Royalti Rp 112 Juta, Putra Mbah Surip Sempat Kecewa
August 22, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Almarhum Mbah Surip menerima royalti periode Mei 2009 hingga Juli 2009 senilai Rp 112 juta. Putra Mbah Surip, Varid sempat kecewa.
“Awalnya kecewa, tapi yah sudah dibicarakan dengan keluarga kami yah kami terima. Mungkin memang rezeki kami segini,” ujar Varid pasrah saat ditemui di Bengkel Teater, Citayam, Depok, Jawa Barat, Jumat (21/8/2009).
Varid awalnya tak menyangka almarhum ayahnya menerima royalti senilai Rp 112 juta. Padahal di banyak media diberitakan kalau Mbah Surip menerima royalti lebih dari Rp 4 miliar.
Pihak perusahaan rekaman Falcon membantah telah adanya penyelewengan dana royalti. Mereka mengaku telah menghitung uang royalti dengan benar.
“Ini data-data yang sebenarnya mengenai RBT dan penjualan kaset dan cd,” jelas Andri W Kusuma, kuasa hukum Falcon.
Related posts
Inilah Sebab Kematian Mbah Surip
August 6, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Kematian Mbah Surip yang mendadak, kemungkinan tidak hanya disebabkan faktor kelelahan. Namun, juga akumulasi dari kebiasaan pelantun lagu “Tak Gendong” itu yang kurang baik. Demikian diungkap dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam jumpa pers di Rumah Sakit Cipto Mangkusumo Jakarta, Rabu (5/8).
Menurut Ari, sebagaimana ia tahu dari pemberitaan media, Mbah Surip hanya tidur 3 jam, memiliki kebiasaan merokok, dan banyak minum kopi. Kabarnya sehari Mbah Surip bisa minum 10 gelas. “Padahal, kan jadwalnya sebagai artis top sangat padat. Belum umurnya yang sudah 60 tahun,” ungkap Ari.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pengalaman kematian Mbah Surip membuktikan bahwa akumulasi antara kelelahan, kurang tidur, banyak mengonsumsi kopi, dan merokok terus-menerus mencetuskan terjadinya gangguan akut pada tubuh, seperti serangan jantung yang berakibat fatal.
Untuk itu, ia mengajak untuk memerhatikan pola hidup sehat. Minimal sehari tidur 6 jam di malam hari. Memerhatikan makanan dengan mengurangi keju, makanan berlemak, cokelat, kopi, suplemen yang mengandung ginseng, dan goreng-gorengan. Kemudian meningkatkan makanan sayur-saruran dan buah-buahan, minimal minum air putih 2 liter sehari, dan melakukan pemeriksaan laboratorium.
“Kita harap dengan ini semua kita lebih memerhatikan kesehatan kita. Mengurangi risiko penyakit jantung yang bisa menyebabkan kematian mendadak bisa dicegah,” tandas Ari.
ONE
Related posts
Mbah Surip Akan “Dihapus” dari Iklan XL
August 5, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Popularitas Mbah Surip yang meledak sejak beredarnya lagu “Tak Gendong” telah menjadi daya tarik iklan, salah satunya PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL). Namun, sejak Mbah Surip meninggal dunia pada Selasa (4/8), pihak XL akan menghilangkan gambar Mbah Surip pada iklannya mulai 10 Agustus.
“Saat ini tengah dilakukan proses editing sehingga mulai 10 Agustus dan selanjutnya iklan tersebut sudah tidak akan lagi menampilkan Mbah Surip,” kata GM Corporate Communication XL Myra Junor di Jakarta, Selasa (4/8).
Pada kesempatan tersebut, XL menyatakan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya seniman dengan nama asli Urip Ariyanto itu.
“XL berharap kesederhanaan almarhum, juga perjuangan hidup yang tak kenal lelah serta dedikasi yang tinggi dalam berkesenian dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk pantang menyerah dalam mencetak prestasi,” kata Myra.
Lagu “Tak Gendong” dari Mbah Surip telah dipakai oleh sekitar 70.000 pelanggan XL.
“Total pengguna RBT Mbah Surip sebanyak 70.000 pelanggan,” kata GM Corporate Communication XL Myra Junor di Jakarta, Selasa.
Jumlah pengguna RBT Mbah Surip tersebut terhitung mulai 17 Juni 2008 sampai dengan saat ini. RBT “Tak Gendong” itu termasuk RBT favorit karena masuk dalam Top 10 dalam dua bulan terakhir.
Related posts
Usia Mbah Surip Ternyata Baru 52 Tahun
August 5, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Mbah Surip telah sukses “mengecoh” semua wartawan yang pernah mewawancarainya sehingga semuanya menuliskan usia Mbah Surip 60 tahun. Saya bahkan lebih parah lagi, sebab saya menulis usia Simbah sekira 60 tahun sejak 6 tahun lalu, saat kali pertama bertemu dengannya di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan.
Seperti halnya saya, kawan-kawan wartawan dan juga seluruh rakyat Indonesia bisa jadi juga telah terkecoh dengan penampilan Simbah yang memang tampak telah tua. Dengan rambut gimbal sepinggang, dan guratan-guratan yang tampak pada wajahnya, ditambah panggilan MBAH di depan namanya, tiada keraguan sedikit pun untuk menuliskan usianya kira-kira 60 tahun.
Tapi inilah salah saya, begitu saja percaya kepada ketawa meyakinkan Simbah saat ditanya berapa usianya.
“Enam puluh tahun ya Mbah umurmu?”
“He-he-he…”
“Bener Mbah?”
“He-he-he…”
Nah, sejak itulah, saya selalu memakai kata kira-kira sebelum menuliskan usianya. Tapi ternyata, kawan-kawan wartawan malah dengan “gagah berani” menuliskan dengan pasti tanggal dan tahun kelahiran Mbah Surip: 5 Mei 1949! Wah…
Untunglah, di akhir hayatnya saya mendapatkan informasi yang sahih.
Waktu jarum jam telah menunjuk angka sebelas pada Selasa (4/8) malam, ketika prosesi pemakaman penyanyi Mbah Surip usai. Di atas gundukan tanah bertabur bunga mawar lamat-lamat tertulis: Urip Achmad Ariyanto bin Soekotjo, lahir 6 Mei 1957, wafat Selasa, 4 Agustus 2009.
Catatan di nisan itu memang baru terbaca jelas seusai para pencinta Mbah Surip yang sebagian berambut gimbal bernyanyi lagu “Bangun Tidur” karya Mbah Surip secara koor dengan iringan gitar.
bangun tidur, tidur lagi
bangun lagi, tidur lagi
bangunnnn, tidur lagi
bangun tidur, tidur lagi
bangun lagi, tidur lagi
bangunnnn, tidur lagi
abis bangun terus mandi
jangan lupa senam pagi
kalau lupa…. tidur lagi
Begitulah para penggemar Mbah Surip bernyanyi. Rasanya malam itu memang jauh dari suasana pekuburan. Mereka yang ditinggalkan memaknai penghormatan terakhir mereka kepada sang pujaan dengan cara mereka sendiri, cara jalanan yang egaliter.
Setelah mereka menyingkir sambil sebelumnya tertawa he-he-he menirukan gaya ketawa Mbah Surip, saya yang masih tak percaya bahwa selama ini saya dan juga sebagian besar wartawan ternyata salah dalam menuliskan usia si Mbah Surip, makin mendekat ke arah nisan.
Benar, ternyata! Jika demikian… wah, ternyata saya telah benar-benar ngacau dalam menuliskan usia Simbah. Ternyata… usia Simbah belum terlalu tua. Dia masih 52 umurnya. Asem! Dan ini dibenarkan oleh Nyonya Soeharti, adik kandung Mbah Surip yang kelahiran tahun 1960.
Tapi bukan Mbah Surip namanya jika tak bikin penasaran. Lebih-lebih jika itu berkait dengan masalah pribadinya. Saya kira sangat sedikit kawan-kawan dekatnya yang tahu persis berapa usianya, berapa jumlah anaknya, siapa nama mantan istrinya, berapa rupiah yang telah ia terima dari produsernya setelah lagu “Tak Gendong” meledak… dan masih berderet pertanyaan yang tak terjawab dari mulut Mbah Surip hingga ia tutup usia.
JY
Related posts
Mbah Surip Ciptakan Lagu ‘Semut Dibohongi Ikan’
July 20, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Tiada hari tanpa berkarya untuk Mbah Surip. Ia pun menciptakan beberapa lagu spesial untuk putri Ferry Juan. Salah satunya bertajuk ‘Semut Dibohongi Ikan’.
Lagu tersebut dipersembahkan untuk Niquita Juan di ulang tahunnya yang ke-9. Ferry dengan khusus meminta Mbah Surip datang ke acara ulang tahun anak tercintanya itu.
“Saya akan kasih kado ke Tata, sejumlah lagu yang akan dibikin album. Lagunya ada ‘Tukang Nasi Goreng’, Semut Dibohongi Ikan’, ‘Tukang Jamu’ dan ada juga yang lainnya,” ujar Mbah Surip ditemui di Kota Wisata, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (19/7/2009) malam.
Tata yang pernah merilis album kanak-kanak bertajuk ‘Awan Putih’ itu pun senangnya bukan main. Kejutan dari sang ayah diterimanya dengan suka cita.
“Seneng ada Mbah Surip, aku seneng sama lagunya bagus dan orangnya lucu. Aku nggak mau minta apa-apa. Tata cuma mau mbah Surip datang,” ungkap Tata gembira.
kompas.com
Related posts
Mbah Surip Nyaris Jadi Korban Bom
July 20, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Nasib mujur ternyata masih berpihak kepada Mbah Surip. Beberapa saat sebelum ledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton, Jumat (17/7), Si Mbah mengaku baru melewati dua gedung tersebut.
“Hampir saja Mbah ikut korban bom. Bisa jadi nyawa Mbah lewat. Karena paginya Mbah masih lewat di depan gedung itu,” ungkap Mbah Surip ditemui saat mengisi acara ulang tahun Niquita Juan, anak dari pengacara Ferry Juan dan Zarima, di Kota Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (19/7) malam.
Pelantun lagu Tak Gendong itu pun mengaku kaget luar biasa ketika mendengar kabar JW Marriott dan Ritz Carlton kembali mendapat serangan bom. Padahal, dia baru saja lewat di lokasi tersebut.
Seperti halnya banyak pihak lainnya, Mbah Surip mengaku kesal terhadap aksi peledakan bom yang merenggut korban jiwa itu. “Yang tukang ngebom enggak sadar kalau orang Indonesia itu sabar-sabar,” tutur pria gimbal bergaya Bob Marley ini. “Saya benar-benar kesal,” kata Mbah Surip. (C9-09)
kompas.com



