Urus Indonesia, DK PBB Bersidang Lima Menit
July 18, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Jumat (17/7) waktu setempat melakukan sidang mendadak untuk membahas situasi di Indonesia berkaitan dengan pengeboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di Jakarta.
Sidang berakhir dengan Pernyataan Presiden Dewan Keamanan PBB, yang intinya mendesak semua negara agar bekerja sama dengan Indonesia dalam upaya menangkap dan mengadili para pelaku.
Dewan Keamanan PBB pada Jumat sebenarnya hanya dijadwalkan melakukan satu sesi sidang, yang dimulai pagi hari untuk membahas masalah berkaitan dengan Sudan dan beberapa masalah internasional lainnya.
Namun pada hari yang sama, DK memasukkan satu jadwal tambahan, yaitu sidang khusus membahas situasi di Indonesia menyangkut serangan teroris ke Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, yang menewaskan setidaknya sembilan orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. Sidang dengan bahasan situasi di Indonesia itu dimulai sekitar pukul 12.40 dan berlangsung singkat, hanya sekitar lima menit.
Dalam waktu lima menit, pertemuan yang dipimpin Presiden DK PBB untuk bulan Juli, Ruhakana Rugunda dari Uganda tersebut, langsung menyetujui rancangan pernyataan yang mengutuk serangan teroris pada 17 Juli terhadap kedua hotel di Jakarta itu.
Seperti yang dibacakan oleh Ruhakana Rugunda, Pernyataan Presiden Dewan Keamanan dengan nomor S/PRST/2009/22 itu menyatakan keyakinan DK PBB terhadap kemampuan Pemerintah Indonesia mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab melakukan ledakan bom.
Sejalan dengan itu, Dewan juga meminta semua negara untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk mengungkap siapa di balik penyerangan tersebut dan menghukum para pelaku. “Dewan Keamanan menggarisbawahi perlunya, dan menyatakan keyakinan bahwa Pemerintah Indonesia akan dapat membawa para pelaku, pengatur, penyandang dana, dan para pendukung aksi terorisme yang patut dicela ini ke pengadilan,” kata Rugunda.
“Dewan mendesak semua negara, sesuai dengan kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan resolusi-resolusi Dewan Keamanan terkait, untuk bekerja sama secara aktif dengan pihak berwenang Indonesia dalam masalah ini,” tambahnya.
Pada saat yang sama, Dewan Keamaman mengingatkan bahwa semua negara tetap harus mematuhi hukum internasional, terutama hukum yang menyangkut hak asasi manusia, pengungsi, dan kemanusiaan dalam menjalankan langkah-langkah memerangi terorisme.
Rugunda juga menyampaikan simpati mendalam dan duka cita Dewan Keamanan kepada para korban pemboman dan keluarga mereka serta kepada rakyat dan Pemerintah Indonesia.
kompas.com
Related posts
Dua Saksi Kunci Ledakan JW Marriott Dijaga Ketat
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Kepolisian saat ini masih menjaga dua korban ledakan yang dirawat di Rumah Sakit Jakarta, yang juga disebut-sebut sebagai saksi kunci dalam peristiwa bom di Hotel JW Marriott, Jumat (17/7) pagi.
Salah seorang aparat dari Kepolisian Sektor Setiabudi, yang tak mau diungkap namanya, kepada Kompas.com mengakui bahwa dua saksi kunci itu masih dalam perawatan. “Iya benar. Ada dua, D dan A,” ungkapnya.
D adalah petugas keamanan Hotel JW Marriott dan A bekerja di bagian banquet Restoran Sailendra.
Ia pun tidak mengelak bahwa ada penjagaan khusus bagi kedua saksi kunci ini. Penjagaan dilakukan 24 jam secara bergiliran. “Tadi dari Polsek Setia Budi dan Polres Jakarta Selatan. Malam ini dari Polda. Ada bagian serse, buser, dan lainnya,” tutur Istiyantoro.
Berdasarkan pantauan, sejak siang tadi, ada mobil polisi yang standby di depan Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Jakarta, di mana sebagian korban ledakan bom dirawat. Sekitar jam 18.00 ada mobil minibus milik polisi yang meninggalkan RS Jakarta. “Itu baru tukaran jaga,” kata aparat tersebut yang ditemui seusai berjaga.
Masih menurut penuturan polisi tersebut, kedua korban sekarang dalam keadaan baik. D sudah bisa dimintai keterangan, tetapi A masih sulit karena gendang telinganya pecah dan ada luka dalam.
Lebih jauh ia mengungkapkan bahwa kehadiran polisi di rumah sakit tersebut tidak hanya menjaga para saksi kunci secara ketat dan meminta keterangan, tetapi juga mengidentifikasi para korban melalui sidik jari masing-masing. “Sampai saat ini penjagaan masih terus berlangsung,” tandasnya.
kompas.com
Related posts
Pelaku Bom Bunuh Diri Berinisial N
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Bom yang meledak di Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriot merupakan bom bunuh diri. Berdasar nama yang tercantum dalam daftar masuk (check in) Hotel JW Marriot atas kamar 1808 , polisi mendapatkan inisial salah satu pelaku bom bunuh diri.
“Begini saja, saya hanya memberikan inisialnya saja. Inisial N,” ujar Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, dalam konferensi persnya di halaman Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7 ).
Menurut dia, kamar 1808 itu dijadikan posko para pelaku bom bunuh diri ini. Berdasarkan data booking tersebut, N masuk pada Rabu ( 15/7 ) dan seharusnya keluar pada Jumat (17/7) ini.
Lalu, apakah mereka terkait dengan Jamaah Islamiah? Kapolri mengatakan hal tersebut sedang dalam proses penyelidikan. “Jangan berandai-andai. Saya tidak mau berandai-andai,” tuturnya.
Namun, polisi sedang menyelidiki kepastian identitas pelaku bom bunuh diri. Kapolri mengatakan potongan kepala yang ditemukan di Hotel Ritz Carlton masih dapat dikenali.
Sementara, potongan kepala yang ditemukan di Hotel JW Marriot masih dapat direkonstruksi oleh tim identifikasi Polri, meski batok kepala lepas dan sebagian kulit rusak. “Sehingga bisa terungkap siapa pelakunya,” tuturnya.
kompas.com
Related posts
Ledakan Kejutkan Lingkar Mega Kuningan
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Ledakan mengejutkan daerah Lingkar Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pada pagi hari ini. Namun belum ada informasi yang mendetil terkait ledakan ini yang membaut para pegawai di sekitar area tersebut berlarian ke luar.
Berdasarkan informasi yang diterima TMC Polda Metro, Jumat (17/7/2009), menurut salah seorang pekerja yang berada di lokasi, ledakan terdengar dari belakang Hotel JW Marriot.
Asap juga terlihat membumbung tebal di lokasi tersebut. Sementara dikabarkan ledakan yang sama juga terdengar di Hotel Ritz Carlton.
Para pegawai yang berlokasi di area Mega Kuningan saat ini berada di luar gedung masing-masing untuk
Related posts
Pelaku Bom, Anggota JI yang Sakit Hati
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Pemberitaan ledakan bom di dua hotel Jakarta, menjadi pemberitaan hangat di Australia. Analis Negeri Kanguru itu menyatakan, anggota muda kelompok militan Jamaah Islamiyah (JI) yang sakit hati dengan kebijakan organisasinya, diduga sebagai aktor di balik ledakan itu.
“Kelompok kecil di Jamaah Islamiyah yang kecewa, mungkin adalah pelaku pemboman,” ungkap Carl Ungerer, penasihat keamanan nasional dari Australian Strategic Policy Institute seperti dikutip News.com.au, Jumat (17/7/2009).
Menurut Ungerer, kelompok kecil ini tidak sependapat dengan pandangan sebagian besar pemimpin JI, terkait kebijakan konsolidasi organisasi itu.
Dia menambahkan, beberapa anggota muda JI sudah dibebaskan dari penjara di beberapa negara, belakangan ini.
“Mereka meyakini perlu ada kelanjutan aksi bom sebagai satu-satunya cara untuk mencapai tujuan politik mereka,” paparnya.
okezone.com
Related posts
Bom Diduga Dirakit di Kamar Hotel Ritz Carlton
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Polisi belum membeberkan siapa pelaku ledakan bom di Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Namun polisi menduga ada modus baru dalam aksi para teroris itu.
“Mungkin komponennya dilepas satu per satu lalu dibawa masuk ke kamar 1808 itu. Kemudian baru dirakit di dalam,” ungkap Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya Irjen Nanan Sukarna kepada wartawan di Plaza Bellagio, Mega Kuningan, Jumat (17/7/2009).
Menurut dia, saat ini tim penyidik masih mengumpulkan bukti dan informasi untuk mengungkap siapa pelaku yang bercokol di kamar di lantai 18 itu.
Dalam keterangan pers itu, Nanan juga menyatakan bahwa pihaknya menyediakan media center bagi para wartawan di Plaza Bellagio. Jaraknya dari lokasi ledakan tak lebih dari 500 meter saja.
okezone.com
Related posts
Ajudan Menyelamatkan Andrianto dari Maut
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Ketika semua orang berhamburan keluar dari Hotel JW Marriott setelah ledakan terjadi tadi pagi, Jumat (17/7), ajudan mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Andrianto Machribi justru menantang maut dengan menerobos ke dalam hotel bertaraf internasional itu. Tujuannya cuma satu, menyelamatkan sang majikan!
Sahabat Andrianto, HS Dillon, berkisah bahwa tanggung jawab ajudan Andrianto patut diacungi jempol. Seperti kisah yang diperoleh Dillon dari dalam ruang IGD, Dillon mengatakan, si ajudan yang berasal dari kalangan polisi bertindak layaknya kesatria.
“Ajudannya luar biasa. Orang lain lari keluar, dia masuk ke dalam. Dia bawa bosnya itu di pundaknya. Keluar dan dia masukkan ke taksi dan dibawa ke RS MMC,” tutur Dillon. Ternyata IGD RS MMC telah penuh oleh korban, akhirnya Andrianto dibawa ke RS Medistra.
Tindakan cepat itu memang akhirnya berujung pada keselamatan sang majikan. Andrianto yang mengalami luka bakar di bagian wajah dan patah tangan terselamatkan nyawanya. Dillon mengatakan, secara psikologis Andrianto mengalami syok. Namun secara umum, kondisi fisiknya tak terlalu parah.
Dillon mengatakan, pagi tadi Andrianto dan rekannya, David Potter, dijadwalkan mengikuti rangkaian acara Jim Cussal, sebuah perusahaan konsultan dokumen.
kompas.com
Related posts
6 Orang Tewas Akibat Ledakan Marriott dan Ritz
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Polisi dan petugas rumah sakit mengatakan sedikitnya enam orang tewas dan 18 luka dalam serangkaian ledakan dahsyat di hotel Marriott dan Ritz Carlton, Jumat (17/7).
Seperti dilansir kantor berita Associated Press, Dr Cahyono di Rumah Sakit Jakarta mengatakan enam tewas akibat ledakan di Marriott dan Ritz. Kabid Humas Polda Metro Jaya Chrisnanda Dwilaksana juga membenarkan korban tewas enam orang.
Alex Asmasubrata, salah satu saksi mata, mengatakan bahwa dia pertama mendengar ledakan dahsyat di Marriott. Lima menit kemudian, sebuah bom meledak di Ritz. Dia menyaksikan empat jenazah dievakuasi dari Marriott, termasuk satu orang dengan isi perut terburai.
Ledakan ini terjadi dua pekan setelah pemilu presiden 8 Juli 2009. Marriott pernah dibom pada 2003, menewaskan 12 orang. Kelompok Jemaah Islamiyah dituding sebagai dalang dalam pengeboman tersebut.
kompas.com
Related posts
SBY Sangat Prihatin dengan Ledakan di Ritz Charlton
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa prihatin dengan ledakan yang terjadi di Hotel Ritz Charlton dan JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta. Oleh karena itu, SBY akan langsung menuju lokasi kejadian ledakan.
“Presiden sangat prihatin dengan kejadian ini karena selama lima tahun terakhir sitruasi keamanan cukup baik,” kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng kepada detikcom, Jumat (17/7/2009).
Andi mengatakan, bahkan Indonesia baru saja sukses menyelenggarakan Pemilu Legislatif dan Pilpres dengan aman.
“Untuk itu Presiden ingin melihat langsung dampak kerusakan yang terjadi dan sekaligus memberikan arahan-arahan. Saat ini pejabat terkait sudah berada di lokasi,” imbuh Andi.
Apakah SBY akan ke lokasi ledakan usai Salat Jumat? “Nampaknya begitu,” pungkas Andi.
detiknews.com
Related posts
Benarkah Ledakan JW Marriot Berasal dari Genset?
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Ledakan tragis yang memecah keheningan pagi di kawasan elit Mega Kuningan, yang salah satunya bersumber dari Hotel JW Marriot, Jakarta, Jumat (18/7) pagi diduga berasal dari genset yang berada di hotel mewah tersebut. Benarkah demikian?
“Saya kira tidak. Getarannya cukup keras. Lagipula, ledakannya berturut-turut. Kecil faktor kemungkinan,” ujar seorang sumber Kompas.com di sekitar lokasi.
Ledakan besar ini setidaknya telah merenggut delapan korban yang terdiri dari orang asing. Mereka kini segera dilarikan ke RS Jakarta: Data kedelapan orang asing tersebut belum diketahui. Saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
kompas.com



