Otak Lebih Besar Bukan Berarti Lebih Pintar

December 18, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Serangga kecil bisa jadi lebih cerdik daripada hewan besar, walau otaknya hanya seukuran kepala jarum, demikian hasil penelitian yang dimuat di jurnal Current Biology edisi 17 November.

Dari penelitian terdahulu para ilmuwan menemukan bahwa hewan besar mungkin perlu otak yang juga besar karena lebih banyak bagian yang harus dikendalikan. Contohnya untuk menggerakkan otot yang lebih besar maka diperlukan saraf lebih banyak dan lebih besar juga. Namun hal itu tak sejalan dengan kecerdasan.

“Pada otak yang lebih besar seringkali tak ditemukan kompleksitas yang lebih, tapi hanya pengulangan dari sirkuit saraf yang sama. Mungkin ini membantu mengingat detil dari citra dan suara, tapi tak menambah tingkat kerumitan pemikiran,” kata Lars Chittka, profesor pakar bidang indra dan ekologi perilaku dari Universitas Queen Mary, London. “Analoginya dalam bidang komputer, otak lebih besar itu seperti hard-disk yang besar, tapi bukan prosesor yang lebih canggih.”

Argumen mereka sesuai dengan beberapa riset terdahulu yang menyatakan bahwa lompatan kecerdasan manusia jutaan tahun lalu kemungkinan besar bukan karena ukuran semata. Bahkan menariknya, menurut para peneliti lain, ukuran otak manusia malah mengecil seiring evolusi terkini.

Di dunia hewan, perbedaan ukuran otak bisa ekstrim: otak paus bisa berbobot hampir 9 kg, dan berisi lebih dari 200 miliar sel saraf, sementara otak manusia hanya sekitar 1,25 kg hingga 1,45 kg, dan diperkirakan berisi 85 miliar sel saraf. Otak lebah madu malah hanya 1 mg dan sel sarafnya tak lebih dari sejuta.

Meski begitu, Chittka dan koleganya, Jeremy Niven dari Universitas Cambridge berulangkali menemukan penelitian yang membuktikan bahwa serangga mampu berperilaku pintar. Lebah madu misalnya bisa berhitung, mengkategorikan benda-benda yang serupa seperti membedakan anjing atau wajah manusia, memahami konsep ’sama’ dan ‘beda’, dan membedakan bentuk-bentuk simetris dan asimetris.

Walau perkembangan ukuran otak memang ada pengaruhnya pada kemampuan berperilaku pintar pada hewan, kebanyakan perbedaan ukuran hanya terjadi pada bagian tertentu dari otak. Ini seringkali terlihat pada hewan dengan indra yang lebih tajam, seperti pada penglihatan atau pendengaran, atau kemampuan bergerak dengan akurat.

Para peneliti menuturkan bahwa pemikiran ‘tingkat lanjut’ sebenarnya tak perlu jumlah saraf neuron yang tinggi. Model komputer juga menunjukkan bahwa kesadaran pikiran bisa dihasilkan dengan sirkuit saraf yang sangat kecil, yang secara teoritis muat di dalam otak serangga.

Kenyataannya, model-model komputer ini menyatakan bahwa kegiatan berhitung bisa dilakukan hanya dengan beberapa ratus sel saraf dan hanya beberapa ribu sel saraf cukup untuk menimbulkan kesadaran.

sumber

Related posts

Otak Psikopat Ada Lubangnya

August 10, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Masyarakat mengenal psikopat sebagai orang sadis yang suka membunuh atau menculik dan memiliki kelakuan yang aneh. Ternyata hal ini berhubungan dengan sesuatu yang salah dibagian otaknya yang ternyata berlubang.

Padahal otak itu yang bekerja untuk emosi dan yang menangani rangsangan serta membuat keputusan. Dalam studi mengenai psikopat yang dihubungkan dengan pembunuhan, penculikan, kekerasan, dan masa hukuman yang salah, peneliti dari Inggris menemukan bahwa jalur yang menghubungkan dua daerah otak yang penting tersebut memiliki lubang atau jalur yang terputus, sedangkan pada orang yang tidak psikopat bentuknya sempurna.

Penelitian yang lebih terbuka akan memungkinkan dalam perkembangan perawatan untuk psikopat yang bisa berbahaya di masa mendatang,” ujar Dr Michael Craig dari Institute of Psychiatry di London’s King’s College Hospital, seperti dikutip dari Reuters, Senin (10/8/2009).

Dr. Michael mengatakan pertanyaan yang paling menarik sekarang adalah kapan lubang dalam otak tersebut terbentuk, apakah sejak lahir, pada awal pertumbuhan, atau akibat dari sesuatu yang terjadi dengan otaknya. Psikopat yang ekstrim telah digambarkan dalam beberapa film sebagai karakter yang suka membunuh, kanibal, kekerasan sosial, suka memanipulasi, mencari sensasi dan tidak ada rasa empati atau penyesalan.

Michael Craig dan dengan rekannya Declan Murphy dan Dr. Marco Catani telah mempublikasikan penelitiannya dalam jurnal Molecular Psychiatry. Jumlah otak yang bisa dianalisa hanya sedikit yaitu 9 orang psikopat dan 9 orang yang tidak psikopat.

“Bukan pekerjaan yang mudah untuk mendapatkan orang dengan tipe tersebut, dan dengan semua keamanan yang dibutuhkan untuk mendapatkan scan otak orang tersebut,” ujarnya.

Penelitian ini menggunakan teknologi baru untuk menganalisa otak psikopat setelah sebelumnya penelitian menemukan amygdala (bagian dari otak), dimana proses emosi dan bagian kulit luar yang mengatur rangsangan dan pengambilan keputusan, yang secara struktural berbeda dengan otak orang yang tidak psikopat.

Dengan teknik terbaru yang disebut dengan Diffusion Tensor Magnetic Resonance Imaging (DT-MRI), peneliti bisa melihat masalah dasar dari sistem yang menghubungkan dua daerah kunci tersebut.

sumber

Related posts