China Prihatinkan Gaza

October 15, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Utusan China di PBB, Kamis WIB, menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap situasi kemanusiaan yang memburuk di Jalur Gaza, dan mendesak Dewan Keamanan PBB agar menyelesaikan masalah tersebut.

Berbicara pada debat terbuka badan 15 anggota itu mengenai situasi di Timur Tengah, Zhang Yesui, utusan tetap China untuk PBB, menekankan bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza tak terperikan.

“Setelah disiarkannya laporan oleh misi pencari fakta yang dibentuk oleh Dewan Hak Asasi, kepedihan dan nasib rakyat Jalur Gaza sekali lagi telah menarik banyak perhatian masyarakat internasional”, katanya.

Meskipun sembilan bulan telah lewat sejak disahkannya Resolusi 1860 Dewan Keamanan pada awal Januari, resolusi itu masih belum sepenuhnya dan secara efektif diterapkan, dan tak ada kemajuan dalam pembangunan kembali wilayah Jalur Gaza, demikian Zhang.

Rakyat Jalur Gaza masih menghadapi nasib buruk, dan situasi bertambah buruk, katanya. Situasi sulit rakyat Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan juga menjadi penyebab keprihatinan, katanya.

“Pemerintah China menyampaikan simpati yang mendalam mengenai nasib buruk rakyat Palestina, dan menyampaikan keprihatinan yang sangat besar sehubungan dengan memburuknya situasi keamanan di Jalur Gaza,” kata Zhang.

“Kami harap Dewan Keamanan akan sependapat masalah ini menimbulkan keprihatinan yang sangat besar, dan melakukan tindakan aktif guna mewujudkan penyelesaian,” pungkasnya. (*)

sumber

Related posts

Prajurit TNI Terima Medali PBB di Lebanon

October 7, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda di Lebanon Selatan mendapat penganugerahan Medali PBB. Medali disematkan langsung oleh Unifil Force Commander (FC) Mayor Jenderal Claudio Graziano dari Italia dalam sebuah upacara di Markas Batalyon Infanteri Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-C, Selasa (6/10).

Sebanyak 1.148 prajurit TNI yang tergabung pada misi Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) berhak menyandang medali PBB setelah lebih dari sembilan bulan menjalankan tugas sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701 sebagai peace keeper di Lebanon Selatan.

Bertindak selaku Komandan Upacara Wadansatgas Indobatt Letnan Kolonel Mar Suherlan. Upcara dihadiri lebih dari 300 undangan, baik sipil maupun militer. Hadir pula beberapa pejabat sipil Lebanon dan beberapa tokoh agama setempat. Dari KBRI Beirut hadir Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Lebanon R Bagas Hapsara beserta beberapa staf kedutaan dan Atase Pertahanan RI yang berkedudukan di Kairo-Mesir, Kolonel Laut Sigit S beserta isteri.

Dalam amanatnya, Mayjen Graziano menyatakan bahwa medali merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan PBB atas jasa para prajurit TNI dalam berkontribusi kepada UNIFIL sehingga stabilitas keamanan dan perdamaian di Lebanon Selatan dapat tercapai. Penganugerahan ini istimewa karena dilakukan sehari setelah Ulang Tahun ke-64 Tentara Nasional Indonesia.

sumber

Related posts

Tinggal di Norwegia Yuk!

October 6, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Norwegia mempertahankan statusnya sebagai negara yang paling diinginkan di dunia untuk tinggal. Hal ini menurut data PBB yang dikeluarkan Senin (5/10), yang memeringkat negara-negara sub-Sahara Afrika yang dirundung oleh perang dan HIV/AIDS sebagai tempat yang paling tidak menarik.

Data yang dikumpulkan sebelum krisis ekonomi global menunjukkan orang di Norwegia, Australia, dan Islandia memiliki standar hidup terbaik. Sementara, Niger, Afganistan, dan Sierra Leone tercatat yang terburuk menurut ketentuan pembangunan manusia.

Indeks Program Pembangunan PBB (UNDP) menyusun dengan menggunakan data 2007 mengenai GDP per kapita, pendidikan dan usia harapan hidup, dan menunjukkan perbedaan yang ditandai antara negara-negara maju dan dunia berkembang. “Meskipun ada peningkatan yang signifikan, kemajuan telah tak seimbang,” kata UNDP dalam satu pernyataan.

“Banyak negara mengalami kemunduran pada beberapa dasawarsa belakangan ini, menghadapi kecenderungan menurun ekonomi, krisis terkait-konflik dan epidemi HIV/AIDS, dan ini bahkan sebelum dampak krisis ekonomi global dirasakan.”

Usia harapan hidup di Niger adalah 50 tahun, sekitar 30 tahun lebih pendek dari di Norwegia, menurut indeks tersebut. Untuk setiap dollar AS yang diperoleh per orang di Niger, 85 dollar AS diperoleh di Norwegia.

Separuh orang di 24 negara termiskin buta aksara, dibanding 20 persen di negara-negara yang tergolong sebagai tingkat menengah dari pembangunan manusia, indeks itu menunjukkan.

Orang Jepang hidup lebih lama dari orang lainnya, yakni 82,7 tahun rata-rata, dengan usia harapan hidup di Afganistan yang dirusak-perang hanya 43,6 tahun.

Liechtenstein memiliki GDP per kapita tertinggi 85.383 dollar AS di kerajaan sangat kecil yang menampung 35.000 orang, 15 bank, dan lebih dari 100 perusahaan manajemen kaya. Orang termiskin di Republik Demokratik Kongo, tempat rata-rata pendapatan per kapita 298 dollar AS per tahun.

Lima negara — China, Venezuela, Peru, Kolombia dan Perancis — naik tiga tingkat atau lebih dari tahun sebelumnya, yang didorong oleh pendapatan yang lebih besar dan usia harapan hidup lebih lama. China, Kolombia dan Venezuela juga mencatat lebih baik karena perbaikan dalam pedidikan.

UNDP, yang mempublikasikan indeks tahunan sejak 1990, mengatakan pembangunan manusia meningkat secara global dengan 15 persen sejak 1990, dengan China, Iran dan Nepal sebagai negara-negara yang mencapai peningkatan terbesar menurut peta itu.

sumber

Related posts

PBB Dukung CIA Diperiksa

August 26, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Komisaris Tinggi PBB urusan HAM, Navi Pillay, menyambut baik keputusan Jaksa Agung AS menunjuk seorang jaksa untuk menyelidiki kemungkinan pelanggaran hukum oleh para pejabat dan agen badan intelijen AS (CIA) dalam menginterogasi tahanan di luar AS, termasuk di Teluk Guantanamo, Kuba.

“Saya menyambut baik keputusan Pemerintah AS yang penuh tanggung jawab ini untuk membuka kembali penyelidikan awal,” kata Navi Pillay seperti yang dilaporkan Markas Besar PBB, New York, Selasa (25/8).

Jaksa Agung AS Eric Holder pada Senin (24/8) menunjuk seorang jaksa veteran John Durham sebagai jaksa khusus yang akan memeriksa para pejabat dan agen dinas rahasia AS, CIA.

Durham akan mengungkap tabir apakah mereka melanggar hukum atau tidak ketika melakukan interogasi terhadap para tersangka teroris yang ditahan di penjara-penjara yang dikendalikan AS di luar negeri. Pillay berharap pemeriksaan berlangsung cepat agar berbagai tudingan soal terjadinya penyiksaan akan segera terungkap kebenarannya.

Tudingan itu diajukan para bekas tahanan maupun mereka yang masih ditahan di Guantanamo serta pusat-pusat penahanan lainnya di luar AS.

Jika tuduhan itu terbukti, ujar Pillay, maka langkah berikutnya adalah membuat siapa pun yang melanggar hukum mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pillay mengatakan bahwa apa yang menjadi perhatiannya sejak lama adalah “jangan sampai ada pengampunan bagi mereka yang melakukan penyiksaan atau perlakuan lainnya yang melanggar hukum terhadap para tahanan, baik di AS maupun di semua belahan dunia mana pun.

“Sekarang kita dihadapkan pada apa yang terjadi di Guantanamo, dan di tempat lain seperti penjara Abu Ghraib di Irak dan pangkalan udara Bagram di Afganistan. Kita masih perlu kejelasan mengenai tempat-tempat penahanan rahasia dan apa yang terjadi di dalamnya,” kata Pillay.

Pillay menegaskan, penggunaan tempat tahanan rahasia harus dikendalikan. Ia juga mendesak agar nama-nama tahanan yang saat ini berada di pusat-pusat penahanan itu diungkapkan. “Kerahasiaan telah menjadi sebuah masalah besar bagi rezim yang memiliki jenis penahanan seperti ini,” katanya.

“Jika para penjaga dan petugas interogasi menganggap bahwa mereka aman dari pemeriksaan ketat dan dapat mengakali perlindungan hukum, maka hukum menjadi terlalu gampang untuk diinjak-injak”.

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM itu juga menyambut keputusan AS untuk membebaskan Mohammad Jawad, warga Afganistan yang dijadikan tahanan pada tahun 2002, saat ia masih berumur 12 tahun. Sebagian tuduhan yang dikenai terhadapnya pada tahun 2008 dinyatakan tidak dapat diterima. Karena itu, pengadilan distrik di AS bulan lalu memerintahkan agar ia dibebaskan dari Guantanamo.

“Saya senang mendengar kabar bahwa hari Senin, Mohammad Jawad, sudah diizinkan kembali kepada keluarganya di Afganistan,” kata Pillay. “Perlu waktu yang sangat panjang (sebelum Jawad dibebaskan, red), tapi begitu sistem peradilan AS berjalan dengan semestinya, dalam hal ini, keadilan akhirnya dicapai,” tambahnya.

Ia mengingatkan agar Mohammad Jawad dan mereka yang telah lama ditahan tanpa pembenaran –tanpa tuduhan yang dapat dibuktikan, atau mereka yang disiksa dan diperlakukan sewenang-wenang, perlu diberi kompensasi atau pemulihan lainnya.

Kompensasi dan pemulihan diperlukan karena orang-orang tersebut telah kehilangan masa tujuh tahun dalam hidup mereka. Mereka juga kemungkinan telah mengalami gangguan secara psikologis, fisik dan keuangan –hanya karena mereka berada di tempat yang salah dan pada saat yang salah, demikian menurut Pillay.

Pillay juga menegaskan kembali dukungannya terhadap komitmen Presiden AS Barack Obama untuk menutup kamp Guantanamo pada 2010 dan meminta Obama untuk segera meninjau ulang status para tahanan di pusat penahanan Bagram di Afganistan.

Tersangka teroris bom Bali 2002 dan pemimpin Jamaah Islamiyah, Hambali alias Ridwan Isamudin –yang kerap disebut-sebut sebagai warga negara Indonesia, disebut-sebut masih berada di penjara pangkalan angkatan laut AS di Teluk Guantanamo sejak ia ditangkap di Thailand pada Agustus 2003.

Selain status hukum, status kewarganegaraan Hambali juga ternyata masih belum jelas. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI)-Deplu RI, Teguh Wardoyo, pada Maret 2009 menyebutkan bahwa saat ditangkap di Thailand tahun 2003, Hambali tidak tercatat sebagai warga negara Indonesia.

Paspor yang dipegang Hambali adalah paspor yang dikeluarkan Spanyol. Menurut Teguh, kendati kelahiran Jawa Barat, Hambali juga tidak mengaku bahwa dirinya sebagai warga negara Indonesia.

sumber

Related posts