Perancis Temukan Jejak Dinosaurus Terbesar

October 16, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Para peneliti menemukan setidaknya 20 jejak dinosaurus dengan diameter 1,4-1,5 meter yang tersebar di area seluas 10 hektar di kawasan Pegunungan Jura, Perancis timur. Jejak dinosaurus ini diduga sebagai jejak yang paling besar yang pernah ditemukan.

Peneliti Jean-Michel Mazin dari National Center of Scientific Research, Perancis, Rabu (7/10), menduga masih ada ratusan, bahkan ribuan, jejak yang terpendam.

Daerah Jura diyakini pernah menjadi tempat berkumpulnya Sauropod, dinosaurus terbesar dan berleher panjang yang memakan tumbuh-tumbuhan 150 juta tahun yang lalu.

Dari jejak yang ditemukan, Sauropod diperkirakan memiliki berat 33-44 ton dengan panjang 25 meter. Dari jejak itu pun, para peneliti bisa mengetahui perilaku dan kebiasaan Sauropod.

sumber

Related posts

Trik Presiden Perancis Manipulasi Tinggi Badan

September 10, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Tinggi badan merupakan hal sensitif bagi Presiden Perancis Nicolas Sarkozy. Dengan tinggi 165 cm, tubuh Sarkozy memang tidak termasuk tinggi jika dibandingkan orang-orang Perancis atau Eropa pada umumnya.

Ketika mengunjungi sebuah pabrik besar, pabrik teknologi bermotor Faurecia di Caligny, sebelah selatan Caen, Normandia, Kamis pekan lalu, asisten Sarkozy mengatur sedemikian rupa agar Sang Presiden terlihat gagah karena pidatonya akan disiarkan melalui televisi dan diliput berbagai media seantero negeri.

Namun, muncul pemandangan tak biasa lantaran Sarkozy berpidato dengan latar belakang 20 orang “pendek”. Orang-orang itu mengenakan jas laboratorium putih dan diminta berdiri di belakang Sarkozy. Hal itu membuat suami mantan supermodel Carla Bruni ini terlihat lebih tinggi saat berpidato di televisi. Demikian kabar yang dikutip dari Telegraph, Selasa (8/9).

Belakangan diketahui bahwa 20 orang itu diambil dari 1.400 pekerja Faurecia yang telah melewati seleksi tinggi badan. Tinggi mereka tidak boleh melebihi 165,1 cm agar tidak menyamai atau lebih tinggi dari tinggi badan Sarkozy.

Strategi itu ketahuan gara-gara seorang peneliti perempuan yang mengenakan jubah laboratorium berwarna putih mengungkapkan bahwa ia terpilih untuk naik ke atas panggung karena tubuhnya pendek. Ia mengakui bahwa mereka yang terpilih memang tak boleh melebihi tinggi Sarkozy.

Mereka kemudian menggantikan posisi pekerja yang biasanya bekerja di sebuah unit yang dipakai oleh Sarkozy untuk berpidato tentang industri mobil. Berkat penataan itu, Sarkozy tampak lebih “seram” dari biasanya. Tak hanya itu, tinggi Sarkozy pun bertambah 5 cm berkat hak sepatunya.

Bukan sekali ini saja asisten Sarkozy memanipulasi tinggi junjungannya. Bulan Juni, Sarkozy pernah mencoba trik lain untuk memberikan kesan tinggi. Ia menggunakan pengganjal kaki saat menyampaikan pidato di salah satu pantai Normandia. Namun, dengan berada di antara Presiden AS Barack Obama (188 cm) dan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown (180,3 cm), trik itu pun gagal.

Apabila insiden Juni itu dianggap sebagai hal yang lucu bagi khalayak umum, trik Sarkozy kali ini dianggap telah memanipulasi media. Majalah mingguan Marianne menggambarkannya sebagai “Studio Sarko” dan membandingkannya dengan perusahaan film Hollywood yang secara mati-matian ingin mendorong popularitas

sumber

Related posts

Brasil Akan Borong 36 Jet Tempur Rafale

September 8, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva resmi melakukan negosiasi akhir untuk membeli 36 jet tempur Rafale yang dibuat oleh Dassault Aviation Perancis, kata sebuah sumber kepresidenan Brasil pada Senin (7/9).

Pengumuman itu bertepatan dengan kunjungan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, yang berpartisipasi dalam perayaan Hari Kemerdekaan Brasil pada Senin, sebagaimana dikutip dari AFP.

Dua finalis lainnya dalam tender untuk memasok jet tempur bernilai sebanyak 3 miliar dollar AS itu adalah Boeing Co dan Saab AB.

sumber

Related posts

Heboh Ikan Piranha di Sungai Perancis

August 21, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Seorang pemancing mendapatkan ikan piranha di sebuah sungai di Elzas, Perancis. Penemuan ini mengejutkan karena ikan jenis ini hanya ada di perairan Amerika Latin, seperti di wilayah Amazona.

Tidak jelas bagaimana piranha bisa terdampar di perairan Perancis yang dingin. Diduga ikan itu dilepaskan oleh orang dari sebuah akuarium. Piranha adalah ikan yang hidup dalam koloni. Akuarium terlalu kecil untuk ikan jenis ini.

Piranha dikenal sebagai ikan karnivora atau pemakan daging. Namun, sebenarnya ikan ini tidak seganas yang dibayangkan. Mereka menjadi buas pada musim kering saat mangsa menipis. Pada saat seperti itu mereka akan makan daging, bahkan ikan sejenis. Ikan bergigi tajam ini bisa menggigit manusia, tapi tidak sebuas seperti yang digambarkan di film-film.

sumber

Related posts

Perancis Larang Burkini di Kolam Renang

August 14, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Aparat Perancis melarang seorang perempuan Muslim, yang mengenakan pakaian renang yang menutup seluruh tubuh, berenang di kolam renang umum.

BBC, Rabu, melaporkan, perempuan itu telah berenang sejak Juli lalu di Emerainville, di timur kota Paris, dalam pakaian renang yang disebut burkini (pakaian renang longgar yang menutup seluruh tubuh dan dilengkapi penutup kepala). Namun, staf di kolam renang itu menghentikan perempuan tersebut Agustus ini berdasarkan pertimbangan higienitas.

Daniel Guillaume dari manajemen kolam renang mengatakan, perempuan itu telah diingatkan tentang aturan yang melarang orang mengenakan pakaian saat berenang di kolam renang publik. Perempuan itu adalah orang Perancis yang memeluk Islam. Ia membeli pakaian renang itu di Dubai.

“Jelas ini pemisahan,” kata perempuan itu, sebagaimana dikutip surat kabar Le Parisien, yang mengidentifikasinya hanya sebagai Carole. “Saya akan bertarung untuk mencoba mengubah sesuatu. Dan jika saya lihat pertarungan itu kalah, saya tidak mengesampingkan (kemungkinan) untuk meninggalkan Perancis,” kata perempuan tersebut.

Wali Kota Emerainville Alain Kelyor mengatakan, “Semua ini tidak ada kaitannya dengan Islam. Pakaian renang itu bukan pakaian renang Islam. Jenis pakaian seperti itu tidak ada dalam Al Quran.”

Larangan itu muncul saat pemerintah mengkaji cara untuk membatasi pemakaian burka yang oleh Presiden Perancis dinilai sebagai merendahkan martabat perempuan. Dalam sebuah pidato, Juni lalu, Presiden Nicolas Sarkozy mengatakan, burka—pakaian perempuan yang menutupi kepala hingga jari kaki—menurunkan derajat dan merendahkan martabat perempuan. Ia mengatakan, Perancis tidak akan membiarkan perempuan yang hidup di negeri itu terpenjara di balik jala (burka) dan terpisah dari kehidupan sosial.

Perancis memiliki populasi penduduk Muslim terbesar, sekitar 5 juta orang, di Eropa Barat.

sumber

Related posts

Mona Lisa Dilempar Secangkir Kopi

August 13, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Lukisan Mona Lisa di Museum Louvre, Paris, Perancis, diserang. Seorang perempuan Rusia melemparkan secangkir kopi ke arah lukisan paling terkenal di dunia itu.

Untunglah, lukisan karya Leonardo da Vinci itu dilindungi dengan kaca tahan peluru sehingga kopi itu sama sekali tidak mengotorinya. Perempuan iseng itu segera ditarik petugas yang menjaga lukisan berharga itu.

Lukisan Mona Lisa yang berusia 500 tahun itu pernah dicuri dari Louvre, tetapi kembali dua tahun kemudian. Selain kopi, lukisan itu juga pernah disiram asam serta dilempari batu. Untung, lukisan itu terlindung dengan aman di balik kaca.

sumber

Related posts

Hanya 367 Muslimah di Perancis Bercadar

July 30, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Hanya 367 Muslimah di Prancis memakai cadar, yang menutupi wajah mereka, selain memakai pakaian panjang yang menutup seluruh tubuh mereka.

Demikian laporan sebuah surat kabar, Rabu (29/7), sehingga meruntuhkan posisi politisi yang mendesak digolkannya larangan terhadap pakaian tersebut.

Satu panel dewan legislatif sedang mengkaji masalah mengenai apakah jumlah Muslimah yang memakai cadar naik dan mengapa. Panel tersebut dijadwalkan memberikan pendapatnya dalam beberapa bulan apakah panel tersebut mendukung larangan pemakaian cadar di tempat umum, sebagaimana disarankan oleh sebagian politikus.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy belum menyampaikan dukungan bagi larangan, tapi telah mengatakan cadar tak disambut di Perancis.

Harian berpengaruh Le Monde melaporkan mengingat sedikitnya jumlah perempuan bercadar, gagasan mengenai larangan mesti dicabut. “Apakah kita perlu mengatur kurang dari 400 orang, mengatur pengecualian? … Mengingat resiko (yang ada), termasuk penodaan Islam … jawabannya adalah tidak,” kata harian tersebut di satu tajuknya.

Di Perancis, nyaris terdapat suara bulat yang menentang pemakaian cadar yang menyembunyikan wajah seorang perempuan. Itu dipandang sebagai pelanggaran hak asasi perempuan, yang seringkali diberlakukan oleh kaum pria fundamentalis. Namun ada ketidak-sepakatan kuat mengenai apakah bijaksana dan membantu untuk mengatur penentangan terhadap pakaian.

Le Monde menyatakan surat kabar itu telah melihat laporan dari dua dinas intelijen domestik yang keduanya hanya mendapati minoritas kecil Muslimah yang memakai cadar semacam itu. Salah satu laporan tersebut menyebutkan angka: 367 perempuan di seluruh negeri itu.

Perancis memiliki masyarakat Muslim terbanyak di dunia, sebanyak 5 juta. Data statistik mengenai berapa banyak perempuan memakai cadar biasanya tak ada di Perancis, yang berhati-hati terhadap jajak pendapat mengenai praktek agama oleh masyarakat karena negara itu berpegang pada konsep persamaan. Itu berarti masalah cadar telah diperdebatkan dengan sengit tapi tak ada bukti nyata.

Le Monde menyatakan laporan intelijen yang telah dilihatnya telah diserahkan kepada pemerintah dan akan menjadi bagian dari perdebatan parlemen mengenai masalah cadar.

Banyak pengkritik gagasan pemberlakuan larangan telah mengatakan itu akan menodai Islam dan akan membuat kaum Muslim moderat bersikap membela diri, sehingga mendorong mereka membela cadar sebagai lambang agama mereka sekalipun mereka mungkin tak mendukung jika mereka harus memakai pakaian tersebut.

Laporan intelijen yang dikutip oleh Le Monde menyatakan bahwa kenyataan perempuan yang menutupi wajah mereka di Perancis, dan mengapa, sangat berbeda dari gambaran yang diberikan oleh politisi. Laporan tersebut menyatakan kebanyakan perempuan yang memakai cadar lengkap berusia kurang dari 30 tahun dan melakukannya untuk mendapat nilai politik. Perempuan itu, yang geram dengan apa yang mereka saksikan sebagai perasaan anti-Muslim yang tersebar luas, ingin membangkang terhadap masyarakat dan, dalam beberapa kasus, terhadap keluarga mereka sendiri.

Orang Perancis yang masuk agama Islam berjumlah sekitar seperempat dari jumlah pemakai cadar, kata surat kabar itu, yang mengutip laporan intelijen tersebut. Menurut laporan intelijen itu, kebanyakan orang Muslim di Perancis menolak pakaian yang menutup seluruh tubuh dan memandang orang yang memakainya sebagai fundamentalis.

Perdebatan mengenai cadar mengumandangkan kontroversi yang berkobar selama satu dasawarsa di Perancis mengenai perempuan Muslimah yang memakai jilbab di dalam kelas. Akhirnya, peraturan disahkan pada 2004 yang melarang siswi memakai tanda agama yang mencurigakan di sekolah negeri.

Peraturan tersebut tetap kontroversial. Banyak pengkritik mengatakan itu telah menodai umat Muslim ketika negeri tersebut mestinya memerangi diskriminasi dalam lapangan pekerjaan yang telah mengakibatkan pertikaian antara masyarakat setempat dan sebagian pemuda berlatar-belakang pendatang.

sumber

Related posts