Pria Berinisial A Itu Bernama Ahmadi
July 23, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Pria berinisial A yang diduga sebagai anggota jaringan teroris dan saat ini sudah ditangkap daparat Kepolisian Daerah Jawa Tengah itu ternyata bernama Ahmadi alias Ahmad Jenggot (40-an), warga Dusun Dusun Sigaru, Desa Sikaco, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap.
Informasi yang diperoleh di dusun itu, Kamis (23/7) sore, menyebutkan, Ahmadi tidak ditangkap oleh polisi, tetapi menyerahkan diri atas bantuan aparat desa setempat.
Ketua RT 1 RW7 Desa Cikaco, Mahsun Yusuf, menyatakan, dua hari lalu Ahmadi baru pulang dari Lampung setelah pergi sekitar satu bulan. Ketika pulang, dia tidak ke rumahnya, tetapi langsung ke rumah kepala dusun setempat. Kepada Kepala Dusun Sigaru, Sutarman. Ahmadi mengaku sangat ketakutan atas berita-berita penangkapan sejumlah orang yang diduga terkait jaringan teroris.
Oleh Sutarman, Ahmadi lalu dibawa ke rumah Kepala Desa Cikaco Sutarno, dan selanjutnya diantarkan ke Polda Jateng untuk menyerahkan diri. “Sekarang ini dia ditahan di Polda Jateng,” kata Mahsun.
Sebelumnya, Kepala Polda Jateng Irjen Alex Bambang Riatmodjo di Solo menyatakan telah menangkap seorang pria berinisial A yang diduga sebagai anggota jaringan teroris Noordin M Top. Penangkapan dilakukan di Cilacap.
Sekitar pukul 14.00 tadi, sejumlah polisi mendatangi rumah Ahmad Jenggot untuk mengambil sejumlah dokumen dan foto.
kompas.com
Related posts
Pengebom Hotel Marriott Lewati “Metal Detector” dengan Tenang
July 21, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Ada data terbaru mengenai tindakan teroris yang meledakkan dua hotel mewah, JW Marriott dan Ritz-Carlton, di Mega Kuningan, lima hari lalu. Pelaku bom bunuh diri di Marriott yang diyakini sebagai Nur Said ini melewati pemindai logam (metal detector) dengan tenang.
Barang-barang bawaannya pun diperiksa petugas keamanan, tetapi ia lolos tanpa dicurigai. Adapun seorang pengebom di Hotel Ritz-Carlton sempat salah menyebut nomor kamar saat ditegur petugas. Namun, ia nekat masuk ke restoran, kemudian memesan kopi sebelum meledakkan bom.
CCTV di Hotel Ritz-Carlton merekam seseorang yang mencurigakan yang mengenakan pakaian dan perlengkapan yang dibawa Nur Said, pria yang diduga pengebom di Hotel JW Marriott. Laki-laki berbadan sedang itu mengenakan jaket hitam dan membawa tas.
Bedanya, tas yang dibawa laki-laki ini adalah tas ransel yang disandang di dada, bukan di punggung. Dia terlihat sedikit tertatih-tatih membawa tas jinjing, mungkin karena berat. Ia memindahkan bawaan dari tangan kiri ke kanan.
Laki-laki ini berjalan lurus, dalam terowongan dari arah Marriott menuju Ritz Carlton, lalu masuk ke coffee shop atau Restoran Airlangga. Sebelum masuk restoran, dia sempat ditegur seorang laki-laki penerima tamu (guester).
Seorang sumber menyebutkan, penerima tamu menyapa laki-laki itu yang akan masuk ke Restoran Airlangga. “Selamat pagi Pak. Maaf, dari kamar nomor berapa?” kata penerima tamu sedikit membungkukkan badan kepada laki-laki yang diduga teroris itu. Sang tamu menjawab, “Kamar 2701.”
Maksudnya lantai 27 kamar nomor 01. Penerima tamu heran karena Hotel Ritz-Carlton hanya sampai pada lantai 26.
Saat disanggah, sang tamu berkata, “Oh iya, saya sudah janjian dengan teman. Dia menunggu di restoran.” Setelah itu, dia berjalan bergegas menuju tangga, bukan lift, naik ke Restoran Airlangga. Beberapa detik kemudian terjadi ledakan dahsyat. Ledakan terjadi pukul 07.57, 10 menit setelah ledakan di Ritz-Carlton.
Adapun pengebom yang direkam CCTV di Hotel JW Marriott diduga Nur Said alias Nur Sahid alias Nuri Hasdi alias Nur Hasbi alias Nurdin Aziz. Ia datang ke hotel menumpang taksi warna biru.
Dia tiba dan check in ke hotel berbintang lima itu pada 15 Juli pukul 15.01. Dia menurunkan tas beroda hitam yang biasa dipakai bepergian. Satu tas jinjing lainnya menggantung di bahu. Laki-laki berperawakan sedang ini mengenakan jaket hitam dan topi pet abu-abu.
Sesaat setelah melewati pintu hotel, dia bertemu dengan petugas kemanan hotel. Barang-barang bawaannya lalu diangkat petugas untuk diperiksa. Pada saat bersamaan, laki-laki itu melintasi pemindai logam. Baik Nur Said maupun kedua tasnya lolos tanpa hambatan.
Berdasarkan data Marriott, sebelum masuk hotel, seseorang laki-laki memesan kamar hotel melalui nomor telepon seluler 08788XXX. Pemesan mengatakan akan menginap mulai tanggal 15.
Setibanya di meja resepsionis, saat check in, Nur Said menggunakan kartu tanda penduduk palsu dengan nama Nur Hasbi beralamat di Pondok Pinang, Tangerang. Ketika check in, pelaku membayar tunai sewa kamar selama tiga hari seharga 1.400 dollar AS (setara Rp 14 juta dengan kurs 1 dolar AS = Rp 10.000).
Sewa kamar paling murah di Marriott sekitar Rp 1,4 juta per malam, sedangkan kamar yang lebih mahal Rp 4 juta-Rp 60 juta per malam. Biasanya petugas hotel minta pembayaran lebih di depan sebagai jaminan kalau tamu memanfaatkan mini bar dalam kamar.
Tiga hari kemudian, yakni pada hari peledakan, Jumat (17/7), Nur Said juga terekam CCTV pada pukul 07.47. Sama persis seperti ketika kedatangannya ke hotel, mengenakan jaket hitam, topi pet, menyeret satu tas beroda, dan menjinjing satu tas lainnya. (tig)
kompas.com
Related posts
Bom Dongkrak Hunian Hotel Bintang 3 di Jakarta
July 20, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot, Jakarta, membuat wisatawan berpikir ulang untuk menginap di hotel berbintang lima. Pasca ledakan bom itu, wisatawan yang ke Jakarta, justru mulai melirik hotel berbintang tiga. Tak ayal, tingkat hunian di hotel bintang tiga naik.
“Akibat bom ini mengalihkan hunian ke hotel bintang tiga di Jakarta,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia di Jakarta, Krishnadi, kepada wartawan, di Jakarta Media Crisis Center, di Belagio Mall, Jakarta, Senin ( 20/7 ).
Menurut dia, tingkat hunian rata-rata di hotel berbintang tiga sebelum kejadian Jumat ( 17/7 ) lalu, sekitar 80 persen. Saat ini, lanjutnya, tingkat hunian di hotel kelas ini mencapai 100 persen, atau naik 20 persen dari biasanya.
“Biasanya 80 persen, pascabom ini, 90 persen tingkat huniannya, bahkan ada yang mencapai 100 persen,” tuturnya.
Dia mengatakan tingkat hunian hotel berbintang lima di Jakarta mencapai 75 persen. Tingkat hunian ini diperkirakan akan merosot sekitar 10-20 persen dari biasa. Tiga hari setelah ledakan itu, penurunan tingkat hunian belum terasa karena adanya libur panjang.
Related posts
Mbah Surip Nyaris Jadi Korban Bom
July 20, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Nasib mujur ternyata masih berpihak kepada Mbah Surip. Beberapa saat sebelum ledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton, Jumat (17/7), Si Mbah mengaku baru melewati dua gedung tersebut.
“Hampir saja Mbah ikut korban bom. Bisa jadi nyawa Mbah lewat. Karena paginya Mbah masih lewat di depan gedung itu,” ungkap Mbah Surip ditemui saat mengisi acara ulang tahun Niquita Juan, anak dari pengacara Ferry Juan dan Zarima, di Kota Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (19/7) malam.
Pelantun lagu Tak Gendong itu pun mengaku kaget luar biasa ketika mendengar kabar JW Marriott dan Ritz Carlton kembali mendapat serangan bom. Padahal, dia baru saja lewat di lokasi tersebut.
Seperti halnya banyak pihak lainnya, Mbah Surip mengaku kesal terhadap aksi peledakan bom yang merenggut korban jiwa itu. “Yang tukang ngebom enggak sadar kalau orang Indonesia itu sabar-sabar,” tutur pria gimbal bergaya Bob Marley ini. “Saya benar-benar kesal,” kata Mbah Surip. (C9-09)
kompas.com
Related posts
Menyamar Jadi Tamu Hotel Modus Baru Kelompok Teroris
July 19, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Pelaku bom bunuh diri diduga menjadi tamu Hotel JW Marriott. Kamar 1808 menjadi tempat menginap pelaku. Tidak seperti aksi serangan sebelumnya, kini para pelaku menyusup ke dalam, bahkan sempat menginap. Apakah para pelaku mengubah strategi?
“Itu modus baru,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Media Center Cafe Ginger Republic Bellagio, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2009).
Sayangnya Nanan enggan berkomentar lebih banyak. Dia mengaku agar semua pihak menunggu hasil pengembangan dan penyelidikan pihak kepolisian.
Hal senada pun disampaikan Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyono Ishaq. “Kita bicara fakta, hasil olah TKP masih diproses,” tutupnya.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menegaskan agar pihak hotel-hotel di semua tempat lebih memperketat standar operasional prosedur (SOP).
detiknews.com
Related posts
Korban Bom Marriott Masih Alami Trauma
July 19, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Yurike Marhaningrum (24), karyawati Bank Panin masih terbaring di RS MMC Jakarta. 4 Jahitan di kepala akibat pecahan kaca dia dapatkan. Yurike adalah salah satu korban bom di Hotel JW Marriott
“Dia masih trauma dan deg-degan karena merasa getaran dulu kemudian ledakan,” kata ayah Yurike, Akbari Masnun saat ditemui di RS MMC Jakarta, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (19/7/2009).
Jumat (17/7/09), Yurike baru saja datang di lokasi. Kebetulan bank tempat dia bekerja berada di hotel mewah tersebut. Hingga kemudian bom yang diledakan pelaku teror mesti membuatnya tergolek di rumah sakit.
“Di punggung masih ada luka, keluhan masih pusing, tapi kemarin di-scan dan di-rontgen hasilnya baik-baik saja,” imbuhnya.
Akbari mengaku dia ditelepon Yurike, saat anaknya itu hendak dibawa menuju rumah sakit. Dia pun kaget dan tidak menyangka anaknya menjadi korban bom.
“Yurike masih pusing, jadi akan dirawat dulu saja sampai benar-benar sembuh,” tutupnya.
detiknews.com
Related posts
Noordin M Top Terkait Bom Mega Kuningan
July 19, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Ansyaad Mbai menyatakan, Noordin M Top terkait pemboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (18/7) pagi.
“Dari modus yang dilancarkan, ini jelas terkait Noordin M Top,” katanya, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Inspektur Jenderal Polisi Ansyaad Mbai menambahkan, meski modus yang digunakan masih konvensional, yakni bom bunuh diri, aksi ini dilakukan dengan cara yang lebih canggih, yakni langsung menyusup ke dalam sasaran.
“Sebelumnya kan bom bunuh diri hanya dilakukan di luar, di halaman hotel atau apa. Namun ini, di tengah sistem pengamanan yang sudah begitu ketat, mereka bisa menembus hingga ke target sasaran utama,” kata Ansyaad.
Ia mengemukakan, meski dalam empat tahun terakhir aksi terorisme tidak terjadi di Indonesia, Noordin M Top beserta sel-sel jaringannya terus aktif melakukan “konsolidasi” meski dalam kurun waktu tersebut aparat juga kerap menyisir dan menangkap para kaki tangan Noordin M Top.
“Kejadian ini merupakan bukti kalau mereka masih kuat dan ini yang harus menjadi prioritas, yakni menangkap si aktor, yaitu Noordin M Top. Selama aktornya belum ditangkap, ya segala upaya antisipasi seperti apa pun akan sia-sia,” tuturnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, aparat sudah melakukan penyisiran dan penangkapan di beberapa daerah yang diduga sebagai tempat persembunyian dan aktivitas Noordin M Top dan kaki tangannya, seperti Cilacap (Jawa Tengah), Lampung, dan Malang (Jawa Timur).
Salah satu yang tertangkap adalah Syaefudin Zuhri, yang ditangkap di Cilacap, Juni 2009. Berdasar penuturan alumnus sebuah pelatihan di kamp di Afganistan pada 1990, Noordin M Top masih memiliki pengaruh dan jaringan yang kuat di Indonesia.
Tak hanya itu. Menurut teman satu angkatan Ali Imran itu, Noordin M Top masih sangat dilindungi oleh sesama anggota Jamaah Islamiyah (JI) sehingga aparat masih sulit untuk menemukan jejak secara pasti buronan nomor satu itu.
kompas.com
Related posts
Siang Ini, Jenazah Presdir Holcim Diterbangkan ke Selandia Baru
July 19, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Jenazah Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Tbk Timothy David Mackay, korban tewas akibat ledakan bom di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta, akan diterbangkan ke negara asalnya, Selandia Baru, Minggu (19/7) siang ini.
Menurut keterangan yang didapat dari rumah duka Dharmais, Jakarta, jenazah Timothy D Mackay direncanakan sebelum pukul 12.00 WIB sudah dibawa ke bandara, untuk selanjutnya diterbangkan ke negara asal korban.
Timothy merupakan satu dari sembilan korban tewas akibat tragedi ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7) lalu.
Jenazah Timothy sejak Jumat disemayamkan di rumah duka Dharmais, Jakarta Barat. Saat ini, rumah duka di Dharmais itu dipenuhi puluhan karangan bunga yang merupakan ucapan duka dari rekan korban. Para pelayat juga terus berdatangan sejak pagi hari untuk memberikan penghormatan terakhir kepada korban bom tersebut.
kompas.com
Related posts
Polisi Berharap Bisa Rilis Identitas 2 Pelaku Siang Nanti
July 18, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Polri terus melakukan penyeledikian terhadap 2 janazah pelaku peledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jumat 17 Juli kemarin. Polisi berharap siang nanti kedua pelaku sudah bisa diidentifikasi dengan lengkap dan diungkap ke publik.
“Mudah-mudahan nanti siang sudah ada hasil. Tapi tergantung dari kerja tim dokter,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Nanan Soekarna saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (18/7/2009).
Identitas pelaku, lanjut Nanan, nantinya akan dikembangkan ke arah kelompok tertentu. “Itu (identitas pelaku) kita tunggu dulu. Setelah identitas, baru jaringan,” katanya
Saat ini, polisi sudah berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di JW Marriott, inisial N. Sedangkan pelaku bom bunuh diri di Ritz Carlton masih sulit diidentifikasi karena kondisi potongan kepala terkelupas sampai batok kepala.
Kedua pelaku bom bunuh diri hancur berkeping-keping dengan kepala yang terpisah dengan badan.
detik.com
Related posts
Urus Indonesia, DK PBB Bersidang Lima Menit
July 18, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Jumat (17/7) waktu setempat melakukan sidang mendadak untuk membahas situasi di Indonesia berkaitan dengan pengeboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di Jakarta.
Sidang berakhir dengan Pernyataan Presiden Dewan Keamanan PBB, yang intinya mendesak semua negara agar bekerja sama dengan Indonesia dalam upaya menangkap dan mengadili para pelaku.
Dewan Keamanan PBB pada Jumat sebenarnya hanya dijadwalkan melakukan satu sesi sidang, yang dimulai pagi hari untuk membahas masalah berkaitan dengan Sudan dan beberapa masalah internasional lainnya.
Namun pada hari yang sama, DK memasukkan satu jadwal tambahan, yaitu sidang khusus membahas situasi di Indonesia menyangkut serangan teroris ke Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, yang menewaskan setidaknya sembilan orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. Sidang dengan bahasan situasi di Indonesia itu dimulai sekitar pukul 12.40 dan berlangsung singkat, hanya sekitar lima menit.
Dalam waktu lima menit, pertemuan yang dipimpin Presiden DK PBB untuk bulan Juli, Ruhakana Rugunda dari Uganda tersebut, langsung menyetujui rancangan pernyataan yang mengutuk serangan teroris pada 17 Juli terhadap kedua hotel di Jakarta itu.
Seperti yang dibacakan oleh Ruhakana Rugunda, Pernyataan Presiden Dewan Keamanan dengan nomor S/PRST/2009/22 itu menyatakan keyakinan DK PBB terhadap kemampuan Pemerintah Indonesia mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab melakukan ledakan bom.
Sejalan dengan itu, Dewan juga meminta semua negara untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk mengungkap siapa di balik penyerangan tersebut dan menghukum para pelaku. “Dewan Keamanan menggarisbawahi perlunya, dan menyatakan keyakinan bahwa Pemerintah Indonesia akan dapat membawa para pelaku, pengatur, penyandang dana, dan para pendukung aksi terorisme yang patut dicela ini ke pengadilan,” kata Rugunda.
“Dewan mendesak semua negara, sesuai dengan kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan resolusi-resolusi Dewan Keamanan terkait, untuk bekerja sama secara aktif dengan pihak berwenang Indonesia dalam masalah ini,” tambahnya.
Pada saat yang sama, Dewan Keamaman mengingatkan bahwa semua negara tetap harus mematuhi hukum internasional, terutama hukum yang menyangkut hak asasi manusia, pengungsi, dan kemanusiaan dalam menjalankan langkah-langkah memerangi terorisme.
Rugunda juga menyampaikan simpati mendalam dan duka cita Dewan Keamanan kepada para korban pemboman dan keluarga mereka serta kepada rakyat dan Pemerintah Indonesia.
kompas.com



