Sepuluh Marinir AS Tumbang di Hutan Banyuwangi
October 22, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Sepuluh prajurit Marinir Amerika Serikat atau United States Marine Corps (USMC) harus dievakuasi akibat kelelahan saat menjalani latihan bertahan hidup di dalam hutan Selogiri, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (20/10).
Staf Dinas Penerangan (Dispen) Korps Marinir Lettu (Mar) Mardiono melaporkan sejak Senin hingga Selasa, tercatat 10 prajurit Marinir AS tumbang dan tidak sanggup melanjutkan latihan survival akibat kelelahan dan tidak tahan dengan cuaca tropis.
“Misalnya, Ranus (26) yang berpangkat BFC dan kelahiran California, merupakan salah satu dari 10 Prajurit Marinir Amerika yang terpaksa harus dievakuasi tim medis dari Korps Marinir Indonesia,” katanya, didampingi rekannya Serda Mar Kuwadi.
Latihan Survival itu diikuti 362 Marinir Amerika yang dipandu 16 pelatih, tiga interpreter (penerjemah), empat personel komunikasi, dan lima Prajurit Regu Pandu Tempur (Rupanpur) Korps Marinir TNI AL.
Kegiatan survival ini merupakan bagian dari rangkaian Latihan bersama (latma) Marinir Amerika dan Indonesia yang bertajuk “Interoperability Field Training Exercise (IIP/FTX) 2009″ di Situbondo dan Banyuwangi, 17-24 Oktober 2009.
Latma yang dikomandani Kolonel Marinir Nur Alamsyah itu dilakukan di empat tempat, yaitu di Pantai Banongan, Puslatpur Marinir Karangtekok, Kecamatan Banyu Putih, Situbondo, Pasewaran, dan hutan Selogiri Banyuwangi.
Di Selogiri, 362 Prajurit Marinir Amerika yang menjelajahi hutan liar itu dibagi menjadi dua gelombang yang setiap gelombang dibagi menjadi lima tim dengan didampingi pelatih dan dokter dari Korps Marinir TNI AL.
Satu per satu tim diberangkatkan masuk ke dalam hutan, tetapi panitia sudah menyiapkan rintangngan dan jebakan ranjau yang dipasang sedemikian rupa sebagai tantangan, sehingga sesekali terdengar suara ranjau yang meledak dari balik rerimbunan hutan. Ledakan itu membuat para prajurit kalang kabut, namun mereka tetap saling berkoordinasi dalam satu komando dengan komandan regunya.
Sebelum menjalani perang di dalam hutan, para prajurit Marinir Amerika itu dibekali beberapa pengetahuan dan wawasan terkait cara bertahan hidup di dalam hutan. “Mereka juga kami ajari bagaimana cara makan tumbuh-tumbuhan di hutan, menghadapi hewan di antaranya ular dan beberapa jenis binatang buas,” kata Kepala Tim (Katim) Survival Kapten Marinir M Machfud.
Pelatih lainnya, Pelda Marinir Mujiono mempraktikkan bagaimana cara yang benar dalam menjinakkan ular. Beberapa prajurit Marinir Amerika juga ada yang mencoba makan beberapa jenis tumbuhan liar. Dengan bekal logistik yang terbatas, seorang tentara memang dituntut bertahan hidup. Setiap gelombang Latihan Survival itu memakan waktu empat hari empat malam.
“Mereka menghadapi tantangan berat, meski mereka membawa perlengkapan tempur seperti senapan laras panjang M.16 A4, GPMG, senjata canggih lainnya yang dilengkapi dengan infra merah, peralatan komunikasi yang cukup canggih, dan alat digital petunjuk posisi di bumi (Global Positioning System/GPS),” katanya.
Related posts
Dianggap Keterlaluan, Pemkot Malang Tutup Akses Facebook
October 13, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Akhirnya para penggemar situs jejaring sosial Facebook (FB) di lingkungan Pemkot Malang tidak bisa lagi berinteraksi dengan kawan-kawan mereka di dunia maya. Pemkot Malang sudah menutup akses mereka ke situs itu karena aktivitas mereka dianggap sudah keterlaluan.
Sejumlah facebookmania (pengguna FB) di Pemkot mengaku sepekan terakhir tidak bisa lagi mengakses Facebook pada jam kerja. Mereka tidak tahu alasan pemkot melarang mereka menjalin persahabatan. “Ya sekarang online dari rumah,” kata seorang PNS yang enggan disebut namanya.
Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Kota Malang, Dra Tri Widyani P MSi, maupun Kabag Humas Pemkot Malang, Drs Yusuf MPd, mengaku tidak melarang para pegawai ber-Facebook-ria, tetapi hanya membatasi.
Menurut Yusuf, traffic conecting FB saat jam kantor ini akan dapat mengganggu pengakses data yang lain. ”Bandwidth kami kan terbatas, sehingga kalau semua menggunakan FB jelas akan membuat bentuk pelayanan kami terhadap masyarakat tidak akan efisien dan efektif,” jelasnya, Senin (12/10).
Menurut Tri Widyani, kapasitas bandwitdh Pemkot Malang hanya 5 giga. Itupun untuk seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD). ”Setelah dicek ID-nya ternyata yang paling banyak digunakan mengakses FB. Jadi kami mengaturnya, saat jam kantor untuk traffic data,” kata Tri Widyani.
M Nurwidianto SSos, Kasubag Pemberitaan Humas Pemkot Malang, mendukung pelarangan akses FB saat jam kerja, karena penggunaannya mengganggu akses data dan kerja PNS. ”Bandwidth di pemkot ini terbatas, sehingga kalau banyak digunakan untuk jejaring sosial yang tak terkait kantor jelas mengganggu,” jelas Nurwidianto.
Nurwidianto mengaku PNS Pemkot Malang yang punya akun FB sangat banyak yaitu satu sampai dua orang per SKPD. Kalau jaringan internet Pemkot hanya dilayani satu server maka jelas akses data akan sangat lambat, karena lalu lintasnya berjubel.ekn



