantor berita Xinhua mengutip saksi mata di bagian utara Jalur Gaza yang mengatakan pasukan darat Israel bergerak maju sekitar 100 meter ke dalam daerah yang dikuasai pejuang Palestina, sementara beberapa buldoser meratakan dengan tanah satu perkebunan dengan perlindungan beberapa helikopter.

Sayap bersenjata Front Rakyat bagi Pembebasan Palestina (PFLP) menyatakan dalam selebaran yang dikirim kepada wartawan bahwa anggotanya terlibat baku-tembak melawan tentara Israel dan menembakkan beberapa bom mortir ke arah mereka. Tak ada laporan mengenai korban.

Angkatan Darat Israel melancarkan serbuan hampir setiap hari ke dalam Jalur Gaza, yang dikuasai HAMAS, dan menyatakan militer Yahudi tersebut “bertindak guna mencegah gerilyawan garis keras menembakkan roket rakitan ke wilayah selatan Israel”.

Sementara itu, di Tepi Barat Sungai Jordan, pasukan keamanan menyatakan pasukan Angkatan Darat Israel menangkap 20 orang Palestina di berbagai daerah Tepi Barat. radio Israel mengkonfirmasi penangkapan tersebut, dan menyatakan mereka “adalah orang yang dicari oleh dinas intelijen keamanan Israel”.

Radio itu, yang mengutip keterangan juru bicara Angkatan Darat Israel, menyatakan tentara menemukan satu senapan di rumah salah seorang yang ditahan tersebut.

Israel melancarkan agresi militer pada Desember-Januari ke wilayah Jalur Gaza, sehingga menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina, kebanyakan warga sipil.

Kini pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga tak pernah menghentikan kegiatan pembangunan permukiman Yahudi. Satu laporan Peace Now awal pekan ini menyatakan sebanyak 800 unit rumah baru sedang dibangun di permukiman di seluruh wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan, kendati AS menyeru Israel agar menghentikan pembangunan permukiman.

Organisasi pengawas permukiman Israel itu menyatakan kegiatan sedang berlangsung selama tiga bulan belakangan di 34 permukiman untuk membangun semua rumah tersebut.(*)

sumber

Related posts