Gara-gara “Remote”, Paul Masuk Penjara
December 19, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Hata-hati memegang remote control karena salah-salah bisa mengantarkan Anda ke penjara. Tidak percaya? Lihat saja kisah yang satu ini.
Lantaran melempar istrinya dengan sebuah remote TV hingga tewas, Paul Harvey (46), warga yang tinggal di Kota Euston, arah barat laut dari London, harus mendekam di penjara selama tiga tahun.
Harvey membunuh istrinya, Laguna (48), dengan melemparkan remote TV ke bagian kepalanya seusai melakukan pesta kokain. Akibat lemparan itu, Laguna menderita cacat di bagian arteri vertebralis, bagian belakang kepala. Seusai peristiwa itu, Laguna sempat dibawa ke rumah sakit dengan sedikit memar pada bagian lehernya. Namun, keesokan harinya ia dinyatakan meninggal.
Pengadilan Kriminal Pusat (The Old Bailey) di Inggris mendengar, sebelum ada pelemparan, pasangan ini sempat berdebat kecil tentang siapa yang harus membayar kebutuhan anak tiri mantan istrinya.
Perdebatan itu terjadi saat menonton TV di flat mereka di Euston. Itu terjadi pada 22 Maret silam. Ia kemudian keluar dan menghubungi operator dengan mengatakan, “Aku telah melemparkan (remote) TV digital padanya dan memukul kepalanya.”
Pengadilan mendengar Harvey dan istrinya telah memakai kokain pada malam kejadian. Itu sebabnya, sebelum terjatuh, Laguna sempat berteriak-teriak dan berbicara tidak jelas kepada Harvey. Laguna lantas dibawa ke Rumah Sakit University College karena kondisi pascapemukulan tersebut.
Jonathan Goldberg QC selaku pengacara yang membela Harvey mengatakan kepada pengadilan, Harvey sangat malu dan menyesal karena perbuatannya. Ia telah kehilangan seorang perempuan baik-baik. “Sangat menyedihkan untuk menemukan dua orang baik yang berpendidikan, terhormat dalam masyarakat, terlibat dalam kokain. Kasus ini dapat memublikasikan fakta bahwa obat-obatan ini berbahaya.”
Hakim Giles Forrester mengatakan kepada Harvey: “Anda telah membunuh seorang wanita baik yang menjadi istri Anda. Anda membunuhnya selama beradu argumen di rumah dengan melemparkan sebuah remote control TV dan memukulnya di bawah dan di belakang telinga kiri.”
“Dia tidak biasa menerima itu karena memiliki kelemahan bawahan pada arteri vertebralis yang rusak oleh pukulan Anda. Ini yang mengakibatkan ia meninggal karena terjadi pendarahan di otak.”
“Melempar benda keras seperti remote control adalah tidak bertanggung jawab dan berbahaya. Efek gabungan minuman dan obat-obatan juga cenderung telah meningkatkan kemarahan yang Anda rasakan terhadap istri Anda.”
Related posts
Harta dan Wanita untuk Pelempar Sepatu Bush
September 12, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Meski masuk bui gara-gara melempar sepatu ke George W Bush, waktu itu Presiden AS, Muntazer al-Zaidi menjadi idola. Menjelang pembebasannya, sederet tawaran sudah menunggu, dari rumah dan mobil, hingga calon istri.
Rumah baru dengan empat kamar tidur disediakan mantan bosnya. Mobil, uang, dan fasilitas kesehatan dijanjikan oleh tempatnya bekerja, stasiun televisi Al-Baghdadia.
“Seorang warga Irak yang tinggal Maroko menawarkan putrinya untuk menjadi istri al-Zaidi,” ujar editor Abdul Hamil al-Saij dilansir Telegraph. Menurut al-Saij, ada pula telepon dari Arab Saudi menawarkan Rp 100 miliar untuk membeli sepatunya. Sementara itu, kaum wanita berlomba-lomba menawarkan diri.
Namun, al-Zaidi tidak terlalu memikirkan tawaran-tawaran itu. Ia justru tak sabar menunggu kesempatan untuk keluar penjara. Menurut Maitam sang kakak, al-Zaidi itu berencana membuka panti asuhan dan berhenti menjadi jurnalis. (tel/tis)



