Sarung Tangan Jackson Laku Hampir 50 Ribu Dollar AS
September 7, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Satu sarung tangan Michael Jackson, yang dilempar oleh Raja Pop tersebut ke seorang penggemar Australia lebih dari 10 tahun lalu, terjual pada lelang yang digelar di Melbourne (Australia), Minggu (6/9) waktu setempat, dengan harga 57.600 dollar Australia (48.400 dollar AS). Harga tersebut hampir dua kali lipat harga yang diperkirakan, yaitu 30.000 dollar Australia.
Warwick Stone, seorang peserta lelang dari Hard Rock Hotel and Casino di Las Vegas (Nevada, AS), mengalahkan lima peserta lain lelang tersebut, kata Charlotte Stanes, perempuan juru bicara balai lelang Bonhams and Goodman di Melbourne. “Kami sangat senang dengan hasil itu,” ucap Stanes. “Itu sarung tangan pertama (Jackson) yang kami tahu di Australia,” imbuhnya.
Menurut pihak Bonhams and Goodman, lelang tersebut merupakan lelang pertama sarung tangan milik Jackson sejak kematiannya pada 25 Juni lalu. Jackson mengunjungi Australia pada 1996 sebagai bagian dari tur dunia HIStory-nya.
Selama berada di Sydney (Australia), ia menghadiri pemutaran perdana film Ghosts di George Street Cinema, yang melibatkannya sebagai pemain. Di akhir pemutaran film itu, Jackson melempar sarung tangan bertabur kristal Swarovski tersebut ke seorang penonton, Bill Hibble, yang kini sudah meninggal, kata Giles Moon, National Head of Collectables Bonhams and Goodman. (AP/ATI)
Related posts
Michael Jackson Dimakamkan 3 September Waktu Los Angeles
September 3, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Keluarga dan teman-teman Michael Jackson akan hadir dalam upacara pemakaman King of Pop, Michael Jackson, di Great Mausoleum, Forest Lawn Memorial Park, tempat pemakaman para bintang di Los Angeles (California, AS), pada Kamis (3/9) waktu setempat.
Upacara pemakaman Michael, yang meninggal di Los Angeles pada 25 Juni lalu akibat overdosis obat-obatan, akan diadakan pada waktu matahari terbenam, mulai pukul 19.00 WIB, di Forest Lawn Memorial Park. Upacara itu tak akan dihadiri oleh amat banyak orang, berbeda dengan upacara penghormatan terakhir yang telah digelar di Staples Center, Los Angeles, 7 Juli lalu waktu setempat, yang dihadiri oleh kira-kira 20.000 penggemar dan dipirsa oleh kira-kira satu miliar orang melalui siaran langsung ke seluruh dunia.
Rabu (2/9) waktu setempat, polisi Glendale, pinggiran Los Angeles, menekankan, para penggemar Michael untuk tak mendekati kawasan sekitar tempat pemakaman tersebut, karena wilayah itu akan ditutup untuk umum. Sejumlah helikopter dan anjing pelacak milik polisi akan mengawasi tempat pemakaman seluas 120 hektar tersebut, mencegah kalau-kalau ada orang-orang tak diundang diam-diam berusaha masuk ke kawasan itu.
Jenazah Michael akan dimakamkan di Great Mausoleum, yang merupakan bagian dari Forest Lawn Memorial Park. Great Mausoleum merupakan sebuah bangunan neo-klasik yang terinspirasi oleh Campo Santo dari Genoa. Peti jenazah Michael, yang berlapis emas, akan ditempatkan di sebuah bagian pribadi dari bangunan tersebut.
Bangunan itu juga menjadi tempat peristirahatan terakhir dari Clark Gable, Jean Harlow, dan Carole Lombard. Para ikon lain dunia hiburan yang juga dimakamkan di Forest Lawn Memorial Park adalah, antara lain, Humphrey Bogart, Lon Chaney, Nat King Cole, Walt Disney, Errol Flynn, dan Jimmy Stewart.
Meskipun terbuka untuk umum, tempat pemakaman tersebut terkenal dengan privasinya yang ketat. Tak seperti tempat-tempat pemakaman lain di Hollywood, Forest Lawn Memorial Park tak menyediakan peta. Di sana juga dipasang kamera-kamera di mana-mana yang bisa mengetahui adanya orang-orang yang tidak diinginkan di situ.
Salah seorang saudara Michael, Marlon, mengungkapkan dalam sebuah wawancara oleh salah satu surat kabar Inggris bahwa anak-anak Michael, yaitu Prince Michael (12), Paris (11), dan Prince Michael II (7), akan meninggalkan tulisan dalam peti jenazah ayah mereka, di samping sebelah sarung tangan putih Michael. “Daddy we love you, we miss you,”, begitu bunyi tulisan itu.
Beaya upacara pemakaman Michael akan dibayar dengan sebagian uang warisan Michael, atas permintaan ibu Jackson, Katherine. Seorang pengacara dari pihak-pihak yang mengontrol warisan Michael mengatakan, beaya pemakaman tersebut akan sangat tinggi. “Beayanya akan luar biasa, tapi Michael Jackson memang luar biasa,” ujar Jeryll Cohen, tanpa menyebut angka. (AFP/ATI)
Related posts
Ternyata Michael Jackson Memang Dibunuh
August 29, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Kematian bintang musik pop Michael Jackson, Sabtu pagi WIB, ditetapkan sebagai kasus pembunuhan akibat overdosis sehingga menyembulkan spekulasi bahwa dokter pribadinya, dr. Conrad Murray, akan segera dikenai tuduhan pembunuhan atau kejahatan sejenis lainnya.
Kantor forensik Los Angeles, dalam dakwaannya, menyebutkan bahwa obat penghilang rasa sakit maut propofol, yang biasanya digunakan untuk pembedahan dan dinamai oleh para dokter dengan sebutan “susu amnesia,” demikian juga obat penenang lorazepam, adalah obat-obatan yang diduga menjadi penyebab utama kematian mendadak Michael Jackson pada 25 Juni di umur 50 tahun.
Obat-obat lainnya yang ditemukan pada tubuh sang biduan adalah midazolam, diazepam, lidocaine dan ephedrine.
Polisi Los Angeles menyatakan bahwa mereka akan melimpahkan kasus ini ke jaksa penuntut dengan dakwaan kriminal, segera setelah mereka menuntaskan penyelidikan penyebab kematian Michael Jackson.
Dalam pemerkaraan ke pengadilan awal, polisi telah mengatakan bahwa Murray, yang berada di samping Michael saat ajalnya, tengah diselidiki atas sangkaan pembunuhan.
Jackson, yang CD album “Thriller”nya menjadi rekaman paling laris sepanjang masa, meninggal dunia tiba-tiba di Los Angeles setelah mengalami serangan jantung hanya beberapa minggu sebelum digelarnya konser kembali manggungnya.
Murray, spesialis jantung yang kantornya berada di Houston dan Las Vegas, disewa untuk merawat sang biduan selama dia mempersiapkan diri untuk konsernya itu, dan Murray berada di samping Michael saat si Raja Pop itu meninggal dunia.
Dalam pengakuan awalnya kepada polisi, sang dokter mengaku telah memberikan propofol, yang bentuknya cair seperti susu dan digunakan untuk menenangkan pasien, untuk membantu Michael bisa tidur.
Terlalu cepat?
Polisi kini sedang memusatkan perhatiannya kepada aktivitas-aktivitas yang dilakukan para dokter perawat Michael lainnya, termasuk dokter kulitnya.
Sabtu ini kantor Kejaksaan California mengumumkan bahwa pihaknya akan memulai penyelidikan independen terhadap beberapa dokter yang namanya muncul dari penyelidikan polisi Los Angeles.
Namun pengacara Murray khawatir bahwa penyelidikan itu tidak tuntas dan detail kematian Michael Jackson sebenarnya belum diketahui.
“Kami tidak akan menanggapi sampai kami memperoleh laporan otopsi penuh (jenazah Michael), termasuk semua daftar obat yang ditemukan di tubuh Tuan Jackson, jumlahnya, dan semua data lainnya yang memungkinkan para pakar medis independen bisa menganalisis dan menafsirkannya,” kata pengacara Ed Chernoff dalam satu pernyataan tertulisnya.
Pihak otopsi mengungkapkan, laporan toksilogi lengkap tetap tertutup, atas permintaan polisi dan para jaksa Los Angeles.
Daftar obat yang disusun berdasarkan temuan tim forensik dalam tubuh Michael, adalah campuran obat penenang, penghilang rasa sakit dan pemacu tubuh. Midazolam, yang mirip propofol, digunakan untuk membuat pasien tertidur dalam sejumlah produser pemeriksaan seperti kolonoskopi.
Diazepam, versi generik dair Valium, digunakan untuk menghilangkan perasaan gelisah, sedangkan lidocaine adalah obat penghilang rasa sakit, sementara ephedrine adalah pemacu semangat.
Jaksa Penuntut Umum Steve Cron, profesor pada Fakultas Hukum Universitas Pepperdine, mengatakan bahwa Murray bisa didakwa empat tahun penjara jika terbukti terlibat dalam kematian Michael itu.
Pakar forensik Dr. Lawrence Kobilinsky, yang mengetuai Departemen Sains pada Sekolah Tinggi Hukum John Jay, mengatakan para penuntut akan menyelidiki jumlah propofol dan obat lainnya dalam tubuh Michael, apakah itu terjadi akibat kesalahan pengaturan, atau apakah Murray telah memberikan dengan takaran yang benar atau malah kebanyakkan.
Jim Cohen, profesor hukum pada Universitas Fordham, mengatakan Murray akan mati-matian membela diri.
“Ini bukan kasus sederhana. Semua orang bilang (propofol) hanya bisa diatur (pemberiaannya) di rumah sakit. Saya yakin mereka akan mendapatkan pakar-pakar yang menyatakan bahwa obat itu diperbolehkan, tapi diperbolehkan belum tentu disyaratkan,” kata Jim. (*)



