Sumpah SBY-Boediono untuk Indonesia
October 20, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono secara resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2009-2014 oleh MPR, Selasa (20/10).
Keduanya mengucapkan sumpah di hadapan Sidang Paripurna MPR sesuai Pasal 9 Undang-Undang Dasar 1945. Pengambilan sumpah dilakukan dengan didampingi seorang rohaniwan.
Inilah sumpah Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono atas jabatan yang akan diembannya selama lima tahun ke depan:
“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa”.
Seusai pengucapan sumpah, SBY-Boediono bersama pimpinan MPR menandatangani berita acara pelantikan. Selanjutnya berita acara tersebut diserahkan oleh Taufiq Kiemas kepada SBY-Boediono.
Related posts
Ahmadinejad Diisukan Berdarah Yahudi
October 7, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, yang dikenal anti-Yahudi, diisukan sebagai seorang berdarah Yahudi.
Alasannya, dia terlahir dengan nama Sabourjian. Dalam bahasa Ibrani, nama ini berarti ’kain tenun’. Sikap radikal dan anti-Yahudi Ahmadinejad bertujuan menyembunyikan masa lalunya.
Hal ini ditulis harian Inggris, Telegraph, dalam tiga tulisan, Sabtu (3/10). Di harian itu termuat potret Ahmadinejad saat mengangkat kartu identitasnya dalam pemilu presiden Iran, Maret 2008. Catatan singkat di kartu identitas itu menunjukkan keluarga mengubah namanya menjadi Ahmadinejad ketika mereka masuk Islam.
Keluarga Sabourjian dulunya berasal dari Aradan, tempat kelahiran Ahmadinejad. Nama itu merupakan turunan dari ”penenun Sabour”, nama selendang Tallit Yahudi di Persia. Nama ini terdapat dalam daftar nama warga Yahudi di Iran yang disusun Departemen Dalam Negeri Iran.
Ali Nourizadeh dari Pusat Studi Arab dan Iran mengatakan, latar belakang ini menjelaskan banyak hal tentang siapa Ahmadinejad. Ada satu kebiasaan buruk, setiap keluarga yang beralih memeluk agama lain selalu mengambil identitas baru dengan menghujat kepercayaan lama mereka.
”Dengan membuat pernyataan anti-Israel, dia mencoba menumpahkan kecurigaan tentang pertalian Yahudi-nya. Dia merasa terancam dalam masyarakat Syiah radikal.”
Seorang ahli Yahudi kelahiran Iran yang tinggal di London mengatakan, akhiran jian menunjukkan keluarga mereka secara spesifik berlatar belakang Yahudi. ”Dia telah mengubah namanya karena alasan agama atau setidaknya mengikuti orangtua,” kata dia. Dia melanjutkan, ”Sabourjian adalah nama Yahudi di Iran.”
Dibantah
Pemimpin Iran ini tidak menyangkal namanya diubah ketika keluarganya pindah ke Teheran pada 1950-an. Sebelumnya, para kerabatnya mengatakan, gabungan alasan keagamaan dan tekanan ekonomi membuat ayahnya, Ahmad Sabourjian, mengubah nama anaknya itu ketika masih berusia empat tahun. Iran merupakan tanah air komunitas Yahudi terbesar di luar Israel.
Namun, Direktur Radio Suara Israel divisi bahasa Persia, Menashe Amir, dan pakar soal Iran membantah semua itu. ”Perubahan nama Ahmadinejad tidak ada kaitan dengan Yahudi,” katanya seperti dikutip situs Israel, National News, Selasa (6/10).
Rumor bahwa Ahmadinejad adalah seorang Yahudi bukan lagi hal baru di Iran.
Related posts
Trik Presiden Perancis Manipulasi Tinggi Badan
September 10, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Tinggi badan merupakan hal sensitif bagi Presiden Perancis Nicolas Sarkozy. Dengan tinggi 165 cm, tubuh Sarkozy memang tidak termasuk tinggi jika dibandingkan orang-orang Perancis atau Eropa pada umumnya.
Ketika mengunjungi sebuah pabrik besar, pabrik teknologi bermotor Faurecia di Caligny, sebelah selatan Caen, Normandia, Kamis pekan lalu, asisten Sarkozy mengatur sedemikian rupa agar Sang Presiden terlihat gagah karena pidatonya akan disiarkan melalui televisi dan diliput berbagai media seantero negeri.
Namun, muncul pemandangan tak biasa lantaran Sarkozy berpidato dengan latar belakang 20 orang “pendek”. Orang-orang itu mengenakan jas laboratorium putih dan diminta berdiri di belakang Sarkozy. Hal itu membuat suami mantan supermodel Carla Bruni ini terlihat lebih tinggi saat berpidato di televisi. Demikian kabar yang dikutip dari Telegraph, Selasa (8/9).
Belakangan diketahui bahwa 20 orang itu diambil dari 1.400 pekerja Faurecia yang telah melewati seleksi tinggi badan. Tinggi mereka tidak boleh melebihi 165,1 cm agar tidak menyamai atau lebih tinggi dari tinggi badan Sarkozy.
Strategi itu ketahuan gara-gara seorang peneliti perempuan yang mengenakan jubah laboratorium berwarna putih mengungkapkan bahwa ia terpilih untuk naik ke atas panggung karena tubuhnya pendek. Ia mengakui bahwa mereka yang terpilih memang tak boleh melebihi tinggi Sarkozy.
Mereka kemudian menggantikan posisi pekerja yang biasanya bekerja di sebuah unit yang dipakai oleh Sarkozy untuk berpidato tentang industri mobil. Berkat penataan itu, Sarkozy tampak lebih “seram” dari biasanya. Tak hanya itu, tinggi Sarkozy pun bertambah 5 cm berkat hak sepatunya.
Bukan sekali ini saja asisten Sarkozy memanipulasi tinggi junjungannya. Bulan Juni, Sarkozy pernah mencoba trik lain untuk memberikan kesan tinggi. Ia menggunakan pengganjal kaki saat menyampaikan pidato di salah satu pantai Normandia. Namun, dengan berada di antara Presiden AS Barack Obama (188 cm) dan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown (180,3 cm), trik itu pun gagal.
Apabila insiden Juni itu dianggap sebagai hal yang lucu bagi khalayak umum, trik Sarkozy kali ini dianggap telah memanipulasi media. Majalah mingguan Marianne menggambarkannya sebagai “Studio Sarko” dan membandingkannya dengan perusahaan film Hollywood yang secara mati-matian ingin mendorong popularitas
Related posts
Presiden: Tahun 2010 Seluruh Desa Terhubung Internet
August 28, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Pemerintah menargetkan pada tahun 2010 seluruh desa dan kecamatan di Tanah Air telah terhubung dengan infrastuktur telepon dan internet.
“Pembangunan infrastruktur informatika dan telekomunikasi dasar ke seluruh pelosok tanah air adalah wujud nyata dari tekad bersama membangun kesatuan Indonesia,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat berpidato pada Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu.
Pada tahun 2010 seluruh daerah perbatasan di tanah air juga diharapkan dapat menerima siaran TVRI dan RRI.
Menurut Presiden, keberhasilan paradigma “Pembangunan untuk Semua” memerlukan beberapa prasyarat, di mana perbaikan kemakmuran dan kualitas hidup rakyat secara merata ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur dasar.
Pembangunan infrastruktur meliputi jalan raya, irigasi, pelabuhan laut, pelabuhan udara, penyediaan air bersih, telekomunikasi, dan infrastruktur energi dan kelistrikan.
Perbaikan kualitas infrastruktur di daerah padat penduduk seperti Jawa, terutama Jakarta, dibangun “Jakarta Mass Rapid Transit System Project”, untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.
Pembangunan transportasi nasional juga dipadukan secara tersistem dengan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
“Percepatan pengembangan wilayah melalui pembangunan infrastruktur untuk membuka keterisolasian daerah-daerah terpencil,” ujarnya.
Khusus infrastruktur penyediaan air minum, pemerintah juga mengambil kebijakan strategis dengan pemberian jaminan dan subsidi bunga kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Program ini salah satu upaya mewujudkan “millennium development goals” (MDGs), dalam bentuk penurunan separoh proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum pada tahun 2015.
“Air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat, yang harus tersedia dalam jumlah yang cukup merata, dan dengan mutu yang baik,” kata Presiden.(*)



