Buaya Mengganas, Dua Jadi Korban

August 27, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Setelah beberapa bulan ditenangkan pawang, buaya Sungai Bangka Kota kembali mengganas. Dua hari terakhir, sudah dua warga menjadi korban. Seorang nelayan tewas mengenaskan, sedangkan satu lainnya terluka parah.

Korban tewas bernama Madi (15), warga Dusun Limang, Desa Pangkalberas, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat. Ia ditemukan tidak bernyawa lagi dengan kondisi luka mengenaskan di beberapa bagian tubuhnya, Rabu (26/8) pukul 08.00.

Kades Bangka Kota Safei Embun dan Kaur Pemerintahan Desa Pangkalberas Hartono yang dihubungi terpisah membenarkan peristiwa itu.

Awalnya, Madi bersama lima temannya berangkat dari Sungai Pangkalberas, Selasa, seusai sahur. Mereka menggunakan dua perahu motor tiba di muara Sungai Bangka Kota untuk mencari kepiting hitam. Para nelayan ini kemudian berpencar menggunakan perahu kolek. Tiba-tiba seorang temannya melihat Madi terjungkal ke sungai bersama dayung yang dipegangnya. Teman itu mendekat dan menyadari Madi tak ada lagi di atas perahu.

“Informasi yang saya dengar dari masyarakat, korban dimakan buaya, cuma kebenarannya saya belum begitu jelas karena saya hanya sebatas dengar-dengar,” kata Hartono dihubungi via ponsel, tadi malam.

Menurutnya, setelah sepanjang malam dicari, Madi baru ditemukan pada Rabu sekitar pukul 08.00. Korban mengapung di alur sungai tidak jauh dari lokasi perahu yang dibawanya.

Sejumlah bagian tubuh korban, yakni salah satu tangan dan kakinya putus, terpisah dari badannya. Ada goresan bergaris di bagian tubuh dan luka-luka di kepala, diduga gigitan buaya.

“Setelah tubuhnya ditemukan mengapung, teman-teman korban terus mencari potongan tangan dan kakinya yang sudah putus. Kaki dan tangan yang putus itu, saya juga tidak tanya apakah kanan apa kiri, tapi ditemukan di tempat terpisah,” kata Hartono.

Madi awalnya hendak dimakamkan di Dusun Pangkalberas, tetapi keluarga minta supaya dikebumikan di Kampung Limang, Desa Pangkalberas. “Sore atau siang tadi (Rabu), korban dimakamkan di Limang karena permintaan dari orangtuanya,” kata Hartono.

36 jahitan

Sehari sebelumnya, Senin pukul 07.00, Aswin (26), warga Desa Bangka Kota, juga diserang buaya. Peristiwa terjadi saat menjelang salat isya dan tarawih. Aswin hendak mengambil wudu di tepi sungai belakang masjid. Tak disangka, seekor buaya besar berukuran sekitar 4 meter menyambar kakinya. Aswin menjerit sejadi-jadinya.

Meski kakinya sudah disambar buaya, pemuda itu tak mau menyerah begitu saja. Sekuat tenaga Aswin membuka mulut buaya yang mencengkeram kakinya. Gigitan buaya sempat terlepas. Namun, belum sempat Aswin menjauh, kembali terkaman bersarang di paha korban.

Aswin yang pahanya mengucurkan darah berusaha memukul kepala buaya. “Saat itu warga dan jemaah masjid mulai ramai ke tepi sungai menolong Aswin,” tutur Kades Bangka Kota Safei Embun yang dihubungi lewat telepon, Selasa petang.

Setelah sekitar 15 menit kemudian baru buaya itu melepaskan gigitannya. Namun, reptil itu rupanya masih mengincar korban dan sempat menunggu beberapa saat di tepi sungai sebelum akhirnya menghilang dari pandangan warga yang berusaha menangkapnya.

Aswin langsung dilarikan warga ke Puskesmas Simpangrimba untuk mendapat pertolongan. Korban mengalami pendarahan cukup banyak dari luka terkaman buaya di paha dan kakinya. Akibat luka gigitan itu, Aswin harus mendapatkan 36 jahitan. “Aswin untuk sementara ini tak bisa berbuat apa-apa, terbaring di rumah,” ujar Safei.

Delapan bulan ini, setidaknya sudah empat kali buaya Sungai Bangka Kota menyerang warga. “Kami sudah berusaha untuk melakukan ritual dengan memanggil dukun untuk menjinakkannya. Namun, menurut dukun, ada beberapa pantangan yang dilanggar warga sehingga buaya itu kembali mengganggu, misalnya ada warga yang membuang kotoran atau sisa daging ke sungai, itu tidak boleh,” ujar Safei yang sedang berkonsultasi dengan para tetua Desa Bangka Kota untuk mencari jalan lain menjinakkan buaya dan menjauhkan warga dari terkaman buaya.

Warga setempat sudah cukup resah dengan ulah buaya Sungai Bangka Kota. Untuk itu, Safei mengimbau warga lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di sungai. Diharapkan juga warga tidak melanggar pantangan sang dukun sehingga bisa menjinakkan buaya-buaya di sana. (j2/yik/fly)

sumber

Related posts

Korban Bom Marriott Masih Alami Trauma

July 19, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Yurike Marhaningrum (24), karyawati Bank Panin masih terbaring di RS MMC Jakarta. 4 Jahitan di kepala akibat pecahan kaca dia dapatkan. Yurike adalah salah satu korban bom di Hotel JW Marriott

“Dia masih trauma dan deg-degan karena merasa getaran dulu kemudian ledakan,” kata ayah Yurike, Akbari Masnun saat ditemui di RS MMC Jakarta, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (19/7/2009).

Jumat (17/7/09), Yurike baru saja datang di lokasi. Kebetulan bank tempat dia bekerja berada di hotel mewah tersebut. Hingga kemudian bom yang diledakan pelaku teror mesti membuatnya tergolek di rumah sakit.

“Di punggung masih ada luka, keluhan masih pusing, tapi kemarin di-scan dan di-rontgen hasilnya baik-baik saja,” imbuhnya.

Akbari mengaku dia ditelepon Yurike, saat anaknya itu hendak dibawa menuju rumah sakit. Dia pun kaget dan tidak menyangka anaknya menjadi korban bom.

“Yurike masih pusing, jadi akan dirawat dulu saja sampai benar-benar sembuh,” tutupnya.

detiknews.com

Related posts

Nama - nama 9 Orang Korban di Rumah Sakit Jakarta, 2 Orang WNA

July 17, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Ledakan bom terjadi di dekat Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan. Jakarta Selatan, menelan banyak korban. Menurut data yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Jakarta, hingga pukul 08.35 WIB, jumlah korban luka-luka yang sedang dan sempat dirawat di Rumah Sakit Jakarta sebanyak 9 orang.

Berikut adalah nama-nama korban tersebut:
1. Sidik Maulana (21), laki-laki, beralamat di Mampang Prapatan Tegal Parang, perusahaan Ritz Carlton.
2. Aryo (31), laki-laki, beralamat di Bintaro Sektor 9, perusahan Ritz Carlton.
3. Edward Thielsen, WNA, laki-laki, tidak diketahui usia dan asal negaranya, perusahaan Airlangga Kitchen JW Marriott.
4. David Petter, WNA, laki-laki, tidak diketahui usia dan asal negaranya, saat ini dirawat di kamar operasi.
5. Deni Purwanto, tidak diketahui usianya, perusahaan JW Marriott.
6. Adri (30), laki-lakim tidak diketahui alamatnya.
7. Dik Ahmad Taufik (39), laki-laki, beralamat di Srengseng Bambut.
8. Dewi lestari (26), perempuan, beralamat di Jalan Empu Tantular, karyawati Panin Bank, saat ini sudah pulang.
9. Ririn (25), perempuan, tidak diketahui alamatnya, karyawati Panin Bank, saat ini korban sudah pulang.

Dari total 9 korban luka-luka, terdapat 2 warga negara asing (WNA), 2 orang diperbolehkan pulang, sementara 7 orang lainnya masih dirawat.

detik.com

Related posts