Soal Terang Bulan Kris Biantoro Punya Bukti Hitam di Atas Putih

September 2, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Ribut-ribut soal lagu Terang Bulan yang sudah menjadi lagu kebangsaan Malaysia membuat pemain film, penyanyi, bintang ikan, dan pembawa acara terkemuka di tahun 1970-19880-an, Kris Biantoro (71), agak gelisah.

Bukan soal “klaimMalaysia yang dia prihatinkan, tetapi justru adanya pihak yang mengklaim sebagai keluarga dari pencipta lagu itu dan akan menggugat pihak Malaysia.

“Jangan buru-buru mau bikin somasi. Malu nanti,” ujarnya, mengingatkan, ketika dihubungi, Selasa (1/9) di Jakarta. Kris mempertanyakan, apa keluarga punya bukti yang sah dan meyakinkan? Kalau tidak, bisa malu Indonesia nantinya.

Kris, yang masih tampak segar dan bersemangat, dengan salam khas merdeka ini, menunjukkan kepada Kompas bahwa ia memiliki bukti hitam di atas putih. Menyimpan piringan hitam yang lengkap dengan syair dan partiturnya.

Judul asli lagu itu adalah Malayan Moon (Terang Boelan) karya Paul Lombard. “Tidak jelas, apa Paul Lombard orang Amerika atau Inggris,” ungkapnya.

Di zaman penjajahan, ketika Malaysia masih terjajah, pengaruh-mempengaruhi sudah ada. Termasuk Indonesia, lagu Terang Boelan baru dikenal di Indonesia ketika tahun 1936 ada film Indonesia berjudul Terang Boelan. Artinya, lagu Terang Boelan sudah ada sejak 1936.

Soal piringan hitam/plat Paul Lombard itu, Kris mendapatkannya di Australia, tahun 1964.

Terkait masalah budaya, Kris menyarankan agar ditanya dulu orang yang lebih tahu. “Kita punya Remy Silado, misalnya,” pungkasnya.

sumber

Related posts

“Kasus Pendet” Indonesia Ditawari Iklan Gratis

September 2, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Dari kasus penayangan gambar Tari Pendet pada bagian iklan televisi untuk program siaran delapan episode oleh Discovery Channel terkait promosi pariwisata Malaysia, Indonesia ditawari penayangan iklan serupa secara gratis.

“Pihak Discovery Channel sudah meminta maaf, sekaligus menawarkan program serupa untuk Indonesia secara gratis. Kami masih membicarakannya lebih lanjut perihal tawaran itu,” kata Direktur Promosi Luar Negeri Depbudpar, I Gde Pitana, menjawab pertanyaan ANTARA di Sanur, Bali, Senin.

Di sela-sela menjadi pembicara pada kursus lanjutan program wisata konvensi, disebutkan bahwa reaksi yang muncul terlalu cepat, tanpa didasari pemahaman yang benar mengenai tersiarnya gambar Tari Pendet yang merupakan tarian khas Bali itu.

Meski begitu, pihak Discovery Channel mengaku bersalah, karena menyertakan gambar Tari Pendet tanpa menempuh prosedur meminta izin secara benar. “Karena kesalahannya itu, Discovery Channel kemudian menawarkan iklan serupa secara gratis,” ucapnya.

Selain pihak Discovery Channel, Menteri Pariwisata Malaysia juga sudah menelepon Menbudpar Jero Wacik dan menyampaikan permohonan maaf, walaupun pihak Malaysia sebenarnya tidak mengklaim secara formal Tari Pendet sebagai karya budaya bangsanya.

Menurut Pitana yang biasa bergurau akrab dengan pers di Bali, pihaknya masih mempertimbangkan berapa episode program tayangan seni budaya dan pariwisata Indonesia yang akan diberikan oleh pihak Discovery Channel.

“Ini perlu pertimbangan lebih lanjut. Kita tentu menginginkan tayangan yang lebih banyak. Lalau bagaimana dari sisi hukum, apakah lebih baik menerima tawaran itu atau cara lain, prosedur hukum misalnya?” ucapnya.

Ia berharap reaksi masyarakat Indonesia dalam kasus Tari Pendet itu tidak berlebihan, melainkan disampaikan secara benar dengan memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Dengan demikian diharapkan tidak justru menguras energi secara berlebihan tetapi reaksi yang muncul tidak tepat. “Kita tentu lebih baik menanggapi secara profesional dan mengedepankan intelektualitas. Kita tentu menginginkan yang produktif,” kata Pitana.

Ia juga mengingatkan bahwa kesediaan Menteri Pariwisata Malaysia menelepon Menbudpar Jero Wacik dan menyampaikan permintaan maaf, harus dihargai sebagai sikap yang mau jujur dan tidak ingin ada masalah lebih besar.

Dengan memberikan reaksi yang tepat, diharapkan kasus Tari Pendet akan memberikan keuntungan dari sisi promosi pariwisata dan budaya Indonesia, misalnya dengan menerima tawaran pihak Discovery Channel tersebut, katanya.(*)

sumber

Related posts

Malaysia Sampaikan Maaf Soal Pendet

August 28, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima permintaan maaf dari Menteri Pelancongan Malaysia soal Tari Pendet.

“Tadi sore (Kamis, 27/8) Menteri Pelancongan Malaysia menelepon saya untuk minta maaf soal Tari Pendet,” kata Jero Wacik di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, permintaan maaf terkait penggunaan Tari Pendet dalam iklan promo pariwisata di televisi pada program Discovery Channel berjudul Enigmatic Malaysia tanpa seizin resmi pemerintah Indonesia memang baru disampaikan secara lisan.

Namun, Jero menegaskan, pihaknya masih menunggu jawaban resmi dari Pemerintah Malaysia atas surat nota protes yang disampaikan kemarin.

“Kami masih tetap menanti jawaban resmi dari pemerintah Malaysia,” katanya.

Menteri memperkirakan surat nota protes soal Pendet sudah diterima Pemerintah Malaysia per hari ini sehingga diharapkan pekan depan sudah ada jawaban resmi.

Dalam pembicaraan lisan melalui sambungan telepon internasional, Jero menjelaskan, Pemerintah Malaysia mengatakan, iklan wisata bermuatan Tari Pendet bukan dibuat oleh Pemerintah Malaysia melainkan pihak swasta; sebuah rumah produksi.

“Rumah produksi yang membuat iklan itu juga sudah mengirimkan e-mail untuk meminta maaf pada Pemerintah Indonesia melalui saya,” katanya.

Namun, Jero menegaskan permintaan maaf hendaknya disampaikan secara resmi dan bukan melalui e-mail.

“Saya tetap masih menunggu jawaban resmi nota protes yang saya kirim,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada pers yang telah menaruh perhatian besar soal produk budaya Indonesia khususnya Tari Pendet.

Menurut dia, maraknya media mempublikasikan isu klaim Tari Pendet oleh Malaysia menunjukkan kecintaan pers terhadap pariwisata dan budaya Indonesia.

“Terima kasih rekan wartawan, dua pekan ini saya juga jadi beken,” demikian Jero Wacik.

sumber

Related posts

Media Malaysia Tak Beritakan Kasus Tari Pendet

August 26, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Kasus klaim negara Malaysia atas tari pendet, Bali yang menuai banyak kontroversi di Indonesia ternyata tak sedikitpun diberitakan di Malaysia.

“Tidak ada berita tentang begitu di sini, memang di sana (Indonesia) sedang ramai ya,” ujar Nabil Ahmad Fauzi, mahasiswa di Univeritas Kebangsaan Malaysia kepada okezone, Selasa (25/8/2009).

Menurutnya, saat ini yang tengah ramai di Malaysia adalah kemeriahan persiapan hari kemerdekaan negara persemakmuran ini yang akan jatuh pada 31 Agustus mendatang. “Juga soal pembangkang (oposisi),” tambahnya.

Penelusuran okezone di beberapa media seperti Berita Haria, Utusan Malaysia, Bernama, dan Malaysia Kini juga tidak ditemukan pemberitaan yang menyangkut kontroversi klaim budaya ini. Justru berita mengenai perjanjian kerja sama Indonesia-Ceko, kerja sama Unversitas Lampung dengan Universitas Gaza dan pengamanan dari terorisme di perbatasan mengisi halaman beberapa media di atas.

(ram)

sumber

Related posts

Saykoji Lawan Malaysia Lewat Lagu di YouTube

August 26, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Rapper Indonesia yang tengah naik daun, Saykoji berupaya untuk memerangi aksi ‘curi kebudayaan’ yang dilakukan oleh Malaysia terhadap Indonesia, melalui sebuah lagu.

Dalam akun Twitter pribadinya yang diposting 13 menit lalui, Rabu (26/8/2009), Saykoji menyatakan bahwa lagu tersebut telah berhasil ia upload di YouTube dengan tajuk ‘Copy My Style (Again)’.

Lagu yang ringan dan dan enak didengar ini mencoba mengajak pendengarnya, yang emosi dengan aksi plagiat budaya oleh Malaysia, untuk membalasnya dengan karya, bukan dengan caci maki dan kekerasan.

“This is how i fight back. Jangan mau dikontrol dengan panasnya situasi, balas dengan karya,” tutur Igor, salah satu personil Saykoji, dalam lirik lagu tersebut.

Dalam video klip berdurasi 2 menit 39 detik ini, Igor menari khas rapper, lengkap dengan atribut merah putih yang dipasang di bagian pundak, serta menutupi kalung harddisk yang sekarang menjadi ciri khasnya.

Lagu Saykoji ini, beserta beberapa lagu besutannya yang lain, ternyata tidak hanya diupload di YouTube tapi juga beberapa situs download musik gratisan. (srn)

sumber

klik for video

Related posts

Malaysia Mengaku Tak Pernah Klaim Tari Pendet

August 26, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Perwakilan Pemerintah Malaysia untuk Indonesia menegaskan pihaknya tidak pernah mengklaim Tari Pendet menjadi bagian dari budayanya. Yang terjadi selama ini hanya salah paham semata.

Pengakuan di atas disampaikan tiga perwakilan kuasa usaha sementara Kedutaan Besar Malaysia, yaitu Amran Mohammad Zein, Jamil Darus, dan Mohammad Norhisyam Mohammad Yusof saat menemui Menbudpar Jero Wacik serta jajaran pejabat kementrian Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di Jakarta, Senin (24/8/2009).

“Tidak ada klaim dari Pemerintah Malaysia atas tarian tersebut,” tegas Amran Mohammad Zein.

Menurut informasi sementara yang diterima Pemerintah Malaysia, iklan tersebut merupakan hasil produksi pihak swasta. Oleh karena itu, Pemerintah Malaysia akan melakukan penyelidikan untuk maklumat sebenarnya.

“Ini maklumat awal yang perlu dijelaskan. I am in the position of goverment dan kita sama-sama mencari jalan terbaik atas isu ini, agar tak menimbulkan masalah. Kami mohon media untuk bersabar,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam cuplikan iklan Visit Malaysian Year yang ditayangkan di discovery channel terdapat adengan para penari tengah membawakan Tarian Pendet asal Bali. Tak ayal iklan ini mendapat protes dari Pemerintah Indonesia.

(ful)

sumber

Related posts

SBY Panggil Menbudpar dan Menlu ke Istana

August 25, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan memanggil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik ke Istana Presiden. Pemanggilan seputar isu tari pendet yang diklaim oleh Malaysia sebagai budaya asli Malaysia.

Menurut iformasi dari Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, Selasa (25/8/2009), SBY akan memanggil Jero Wacik di Kantor Presiden pada pukul 13.30 WIB.

Selain memangil Jero Wacik, SBY juga akan memanggil beberapa menteri yakni Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, serta Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan, Presiden SBY baru mendapatkan laporan resmi atas klaim pihak Malaysia itu. Sekarang ini Menbudpar Jero Wacik masih melaksanakan berbagai langkah penyelesaian melalui jalur diplomatik.

“Kalau tari pendet orang sedunia sudah tahu kalau itu berasal dari Bali. Mana mungkin dari tempat lain,” kata Andi.

sumber

Related posts

Soal Tari Pendet, Indonesia Minta Penjelasan Malaysia

August 25, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Pemerintah Indonesia mengirim surat permintaan penjelasan (klarifikasi) kepada Pemerintah Malaysia, melalui Dubes RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar, terkait tayangan tari pendet dalam sebuah iklan pariwisata setempat.

“Surat ini bukan surat protes tapi minta klarifikasi dari Pemerintah Malaysia,” kata staf khusus Menbudpar Ketut Wiryadinata ketika akan menyerahkan tiga surat kepada Dubes Da’i Bachtiar di Kuala Lumpur, Selasa (25/8).

Tiga surat klarifikasi itu ditujukan kepada Kementerian Pariwisata, Kementerian Penerangan dan Kebudayaan Malaysia, dan KBRI Kuala Lumpur. “Menbudpar Jero Wacik ingin mendapatkan penjelasan resmi dari Pemerintah Malaysia mengenai tayangan penari Bali pendet, dalam iklan program Discovery Channel,” kata Ketut.

Setelah menerima nota klarifikasi itu, Dubes Da’i langsung menghubungi Menteri Penerangan dan Budaya Malaysia Rais Yatim untuk bertemu karena sebelumnya sudah ada pembicaraan bahwa Rais Yatim akan menerima surat atau nota dari pemerintah Indonesia.

Utusan Menteri Pariwisata Indonesia juga membagikan film “Enigmatic Malaysia” ke beberapa wartawan Indonesia di Kuala Lumpur.

Sebuah production house Malaysia, KRU Sdn Bhd, telah membuat serial dokumenter untuk ditayangkan di The Melakan Portuguese-Preserving Their Heritage, “Bajau Laut-Nomad of The Sea”, “Keris-The Myth & The Magic” dan “Kellie’s Castle-Myth & Mystery”, “Batik”, dan “Wau”.

Sudah sepakat

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik sudah bertemu dengan Menteri Rais Yatim di Kuala Lumpur pada 10 November 2007 dan menyepakati sejumlah hal.

Kedua pihak sudah merancang kesepakatan bahwa untuk mata budaya yang masuk dalam “gray area”, kedua pihak sepakat saling memberi tahu dan meminta izin bila ada hasil budaya digunakan dalam iklan komersial negara masing-masing.

Kesepakatan juga mengatur bahwa masing-masing pemerintah akan menjaga kesepakatan tersebut dengan mengawasi masyarakat masing-masing.

“Sekarang mereka melakukan lagi dengan menggunakan tari pendet sebagai bagian dari iklan teve komersial mereka berjudul ’Enigmatic Malaysia’,” katanya.

Menurut Menteri, wajar bila rakyat Indonesia marah karena tari pendet merupakan budaya asli Indonesia sehingga rakyat Indonesia tidak bisa menerima begitu saja bila kekayaan budaya diklaim negara lain. “Dan tindakan ini juga telah melanggar kesepakatan,” katanya.

Menteri berpendapat, tari pendet merupakan budaya khas Indonesia sehingga sama sekali tidak termasuk dalam “gray area” karena jelas milik bangsa Indonesia. Ia mendesak agar Malaysia segera menarik dan menghentikan penayangan iklan provokatif itu.

sumber

Related posts

Soal Tari Pendet, Indonesia Perlu Gertak Malaysia

August 25, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Klaim Malaysia atas tari pendet yang dikenal sebagai budaya Bali kembali menambah panjang daftar klaim negara tetangga itu atas aset kekayaan budaya Indonesia.

Sikap Malaysia yang terus-terusan mengklaim budaya Indonesia dinilai karena tidak tegasnya Pemerintah Indonesia. Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR Yusron Ihza Mahendra mengatakan, kali ini pemerintah harus bersikap keras.

“DPR sangat menyesalkan sikap Malaysia yang lagi-lagi mencaplok kebudayaan Indonesia untuk kepentingan komersial. Sudah berulang kali terjadi. Kita lihat, hal semacam ini tidak layak dan tidak terpuji. Pemerintah perlu mengambil tindakan tegas,” ujar Yusron kepada wartawan, Senin (24/8) di Gedung DPR, Jakarta.

Sikap tegas itu bukan saja melalui nota diplomasi. Menurut Yusron, pemerintah bisa bersikap lebih keras dengan menarik Duta Besar Indonesia di Malaysia. “Atau sebaliknya, Dubes Malaysia di Indonesia disuruh pulang ke negaranya. Kalau tidak tegas, akan berulang terus sikap Malaysia ini,” kata dia.

Langkah politik terhadap persoalan ini dipandang akan lebih efektif dibandingkan menempuh langkah hukum. Jika pemerintah mampu bersikap tegas, menurut Yusron, Malaysia akan lebih menghormati Indonesia.

“Sebenarnya Malaysia tahu apa yang dilakukannya tidak berdasar. Hanya, pemerintah tidak tegas sehingga mereka berani. Dari sisi parlemen, kami akan mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas ke Malaysia,” ujar politisi Partai Bulan Bintang ini.

Dalam pekan ini, Komisi Pertahanan akan mengadakan rapat dengan jajaran Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan. Persoalan dengan Malaysia akan menjadi salah satu materi yang menjadi pembahasan.

sumber

Related posts

« Previous Page