Ajakan Berpuasa dari London
September 9, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Walikota London, Boris Johnson, mengajak masyarakat kota London untuk ikut berpartisipasi dan meningkatkan pemahaman mereka mengenai Islam dan bahkan ikut berpuasa selama sehari. Ajakan Walikota London yang dikenal dengan rambutan acakan acakan itu disampaikan saat ia berkunjung ke Masjid London Timur dan London Muslim Centre.
Seperti ditulis oleh media massa Inggris, Boris Johnson mengatakan kaum Muslim di London ditantang untuk mengubah stereotipe tradisonal dan menunjukkan bahwa mereka ingin menjadi bagian dari mainstream. Kunjungan Walikota London yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dimana umat Muslim di seluruh dunia menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan tidak makan dan minum mulai dari fajar hingga matahari terbenam.
Menurut Boris Johnson, umat Islam ingin menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat London, entah mereka pekerja di teater, komedi, olahraga, musik, atau politik. “Umat Islam menantang stereotip tradisional dan menunjukkan bahwa mereka dan ingin menjadi bagian dari masyarakat arus utama. Itu sebabnya saya mengajak masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan, untuk mengetahui lebih lanjut tentang Islam, meningkatkan pemahaman dan pembelajaran, bahkan berpuasa sehari dengan tetangga muslim dan berbuka puasa di mesjid setempat.”
“Saya akan merasa sangat terkejut jika anda warga London tidak menemukan bahwa Anda berbagi lebih banyak kesamaan daripada yang Anda pikirkan,” ujarnya. Menurut Boris, umat Muslim berada di jantung dari setiap aspek masyarakat. Kontribusi mereka sesuatu yang sangat bermanfaat di London mulai dari polisi, dokter, ilmuwan, dan guru merupakan bagian penting dari kehidupan kota London.
“Keuangan Islam memberikan kontribusi kepada perekonomian dengan mengubah cara London berinvestasi, menyimpan, meminjam, dan pengeluaran.” Menurut Boris Johnson, dari Ramadhan, ada pelajaran berharga bahwa orang-orang dari semua latar belakang bisa belajar dari Islam seperti pentingnya semangat masyarakat ikatan keluarga, kasih sayang dan membantu mereka yang kurang beruntung.
Related posts
Puasa Anti Lemas
August 25, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Selama berpuasa, pola makan kita mengalami perubahan dari tiga kali sehari menjadi dua kali, yakni selama sahur dan berbuka. Akibatnya, energi yang dipakai untuk kinerja fungsi organ tubuh pun mengalami penurunan. Hal inilah yang perlu diwaspadai agar tubuh tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah puasa.
Banyak orang yang merasa lapar dan lemas selama puasa. Mereka pun akhirnya memilih untuk mengurangi aktivitas fisik agar rasa lemas tidak terasa. Rasa lemas saat berpuasa, menurut dr.Samuel Oetoro, MS.Sp.GK, ahli gizi dari Semanggi Spesialist Clinic, disebabkan karena menurunnya gula darah secara berlebihan.
Bila gula darah turun terlalu rendah, badan akan terasa sangat lesu, gemetaran, mual, lapar, mual, kepala pusing, dan masih banyak lagi.
Untuk menyiasati turunnya gula darah secara berlebihan ini, Samuel menyarankan agar kita mengonsumsi glukosa yang merupakan salah satu karbohidrat terpenting sebagai sumber tenaga. “Agar kita tetap aktif, cadangan glukosa dan glikogen dalam tubuh harus cukup,” katanya.
Agar sumber energi tetap ada, pilih makanan dengan indeks glikemik rendah seperti kentang rebus, beras, atau buah-buahan. Selain itu, konsumsi pula makanan yang tinggi serat agar glukosa dapat naik perlahan.
Saat Sahur
Saat sahur, sebaiknya konsumsi nasi merah yang lebih kaya nutrisi dan padat serat. Nasi merah juga mengandung karbohidrat kompleks yang dicerna secara bertahap sehingga membantu tubuh mempertahankan rasa kenyang yang lebih lama sehingga ktia tidak mudah lapar saat puasa.
Pilihan lain selain nasi merah adalah roti gandum atau oatmeal. “Saat sahur, porsi makan kita kira-kira 40 persen yang terdiri dari 30 persen makan besar dan 10 persen camilan,” papar Samuel.
Camilan yang disarankan saat sahur adalah buah yang dimakan bersama kulitnya dan minum tiga gelas air. “Konsumsi buah saat Imsak,” kata Samuel. Yang terpenting saat sahur adalah menghindari makanan berlemak karena hormon insulin tubuh akan berlebihan. Insulin akan mempercepat turunnya kadar gula darah dan ini membuat Anda cepat lapar.
Saat Berbuka
Setelah berpuasa selama 14 jam, kadar glukosa akan semakin sedikit menjelang buka puasa. Karena itu, saat berbuka kita perlu makanan yang bisa menaikkan gula darah dengan cepat. Pilihan yang tepat adalah makanan yang manis namun tidak tinggi gula.
Selain kurma, Samuel menyarankan agar buka puasa didahului dengan segelas jus atau buah segar. Buah adalah sumber yang baik untuk mengganti kadar gula darah yang turun. Selain itu buah juga mudah dicerna sehingga tidak membuat pencernaan kaget.
Makanan besar atau menu utama, sebaiknya dikonsumsi setelah sholat maghrib setelah pencernaan beristirahat. Menu berbuka seharusnya mengandung karbohidrat, vitamin, lemak, protein, dan mineral. Tidak lupa dilengkapi sayur dan buah. Hindari makanan yang tinggi kalori seperti makanan bersantan, gulai, atau gorengan.
Terakhir, sebelum tidur malam, Samuel menyarankan agar kita mengonsumsi karbohidrat tanpa gula, misalnya buah segar. Bila dilakukan selama berpuasa, maka jumlah asupan kalori secara total dalam sehari akan di bawah jumlah asupan saat sedang tidak berpuasa.
Dengan pola makan seperti ini, sel-sel tubuh akan selalu aktif, tubuh selalu bugar, dan proses detoksifikasi juga akan terjadi.
Related posts
Inilah Tips Memilih Kurma yang Baik
August 24, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Memasuki bulan suci Ramadhan, banyak sekali buah kurma diperdagangkan. Buah kurma dikenal dengan kandungan gizi dan manfaatnya yang baik sebagai konsumsi saat berbuka puasa.
Namun, tidak semua kurma yang dijualbelikan di pasar berkualitas baik. Bagaimana kita tahu, mana kurma yang baik, dan mana yang kurang baik? Berikut ini ada tips memilih buah asal Timur Tengah itu menurut Prof Dr Hardinsyah, MS, Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, yang dihubungi Kompas.com, Senin (24/8).
Ciri buah bernama latin Phonex dactylifera yang baik adalah:
1. Selaput luarnya atau kulit arinya tidak rusak.
2. Tidak ada pelumuran gula atau madu sehingga tidak lengket saat dipegang.
3. Warnanya coklat-merah-kekuningan.
4. Bentuknya besar, bukan kecil-kecil.
5. Dikemas dengan baik.
6. Terdapat izin dari Departemen Kesehatan.
Menurut Hardinsyah, ada kurma di pasaran yang kurang baik karena dijual karungan. “Sehingga berdebu, kumuh, kotor. Selain itu kerap terdapat pasir dan potongan serat,” kata Hardinsyah.
Related posts
Islam, Ramadhan, dan Facebook
August 24, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Jika Anda penikmat situs jejaring sosial Facebook, di bulan puasa ini ada nilai plus yang bisa Anda lakukan melalui terobosan teknologi ini. Tidak ada yang bertentangan dengan pemahaman Islam jika Facebook sebagai situs jejaring sosial ditujukan untuk mengembangkan sifat-sifat positif dalam relasi dengan orang lain.
Ustaz Hilman Rosyad Syihab mengatakan, Facebook merupakan salah satu perangkat yang memudahkan kegiatan silaturahim yang dinilai sebagai ibadah dalam pemahaman ajaran Islam. “Kita bisa meringkas, melakukan efisiensi kegiatan ibadah yang bersifat silaturahim. Silaturahim dalam konteks Islam kan artinya dalam kebaikan,” tutur Ustaz Hilman di sela-sela Diklat DPW dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Jawa Barat di Hotel Bumi Wiyata Depok, Minggu (23/8).
Nilai-nilai kebaikan yang semestinya bisa dikembangkan melalui situs jejaring sosial ini adalah tolong-menolong dalam kebaikan, saling mengingatkan, terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman serta saling memotivasi.
Ustaz Hilman mencontohkan, dirinya sebagai salah satu penikmat Facebook kerap menemukan keluhan teman-temannya yang mayoritas adalah anak muda dalam menghadapi godaan sepanjang puasa. “Kalau dalam puasa ada keluhan yang disampaikan lewat Facebook, saya rasa ini kondisi riil, menceritakan realitas di lapangannya seperti itu sehingga dia membutuhkan penguatan dan pendalaman,” lanjutnya.
Menurut politisi PKS di DPR ini, berarti rekan yang sedang mengeluh tersebut membutuhkan sosok yang mengerti kondisinya dan dapat memberikan solusi kepada mereka dengan menuliskan komentar di “status” mereka. Ustaz Hilman mengaku setiap harinya menyediakan paling tidak dua jam untuk memberikan komentar atas “status” Facebook teman-temannya, terutama dalam masa Ramadhan ini untuk memberikan pencerahan.
Related posts
Pesan Ramadhan dari Barack Obama
August 22, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Presiden AS Barack Obama menjanjikan “tindakan konkrit” untuk memperbarui hubungan dengan dunia Muslim. Janji itu disampaikan Obama dalam pesannya untuk menandai awal Ramadhan.
“Saya ingin menegaskan kembali komitmen saya pada awal baru antara Amerika dan umat Islam di sekeliling dunia,” jelas Obama, Jumat (21/8), dalam pidato video yang disiarkan ketika sekitar 1,5 miliar umat Islam bersiap untuk satu bulan menunaikan ibadah puasa dan perenungan.
Pidato Jumat itu menggemakan pidato penting Obama di Kairo Juni, ketika ia meletakkan cetak biru baru bagi kebijakan AS di Timur Tengah, berjanji untuk mengakhiri kecurigaan yang memburuk.
Sejak itu, Obama mengatakan kedutaan-kedutaan besar AS di dunia Muslim telah mengadakan konsultasi dengan pemerintah dan warga, dan ia sekarang “memusatkan perhatian untuk mengejar tindakan konkrit”.
“Kami mendengar. Kami mendengarkan anda,” ia mengatakan. Obama juga menjanjikan dukungan “penuh” pada penyelesaian dua negara bagi konflik Palestina-Israel, serta untuk “dengan bertanggungjawab mengakhiri perang di Irak”.
Bulan puasa Islam mulai Sabtu di sebagian besar dunia Arab dan Iran. Namun, semua warga Libya dan juga Muslim Syiah di Libanon, yang menetukan bulan itu menurut perhitungan astronomi, memulai puasa mereka Jumat.
Related posts
Padat Jemaah Saat Tarawih Pertama
August 22, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Pelaksanaan shalat tarawih pertama bulan suci Ramadhan 1430 Hijriah beberapa masjid di Kota Padang, Sumatra Barat dipenuh jemaah. Dari pantauan ANTARA Jumat (21/8) malam, di Masjid Nurul Iman, Muhamaddiyah, Masjid Raya Ganting penuh dipadati jemaah untuk shalat tarawih yang berlangsung khusuk aman dan tertib.
Anto, salah seorang petugas Masjid Nurul Iman, di Padang, mengatakan, pada pukul 18.30 WIB masyarakat Kota Padang berbondong untuk pergi ke Masjid Nurul Iman untuk shalat Isa dan tarawih berjamaah. Anto mengatakan, malam pertama shalat tarawih di Masjid tersebut penuh dipadati jemaah, sehingga ada yang melaksanakan shalat di teras masjid.
“Bunyi petasan tidak ada terdengar hingga pelaksanaan shalat tarawih, hanya lantunan ayat-ayat suci Al Quran yang di kumandangkan dari masjid,” ungkapnya. Dia berharap, tidak ada terdengar lagi bunyi petasan sampai berakhir bulan suci Ramadhan, karena akan mengganggu orang dalam melaksanakan ibadah.
Sehabis shalat tarawih para jemaah melanjutkan tadarus membaca Al Quran. Sementara itu juru parkir (jukir) di Masjid Nurul Iman kebagian rezeki dari jemaah shalat tarawih. Mobil dan sepeda motor memenuhi di halaman masjid hingga ke jalan raya.
“Lihat saja mobil dan sepeda motor yang parkir di halaman Masjid Nurul Iman penuh sesak bahkan sampai ke jalan raya,” kata Udin, juru parkir Masjid Nurul Iman Padang.



