SBY-Boediono Dilantik, Rupiah Menguat
October 20, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank, Jakarta, Selasa (20/10) pagi, naik mendekati angka Rp 9.300 per dollar AS, terdongkrak dengan dilantiknya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI untuk kedua kalinya.
Nilai tukar rupiah menguat 30 poin menjadi Rp 9.360-Rp 9.370 per dollar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Rp 9.390-Rp 9.400.
Pengamat pasar uang, Harry Kurniawan, di Jakarta, Selasa, mengatakan, pelantikan presiden RI pagi ini memberikan sentimen positif terhadap pasar. Para pelaku pasar aktif membeli rupiah sehingga mengalami kenaikan yang cukup besar. Selain itu, rupiah juga didukung oleh membaiknya bursa Wall Street dan melemahnya dollar AS terhadap euro.
“Kami optimistis rupiah akan terus menguat hingga mencapai angka Rp 9.300 per dollar AS setelah Presiden melantik calon menteri yang telah melakukan uji kelayakan,” katanya.
Untuk sementara, kata dia, rupiah diperkirakan masih akan berada antara Rp 9.350 dan Rp 9.370 per dollar AS karena pelaku saat ini sedang fokus terhadap pelantikan para menteri apakah akan ada perubahan. “Para pelaku pasar memperkirakan, perubahan yang terjadi terutama di bidang perekonomian,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat pasar uang lainnya, Farial Anwar, memperkirakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2010 akan lebih baik daripada tahun 2009. Karena itu, rupiah ke depan akan semakin baik dan peluang untuk bisa mencapai angka Rp 9.000 per dollar AS cukup besar.
Farial Anwar, yang juga Direktur Currency Management Board, mengatakan, potensi rupiah untuk naik lagi sangat besar karena investasi asing akan semakin besar setelah pelantikan presiden pada hari ini memberikan nilai positif terhadap pasar.
Related posts
Sumpah SBY-Boediono untuk Indonesia
October 20, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono secara resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2009-2014 oleh MPR, Selasa (20/10).
Keduanya mengucapkan sumpah di hadapan Sidang Paripurna MPR sesuai Pasal 9 Undang-Undang Dasar 1945. Pengambilan sumpah dilakukan dengan didampingi seorang rohaniwan.
Inilah sumpah Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono atas jabatan yang akan diembannya selama lima tahun ke depan:
“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa”.
Seusai pengucapan sumpah, SBY-Boediono bersama pimpinan MPR menandatangani berita acara pelantikan. Selanjutnya berita acara tersebut diserahkan oleh Taufiq Kiemas kepada SBY-Boediono.
Related posts
Istri Dianiaya Suami Karena Pilih SBY
August 29, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Yusriani (30), warga Desa Padangmutung Kecamatan Kampar Timur, Kabupaten Kampar, Riau, menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hanya karena tidak mau menuruti keinginan Abubakar yang tak lain adalah suaminya untuk memilih pasangan Capres dan Cawapres tertentu pada Pemilu Presiden (Pilpres).
“Kasus KDRT pada saat Pilpres di Kampar kini dalam proses penyidikan,” kata Kepala Kepolisian Resor Kampar, AKBP MZ Muttaqien, kepada ANTARA News di Pekanbaru, Rabu.
MZ Muttaqien menjelaskan, penganiayaan itu berawal ketika Yusriani menolak permintaan Abubakar untuk memilih pasangan Jusuf Kalla-Wiranto pada saat pemungutan suara. Namun, sang isteri menolak permintaan suaminya karena mengaku ingin memilih untuk pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.
“Kemudian suaminya tiba-tiba naik pitam dengan menganiaya isterinya sendiri dengan cara mencekik, mencakar lehet dan membakar formulir C4 milik istrinya,” ujar Muttaqien.
Menurut dia, polisi telah menemukan sejumlah saksi kasus penganiayaan tersebut dan kini dalam proses penyelidikan. (*)
Related posts
Mega-Prabowo 26,79 %, SBY-Boediono 60,80 %, JK-Wiranto 12,41 %
July 23, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

KPU telah merampungkan rekapitulasi nasional di 33 provinsi se-Indonesia dan luar negeri. Hasilnya sebagaimana bisa diprediksi, SBY-Boediono berada di puncak dan JK-Wiranto di buncit.
Data yang disampaikan KPU di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2009), SBY Boediono memperoleh suara 73.874.562 atau 60,80 persen dari total
suara sah. Sedangkan Mega-Prabowo menduduki posisi kedua dengan suara 32.548.105
atau 26,79 persen.
Posisi paling buncit ditempati JK-Wiranto dengan suara 15.081.814 atau 12,41
persen. Adapun total suara sah dalam Pilpres 2009 adalah 121.504.481.
( sho / gah )
pemilu.detiknews.com
Related posts
Mau Jadi Menterinya SBY…, Simak Empat Kriteria Ini!
July 23, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Walau proses pemilu pemilihan presiden (pilpres) belum selesai, dengan keunggulan SBY-Boediono untuk sementara, banyak kalangan ingin tahu kebijakan SBY dalam menyusun kabinetnya. Mirip tatkala melontarkan syarat bagi calon wakilnya untuk maju dalam pertarungan pilpres, kali ini SBY pun mengajukan kriteria bagi anggota kabinetnya sewaktu ia benar-benar menang dan dilantik menjadi presiden RI, kelak.
Ketua Bidang Politik Partai Demokrat Anas Urbaningrum menuturkan ada empat kriteria bagi siapapun yang dianggap layak oleh SBY menjabat menteri atau pejabat setingkat menteri. Kriterianya adalah orang tersebut harus memiliki kecakapan, integritas, loyalitas pada tugas, dan bisa membentuk team work yang baik yakni seirama dengan sistem presidensial yang hendak ditegakkan oleh SBY. “Sekalipun dari parpol tetap harus memenuhi kriteria tersebut,” kata Anas pada Kompas.Com, Rabu (22/7).
Lebih lanjut, Anas mengatakan urusan kabinet secara penuh diserahkan kepada presiden terpilih. “Kita beri kebebasan dan keleluasaan penuh sesuai dengan sistem presidensial yang ada kaidah hak prerogatif itu untuk memilih para pembantu yang terbaik,” tutur Anas.
Oleh karena itu, tambahnya, pemilihan para pembantu presiden tidak berdasarkan titipan atau rekomendasi partai politik termasuk kesembilan belas koalisi partai yang mengusung pasangan SBY-Boediono. “Jadi saya kira tidak ada rekomendasi-rekomendasilah ya. Kontrak politik ada, tapi itu isinya platform dan agenda kerja. Presiden terpilih sudah tahu semua tokoh-tokoh terbaik yang cocok yang bisa membantu tugas presiden,” kata Anas.
Terkait dengan hal tersebut, Anas mengaku di Partai Demokrat belum ada pembicaraan soal kabinet. Mereka berkomitmen tidak bicarakan kabinet. “Kami serahkan penuh pada presiden terpilih,” ucap Anas.
Salah satu bukti SBY akan memegang empat kriteria dalam menyaring para pembantunya, terang Anas adalah ketika SBY memilih Boediono sebagai wakilnya. Menurut hematnya, itu sebuah terobosan. “Logikanya bukan logika politik, kabinetnya itu bukan kabinet politik tapi kabinet kerja. Membantu presiden agar pemerintahan berjalan efektif,” pungkas Anas.
kompas.com
Related posts
SBY Sangat Prihatin dengan Ledakan di Ritz Charlton
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa prihatin dengan ledakan yang terjadi di Hotel Ritz Charlton dan JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta. Oleh karena itu, SBY akan langsung menuju lokasi kejadian ledakan.
“Presiden sangat prihatin dengan kejadian ini karena selama lima tahun terakhir sitruasi keamanan cukup baik,” kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng kepada detikcom, Jumat (17/7/2009).
Andi mengatakan, bahkan Indonesia baru saja sukses menyelenggarakan Pemilu Legislatif dan Pilpres dengan aman.
“Untuk itu Presiden ingin melihat langsung dampak kerusakan yang terjadi dan sekaligus memberikan arahan-arahan. Saat ini pejabat terkait sudah berada di lokasi,” imbuh Andi.
Apakah SBY akan ke lokasi ledakan usai Salat Jumat? “Nampaknya begitu,” pungkas Andi.
detiknews.com
Related posts
SBY Tinjau Lokasi Ledakan di Ritz Carlton
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) datang alias melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi kejadian ledakan di Hotel Riz Carlton dan JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta.
Berdasarkan informasi yang detikcom himpun dari Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, Jumat (17/7/2009), SBY dan rombongan segera menuju ke lokasi.
Ledakan ini terjadi sekitar 08.00 WIB. Belum diketahui secara pasti sumber ledakan tersebut.
detik.com



