Bintang Boyzone, Stephen Gately Tewas Saat Berlibur di Spanyol
October 12, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Penyanyi Stephen Gately, 33 tahun, dari kelompok Boyzone, yang mencetuskan suatu sensasi di dalam dunia musik pop 10 tahun lalu karena pengumumannya bahwa dia gay, meninggal saat liburan di Mallorca, Spanyol, kata laman resmi kelompok musik pok Irlandia itu Minggu.
“Stephen meninggal secara tragis saat dia sedang menikmati liburan di Mallorca kemarin,” kata pengumuman itu.
Pernyataan itu mengatakan, Gately sedang berada di pulau wisata Mallorca, Spanyol dengan pasangannya, Andrew Cowles, dan para anggota kelompok tersebut lainnya akan terbang ke sana Ahad ini pula.
Surat kabar News of the World melaporkan dalam lamannya, bahwa Gately meninggal setelah menenggak beberapa minuman. “Sepertinya dia pergi ke luar hotel untuk minum beberapa minuman dan kemudian balik kembal, tertidur dan tak pernah bangun lagi,” kata surat kabar itu mengutip seorang sahabat penyanyi itu yang tak bersedia disebut namanya.
Kelompok band yang beranggotakan lima pria belia itu, bersama impresario musik pok Louis Walsh, yang juga mengangkat nama Girls Aloud dan Westlife, paling populer di Irlandia, Australia, Selandia Baru, Asia dan Inggris.
Kelompok tersebut memiliki enam nomor hit pertama di dalam musik pop paling populer di Inggris antara 1994-2000, termasuk ’Stay’ pada tahun 2001.
Kelompok ini pecah secara resmi pada tahun 2000 ketika Ronan Keating mundur dan kemudian bersolo karir. Namun, mereka kemudian bergabung kembali untuk berbagai acara pada tahun 2007-2008.
Gately tampil sepuluh tahun lalu sebagai anggota grup tersebut, yang memiliki kalayak penonton para remaja putri, karena sensasinya di jagad musik pop. Dia dan Cowles ternyata menikah sejenis dalam catatan sipil pada tahun 2006.
Related posts
Orang Tertua di Dunia Itu Telah Tiada
September 13, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Manusia tertua di dunia, Gertrude Baines, tutup usia pada umur 115 tahun, Jumat (11/9). Baines meninggal dunia dengan tenang di pembaringannya di Western Convalescent Hospital, yang telah menjadi kediamannya sejak ia akhirnya memutuskan untuk tidak hidup seorang diri di kediaman pribadi setelah mengalami patah tulang pinggul pada usia 107 tahun.
“Ia kemungkinan meninggal dunia karena serangan jantung,” kata dokter pribadinya dr Charles Witt. Keterangan ini disampaikan meskipun hasil otopsi masih diperlukan untuk menentukan penyebab pasti kematian Baines.
“Aku masih melihatnya dalam keadaan sehat 2 hari lalu. Ia tampak benar-benar bugar. Ia kerap kali tersenyum,” ungkap dokter pribadinya itu.
Perempuan kulit hitam yang tidak pernah merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol itu lahir di Shellman, Georgia, 6 April 1894 saat Grover Cleveland menjabat sebagai Presiden AS. Saat itu, media komunikasi radio baru dikembangkan dan masih dibutuhkan waktu lebih dari setengah abad lagi bagi kehadiran televisi.
Baines berusia 4 tahun saat pecah Perang Spanyol-Amerika. Ia mencapai usia paruh baya menjelang masuknya AS dalam Perang Dunia II pada 1941. Menikmati hidup adalah kunci yang dipegangnya untuk membuka pintu waktu yang menuntunnya hingga berusia lebih dari seratus tahun.
“Saya menikmati hidup. Saya tak peduli apabila hidup seratus tahun lagi,” katanya disertai derai tawanya saat menyampaikan hak suaranya untuk menunjuk Barack Obama sebagai presiden AS. Menurut Baines, suaranya yang ditujukan bagi Obama telah menggenapkan impian lamanya untuk melihat seorang pria berkulit hitam terpilih sebagai presiden AS.
Baines yang pernah bekerja sebagai seorang pembantu di asrama Ohio State University ini hidup dengan usia lebih panjang dari seluruh anggota keluarganya. Putri satu-satunya Baines meninggal dunia akibat mengidap tifus pada usia 18 tahun.
Pada tahun-tahun terakhir menjelang ajal menjemputnya, Baines menghabiskan waktunya dengan menonton tayangan program televisi favoritnya, The Jerry Springer Show. Baines menjadi orang tertua di dunia pada Januari saat Maria de Jesus meninggal dunia di Portugal pada usia 115 tahun.
Related posts
Sarung Tangan Jackson Laku Hampir 50 Ribu Dollar AS
September 7, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Satu sarung tangan Michael Jackson, yang dilempar oleh Raja Pop tersebut ke seorang penggemar Australia lebih dari 10 tahun lalu, terjual pada lelang yang digelar di Melbourne (Australia), Minggu (6/9) waktu setempat, dengan harga 57.600 dollar Australia (48.400 dollar AS). Harga tersebut hampir dua kali lipat harga yang diperkirakan, yaitu 30.000 dollar Australia.
Warwick Stone, seorang peserta lelang dari Hard Rock Hotel and Casino di Las Vegas (Nevada, AS), mengalahkan lima peserta lain lelang tersebut, kata Charlotte Stanes, perempuan juru bicara balai lelang Bonhams and Goodman di Melbourne. “Kami sangat senang dengan hasil itu,” ucap Stanes. “Itu sarung tangan pertama (Jackson) yang kami tahu di Australia,” imbuhnya.
Menurut pihak Bonhams and Goodman, lelang tersebut merupakan lelang pertama sarung tangan milik Jackson sejak kematiannya pada 25 Juni lalu. Jackson mengunjungi Australia pada 1996 sebagai bagian dari tur dunia HIStory-nya.
Selama berada di Sydney (Australia), ia menghadiri pemutaran perdana film Ghosts di George Street Cinema, yang melibatkannya sebagai pemain. Di akhir pemutaran film itu, Jackson melempar sarung tangan bertabur kristal Swarovski tersebut ke seorang penonton, Bill Hibble, yang kini sudah meninggal, kata Giles Moon, National Head of Collectables Bonhams and Goodman. (AP/ATI)
Related posts
WS Rendra Tutup Usia
August 6, 2009 by hafeez
Filed under Berita Petir

WS Rendra, budayawan dan penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai “Burung Merak”, meninggal dunia dalam usia 74 tahun, Kamis malam (6/8). Kabar meninggalnya WS Rendra diperoleh Kompas.com melalui keterangan putrinya Clara Shinta.
WS Renda meninggal di kediaman putrinya itu di Kompleks Perumahan Pesona Kayangan Depok pada sekitar pukul 20.30 WIB setelah .
Penyair bersuara serak ini sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading. Rendra masuk rumah sakit akibat jantung koroner yang dia alami.
Sebelumnya pria kelahiran Solo tahun 1935 itu sempat dirawat di RS Cinere sejak Kamis, 25 Juni. Namun karena kondisinya tidak membaik, Rendra lantas dirujuk ke RS Harapan Kita, lalu dirujuk lagi ke RS Mitra Keluarga.



