Zuhri Lihai Cerita Revolusi Perancis dan Perang Dingin

October 15, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Dua tersangka teroris yang baru tewas dalam penggerebekan, Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, ternyata sudah tinggal di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, sejak bulan Ramadhan lalu. Keduanya menyamar dengan nama lain dan mengaku sebagai teknisi komputer dan penjual es campur.

Hal tersebut diceritakan ML, seorang mahasiswa baru di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) yang merasa selama ini mungkin dijadikan target sebagai “pengantin” oleh kedua buron tersebut. Kepada Persda Network, ML mengaku bertemu Zuhri dan Syahrir di kawasan Ciputat sejak pertengahan bulan Ramadhan atau bulan September lalu.

Teroris kakak beradik tersebut sejak bulan Ramadhan sering tarawih di Masjid As Salam, yang hanya berjarak 100 meter dari rumah kos Zuhri dan Syahrir. Di Masjid itulah awalnya Zuhri-Syahrir bertemu dengan Z, pemuda asal Jawa Timur yang sedang mencari pekerjaan di Jakarta. Z adalah teman dari ML. Pertemuan itu persisnya terjadi malam ke-20 bulan Ramadhan.

Kepada Z, Zuhri yang pandai mendoktrin membuka pembicaraan soal hukum-hukum Islam. Z, yang pernah mondok di pesantren, merasa obrolannya nyambung. Ketika itu Zuhri bersama dengan Syahrir. Karena percaya, Z memberitahukan tempat tinggal sementaranya kepada Zuhri-Syahrir.

Bak gayung bersambut, Zuhri dan Syahrir mendatangi tempat tinggal sementara Z yang menumpang di rumah kos temannya di kawasan Ciputat. Layaknya tamu, saat bertandang ke rumah kos Z, Zuhri-Syahrir menyalami penghuni kos lainnya yakni R dan ML. Kepada mereka, Zuhri mengaku bernama Rahman, sedangkan Syahrir bernama Sidik.

Di kosan tersebut, hanya ML yang membuka diri kepada Syahrir-Zuhri. Kepada ML, Zuhri membuka obrolan soal mitos tujuh abad Islam (Islam maju abad 7-14, Islam mundur abad 14-21, dan Islam maju lagi abad 21-seterusnya). Kepadanya, Zuhri berkata, “Islam akan mengalami kemajuan kembali. Pertanyaannya apakah kita mau sebagai penonton atau pelaku juga,” tiru ML.

Sebagai mahasiswa baru, ML sempat kagum dan terpesona. Apalagi, Zuhri juga lihai bercerita panjang soal Revolusi Perancis dan Perang Dingin di Eropa. “Nada bicaranya halus banget. Saya kagum dengan pengetahuannya saat berbicara pada malam pertemuan pertama itu,” ujar ML.

Kepada ML, Rahman alias Zuhri mengaku bekerja sebagai teknisi komputer di Pasar Ciputat. Sedangkan Sidik alias Syahrir mengaku berjualan es campur di Ciputat. Zuhri-Syahrir mengaku tinggal di Ciputat, tetapi tidak mengatakan alamat lengkapnya. Ia tidak menyangka kalau dua tamunya tersebut adalah teroris buronan Densus 88 Antiteror.(YOG)

sumber

Related posts

Terbongkar Rencana Soviet Invasi ke Inggris

August 28, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Sebuah peta mengungkap rencana Soviet menggelar invasi ke Manchester. Peta yang dibuat 35 tahun lalu itu menunjukkan kota di Inggris sebagai target serangan sejumlah tank Soviet.

Uni Soviet mengindentifikasi kemungkinan tank T-72 Soviet menerobos Mancunian Way. Dalam peta itu juga, Soviet mewarnai target yang ditandai dengan kode di sekitar Manchester termasuk lokasi nuklir dan penjara.

Chris Perkins, dosen geografi University of Manchester dan kurator ekshibisi tahunan Royal Geographical Society mengungkap keberadaan peta tersebut. “Sungguh luar biasa keterangan rinci yang terdapat di dalam peta itu,” katanya.

Peta itu menunjukkan sejumlah jalan yang dikenal oleh sebagian besar warga Mancunian yang diyakini oleh Soviet dapat diterobos dengan tank termasuk Washway Road, the Mancunian Way, serta Princess Road. Beberapa nama jalan bahkan dialihkan ke dalam bahasa Rusia seperti Urmston, Salford serta Stretford.

Pembuat peta ini menggunakan kumpulan data dari peta Ordance Survey, satelit, atlas jalan serta aksi spionase selama 1974. Para pembuat itu juga menambahkan informasi rahasia seperti penjara Strangeways serta lokasi riset nuklir Risley Moss.

Perkins menambahkan militer Soviet mengumpulkan data peta tersebut dengan merekamnya dari udara diantaranya dengan menggunakan pesawat intai serta pencitraan satelit. Data yang direkam dari udara itu untuk melengkapi informasi peta survei UK Ordnance dan petunjuk jalur perdagangan serta atlas yang telah dipublikasikan.

Peta ini sempat mendapatkan proteksi keamanan tingkat tinggi selama perang dingin. Namun, peta ini mulai dipublikasikan setelah runtuhnya Uni Soviet.

“Setelah dinyatakan tidak masuk klasifikasi dokumen khusus oleh Rusia, peta tersebut beredar di pasar internasional,” kata Perkins. Peta ini diperagakan di konferensi tahunan Royal Geographical Society pekan ini dan selanjutnya disimpan di John Rylands Library hingga Januari tahun depan.

sumber

Related posts