Antivirus Siswa SMP Stella Maris Mampu Jaring 4.000 Virus

October 18, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Anda yang biasa browsing di situs softpedia.com untuk mencari antivirus, tentu mengenal Blue Atom Antivirus. Tetapi, tahukah Anda siapa pencipta antivirus ukuran 2,5 MB yang mampu menjaring sekitar 4.000 virus dalam dan luar negeri itu?

Dia adalah Alvin Leonardo (14) siswa kelas IX E SMP Katolik Stella Maris, Surabaya. Hebatnya, karya arek Suroboyo ini secara resmi telah mendapat garansi 100 persen clean oleh softpedia pada 19 Oktober 2009.

Meski menjadi salah satu penghuni kelas unggulan di sekolah, Alvin adalah sosok siswa bersahaja. Tak terlihat istimewa. Rambut pendek dan badan sedikit kurus. Tapi, ia memang lebih menguasai pemrogaman komputer dibanding rekan-rekannya.

Alvin mulai rajin mengotak-atik program komputer sekitar tiga tahun lalu. Saat itu, dia baru saja duduk di bangku SMP dan untuk pertama kali memegang komputer. Awalnya, dia hanya suka main game. Tapi, rasa ingin tahunya berkembang ketika melihat program visual basic dalam hard disk komputer.

“Waktu itu saya penasaran, program itu untuk apa? Cara kerjanya bagaimana? Lalu saya otak-atik sampai akhirnya tahu,” ujarnya. Kemampuan Alvin mengotak-atik program komputer didapat secara otodidak. Ia tidak pernah mengikuti kursus komputer atau mendapat bimbingan khusus di bidang pemrograman.

Hanya dalam kurun waktu sekitar dua tahun, Putra pasangan Muliani Tedjakusuma dan Surya Mutiara itu sudah menguasai bahasa pemrogaman visual basic, c#, dan asmbler (ASMX 86). Kemampuan menguasai tiga jenis bahasa pemrogaman itulah yang mengantar Alvin membuat antivirus.

Karya itu lahir dari keluhan orang-orang di sekitar. “Banyak saudara dan teman jengkel karena komputer atau flash disk diganggu virus. Saya lihat sistem kerja antivitus itu gampang, jadi saya buat sendiri,” ungkap anak tunggal itu.

Alvin berhasil menyelesaikan proyek antivirusnya pada September 2009. Semula ia menamakan karyanya Fire Antivirus. Tapi, karena nama itu sudah pernah ada, ia lalu mengubah dan memberi nama karyanya Blue Atom Antivirus. “Biru itu melambangakan ketenangan dan atom merupakan bagian terkecil dari semua benda, itu melambangkan antivirus saya yang kapasitasnya cukup kecil,” papar Alvin.
Selanjutnya ia mendaftarakan karyanya ke softpedia secara online. “Saya sempat kesulitan mendaftar, karena harus mencari website yang bisa menjadi pengantar untuk masuk ke softpedia, karena saya tidak punya server sendiri. Tapi, akhirnya bisa menggunakan sourceforge,” terang Alvin.

Selang beberapa hari setelah mendaftar ke softpedia, Alvin mendapat jawaban melalui email yang menyatakan antivirus buatannya sudah lolos uji coba dan dijamin sehingga bisa diunduh secara langsung melalui softpedia.

Selain berkapasitas kecil dan bisa menyeleksi lebih banyak virus, Blue Atom Antivirus diklaim bisa bekerja dalam waktu singkat. Antivirus ini bisa digunakan untuk komputer dengan spesifikasi sederhana sekalipun.

Tidak puas dengan karya antivirus yang sudah mendapat sertifikasi softpedia. Alvin terus mengembangkan karyanya. Hasilnya, dalam waktu singkat ia sudah me-launching pengembangan antivirus Blue Atom karyanya dengan tambahan beberapa keunggulan. Versi baru Blue Atom Antivirus kini dilengkapi karantina, clean, fitur antivirus untuk game yang disebut game mode dan fitur protective flashdisk.
Pengembangan antivirus Blue Atom kembali didaftarkan Alvin ke Softpedia, Kamis (15/10). Ia berharap versi baru Blue Atom Antivirus bisa kembali mendapat lisensi dari Softpedia beberapa hari ke depan. “Kalau dapat lisensi lagi itu bisa menjadi hadiah ulang tahun,” harap bocah yang tinggal di Jl Muria Surabaya itu.

Pakar IT yang juga dekan FTIf ITS Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD menyatakan, bahasa pemrograman komputer tidak mudah dikuasai siswa, apalagi SMP.

“Kalau memang dia (Alvin) bisa menguasai bahasa pemrograman, berarti dia termasuk anak yang serius belajar, hebat dia,” puji Ryan.
Terkait antivirus buatan Alvin, Ryan hanya mengingatkan bahwa sistem kerja antivirus adalah kemampuan untuk melihat sesuatu yang tidak wajar dalam kerja komputer.

Antivirus berfungsi untuk mendeteksi hal yang tak wajar itu untuk kemudian mengendalikannya. Karenanya, pembuat antivirus dituntut untuk terus mengupdate, supaya tetap bisa berfungsi baik jika sudah ditemukan virus-virus baru.
“Anak-anak seperti dia perlu diperhatikan. Untuk meningkatkan kemampuan, dia bisa diikutkan lomba-lomba pemrograman,” tambah Ryan. Lebih lanjut, ia berharap potensi seperti Alvin bisa dibina untuk menjadi hacker ‘ilmu putih’ untuk menyosialisasikan fungsi penguasaan program komputer dan IT untuk membantu mencari solusi bagi segala keperluan. (

sumber

Related posts

Kaspersky: Ingin Aman Virus Jangan Gunakan Komputer

October 15, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Produsen Antivirus Kaspersky, Eugene Kaspersky menyarankan agar tidak terhubung dengan internet dan tidak menggunakan media penyimpanan data termasuk “removable disk” jika ingin aman dari serangan virus.

“Dan lebih aman lagi jangan gunakan komputer, dan pengguna komputer tidur saja,” canda pria bernama asli Evgeniy Valentinovich Kasperskiy itu pada pertemuan dengan sejumlah peneliti teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari Kementerian Riset dan Teknologi di Jakarta, Jumat. Ia berkunjung ke Indonesia pada 7-11 Oktober.

Menurut lulusan Institute of Cryptography Telecommunications and Computer Science itu, terserang malware (virus) adalah bagian dari resiko dalam suatu sistem global yang semakin terhubung dengan jaringan internet.

Ditanya wartawan bagaimana tanggapannya mengenai isu bahwa perusahaan antivirus sebenarnya adalah pihak yang membuat dan menyebarkan virus itu sendiri, ia tidak dengan jelas membantahnya.

Kaspersky justru membalikkan pertanyaan dengan mengatakan, siapa yang sebenarnya paling berkepentingan terhadap suatu bencana. “Apakah itu jurnalis? Apakah kalau begitu jurnalis yang membuat bencana?” tanyanya.

Menurut dia, pembuat virus yang menyerang sistem keamanan berbagai lembaga di dunia memiliki motif “uang” di mana virus disusupkan, menginfeksi, memata-matai identitas pengguna, seperti kata sandi kartu kredit lalu mencuri uangnya.

Pria kelahiran Novorossiysk, Rusia, 4 Oktober 1965 itu mengatakan, karena itu sekuriti internet sekarang ini, merupakan hal yang semakin serius, semakin merambah ke mana-mana serta semakin memiliki pasar dan bernilai ekonomi tinggi.

Antivirus Kaspersky, menurut dia, ada di peringkat keempat yang paling banyak dimanfaatkan. Di peringkat satu adalah Symantec, kedua McAfee dan ketiga Trend Micro.(*)

sumber

Related posts

Awas Virus “Deadlock”, Pesannya Positif tapi Hancurkan Komputer

August 19, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Pesannya terdengar positif dengan kata-kata yang membangkitkan patriotisme. Namun, jangan terbuai kata-kata manis yang dibawa sebuah virus komputer lokal baru bernama Deadlock. Simak pesan tersebut berikut ini.

Bebaskan Negeri kami Indonesia dari Terorisme, Anarkis, dan KKN (Kolusi, Korupsi & Nepotisme) pada Kubu Pemerintahan Republik Indonesia (Sipil, TNI & Polisi) serta Tangkap, Berantas dan Penjarakan ? Tanpa Kecuali. Bersihkan Negeri kami dari Portitusi, Perjudian dan Kejahatan Sosial. Merdekakan diri kami dari Kemiskinan, Kesengsaraan dan Ketidakadilan! Bersama Partai Demokrat ? SBY & BOEDIONO, Bersama Membangun Indonesia Adil, Makmur & Sejahtera

Atas Nama Bangsa Indonesia
Pangeran DEADLOCK

I?m Everyone, but NoOne
I?m Everything, but NoThing
I?m Everywhere, but NoWhere

Jika komputer Anda tiba-tiba menampilkan sebuah gambar dengan pesan tersebut (lihat gambar 1), Anda disarankan untuk segera ambil tindakan. Pasalnya, komputer Anda sudah diserang virus yang aktif dan mematikan.

Virus tersebut akan menampilkan pesan tersebut dalam desktop yang telah diambil alih. Biasanya pesan ini hanya akan muncul pada waktu yang ditentukan. Seiring dengan munculnya pesan ini, maka semua file yang ada di semua drive akan dihapus, termasuk program dan file system Windows.

Jadi, kalau Anda melihat pesan ini pada komputer Anda, kemungkinan sudah terlambat karena sebentar lagi data di komputer Anda akan dihancurkan. Seperti peribahasa “air tenang menghanyutkan”, rupanya di dalam bisunya virus ini menyimpan bom waktu di komputer korbannya yang akan diaktifkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Puncaknya, pada tanggal 12 dan 13 nanti, Deadlock akan membuat komputer Anda benar-benar deadlock alias dihancurkan semua datanya, baik data di seluruh harddisk, flashdisk, maupun file-file Windows sehingga menampilkan pesan “NTLDR is Missing”.

Kenali cirinya

Virus ini sebenarnya masih masuk ke dalam keluarga Visual Basic yang dikompresi dengan menggunakan program Petite 2.x dengan ukuran sekitar 80 KB. Ikon yang digunakan juga tidak disamarkan, tetap menggunakan ikon aplikasi dan kemungkinan berasal dari salah satu kota di Kalimantan (Samarinda).

Jika virus ini aktif di komputer, ia akan membuat beberapa file yang akan dijalankan pada saat komputer dinyalakan.
- C:-Windows-system32-apache.exe
- C:-Windows-system32-mysql.exe

Pemilihan nama apache dan mysql kemungkinan bertujuan menyamarkan dirinya sebagai program populer Apache dan Mysql. Agar file tersebut dapat aktif secara otomatis pada saat komputer dinyalakan, ia akan membuat beberapa string pada registry berikut:
-HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Run
-mysql = C:-Windows-system32-mysql.exe
-HKEY_CURRENT_USER-SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Run
-apache = C:-Windows-system32-apache.exe

Virus ini cukup cerdik dalam mengelabui pengguna. Pengguna tidak akan curiga jika sebenarnya komputer tersebut telah terinfeksi karena tidak ada tanda-tanda yang biasa dilakukan oleh virus lokal lainnya, seperti disable Task Manager / MSConfig / Regedit atau Folder Options, selain itu file yang dibuat juga tidak mencurigakan karena seolah-olah merupakan program Apache dan MySql. Pengguna baru sadar bahwa komputer telah terinfeksi virus pada saat terlambat, yang kala itu akan muncul pesan dari pembuat virus yang kemudian diikuti dengan munculnya pesan “error Windows file Protection”. Hal ini menandakan bahwa ada suatu program yang berusaha untuk menghapus file system Windows.

Virus ini akan aktif secara otomatis setiap kali pengguna mengakses suatu drive/flash disk dengan memanfaatkan autorun Windows dengan membuat 3 buah file, yakni:
-[Desktop.ini] yang berisi script untuk menjalankan file [folder.htt]
-[Folder.htt], berisi script untuk menjalankan file utama yakni [flashguard.exe]
-[Flashguard.exe] merupakan file induk yang akan di jalankan.

Flashdisk merupakan salah satu media yang paling banyak digunakan oleh pengguna. Hal inilah yang akan dimanfaatkan oleh sebagian bahkan boleh dibilang semua virus untuk menyebarkan dirinya. Hal ini juga akan dilakukan oleh virus Deadlock dengan cara membuat beberapa file berikut.
-Desktop.ini
-Folder.htt
-Flashguard.exe

Bom waktu

Virus Deadlock laksana bom waktu yang akan menghancurkan komputer target pada waktu yang telah ditentukan. Virus ini akan menjalankan aksinya setiap tanggal 12-13 sekitar pukul 08.00-09.00 setiap bulan dengan cara MENGHAPUS SEMUA FILE/DATA TERMASUK FILE SYSTEM WINDOWS yang ada di semua drive termasuk di media flashdisk dengan menggunakan perintah cmd.exe /c del /f /s /q /a dan cmd.exe /c rd /s /q sehingga, jika komputer tersebut di-restart, maka akan muncul pesan “error”.

Jadi, cara terbaik untuk mengantisipasinya, jangan lupa melakukan back-up data. Untuk mencegah terinfeksi virus ini, Anda disarankan menggunakan program antivirus yang dapat mendeteksi virus ini dengan baik.

Menurut pengetesan Lab Vaksincom, saat ini virus yang terdeteksi oleh Norman sebagai Deadlock belum terdeteksi oleh mayoritas antivirus yang ada di Indonesia, baik antivirus lokal maupun antivirus mancanegara. Norman Endpoint Protection mendeteksi virus Deadlock sebagai Tibs.DKKR.

Jika Anda menginginkan data Anda yang menjadi korban Deadlock ini kembali, jangan sekali-kali menginstal ulang OS Anda ke harddisk yang mengandung data Anda yang hilang tersebut. Lakukan proses recovery data penting dengan menggunakan aplikasi data recovery dan metode yang benar.

Jika Anda menginstal ulang OS Anda ke harddisk yang mengandung data yang ingin Anda selamatkan, kemungkinan keberhasilan recovery akan sangat rendah. Jika Anda tidak berpengalaman pada data recovery dan ingin mendapatkan bantuan data recovery profesional dengan harga yang reasonable, silakan hubungi divisi Data Recovery Vaksincom di e-mail info[at]vaksin.com.

WAH

sumber

Related posts

Hacker, Seniman TI yang Tak Suka Aturan

July 31, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Hacker, sebagian pengguna komputer pasti sudah tak asing lagi dengan istilah ini. Hacker lebih banyak diasumsikan sebagai orang yang suka berbuat jahat di ranah komputer, seperti mengganggu pekerjaan yang berhubungan dengan komputer, bahkan identik dengan simbol penjahat komputer.

Hacker didefinisikan pula sebagai orang yang merusak sistem komputer dengan menggunakan berbagai hak akses untuk dapat mengontrol sistem administrator. Hacker seringkali bekerja underground (sembunyi-sembunyi), bisa jadi mereka memiliki dunia sendiri, bahkan hacker ada yang menjadi karyawan di sebuah perusahaan, namun di saat tertentu mereka akan eksis sebagai hacker.

Uniknya kehidupan hacker seperti seniman, tidak suka dengan aturan, bebas, sering berganti nama, memiliki banyak nama samaran, dan cenderung memakai nama yang paling tenar untuk publikasi tetapi akan memakai nama lain untuk aktifitas penetrasi ke dalam sistem yang akan dipakai sebagai target.

Untuk urusan publikasi, hacker akan memilih situs-situs umum untuk melakukan propaganda. Bisa jadi, tujuannya untuk mengangkat nama hacker itu sendiri atau mempopulerkan sebuah kegiatan yang menurut mereka bisa jadi alat propaganda. Banyak situs umum yang dipakai seperti blogspot.com, wordpress.com, multiply.com untuk melayangkan propaganda.

Karena situs-situs ini sangat menjunjung tinggi privasi, maka sangat sulit untuk dilacak keberadaannya, dimana, siapa yang posting, kapan, dari mana dan sebagainya. Jumlah situs-situs umum ini sudah menggurita, sudah ribuan server blog yang aktif dan sudah jutaan user blog yang menjadi anggotanya.

Memang, dalam perjanjian awal ketika membuat suatu blog sudah disampaikan bahwa blog tidak boleh digunakan untuk pornografi, terorisme, penipuan dll. Tapi siapa yang berani menjamin hal itu bisa terlaksana dengan benar, karena filtering sangat susah, mengingat operator blog ini adalah mesin dan tidak menggunakan tenaga manusia.

Ditambah berbagai macam bahasa yang dapat ditulis di blog, sangat menyulitkan untuk filtering. Sebagai contoh, bisa saja user blog menulis menggunakan bahasa Jawa, Sunda, Batak, Bugis, Arab, China, Inggris dll. Tidak ada satupun yang dapat mengontrolnya, itulah kedahsyatan internet.

Hal ini yang sangat disukai oleh hacker, karena identitasnya dapat ditutupi dengan rapat dan aman. Para peretas ini dapat bekerja dan menyebarkan propaganda dengan tenang tanpa bayang-bayang akan ditangkap. Tapi bukan berarti penjahat cyber ini tak bisa ditangkap. Bisa saja, namun perlu usaha yang cukup panjang baik dari segi energi dan waktu, serta koordinasi antar negara dengan berbagai langkah yang rumit, dan hasilnya pun baru tampak setelah sekian lama.

Untuk dapat menangkap hacker ini butuh ketekunan dan pengintaian yang lumayan sabar, karena harus mengikuti keseharian kehidupan mereka, bergaul dengan mereka, dan kebiasaan-kebiasaan yang seringkali dilakukan, seperti ngenet, ngeblog dll.

Sementara untuk skill dan tool dapat didapat dari mana saja, yang sulit adalah jam terbang. Hacker yang sudah panjang jam terbangnya akan mudah sekali mengetahui bahwa dia sedang diendus oleh aparat, dan dalam waktu sekejap akan hilang dari kebiasaannya tersebut. Namun dengan sekejap pula, dia akan sangat mungkin juga untuk muncul lagi dengan nama dan kesempatan yang lain.

*) Penulis adalah IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Jaringan dan Pemantau Trafik Internet ID-SIRTII

sumber

Related posts