Heboh, Perempuan Bule Bugil di Bundaran HI

September 7, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Seorang wanita berkewarganegaraan asing, Minggu (6/9) siang, sontak menghebohkan pengguna jalan yang melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, akibat aksi bugilnya di kawasan tersebut. Aksi bugil itu sontak membuat lalu lintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia tersendat karena pengguna jalan memperlambat laju kendaraan mereka.

Wanita yang kemudian diamankan oleh petugas polisi pos Bundaran Hotel Indonesia ini diduga tengah mengalami ganguan jiwa. Ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan seorang anggota polwan, bahkan terus bergumam dengan kata-kata yang tidak begitu jelas.


Wanita yang berusia sekitar 40 tahun, berambut pendek, dengan tinggi badan sekitar 165 cm ini belum diketahui identitasnya karena tidak membawa selembar kartu identitas pun.

sumber

Related posts

Pengendara Sepeda Motor di Jakarta adalah Teroris

August 4, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Karakter suatu negara dapat dilihat dari perilaku masyarakatnya. Rakyat Indonesia jika dilihat dari Kota Jakarta dinilai tidak disiplin lantaran kebiasaan membuang sampah seenaknya tanpa mengenal tempat.

“Saya tidak suka lingkungan Jakarta! Banyak sampah di mana-mana. Saya prihatin melihatnya,” ucap Alvaro Neil, warga Spanyol yang bersepeda keliling dunia untuk melakukan proyek pribadi Miles of Smile Around the World (MOSAW). Kali ini, ia singgah di Jakarta setelah sebelumnya menyambangi Malaysia.

Menurut Alvaro, kebersihan bukan hanya milik negara-negara kaya, tetapi milik semua negara. Namun, menurutnya, Indonesia mempunyai kelebihan yaitu keramahan rakyatnya terhadap orang asing. “Orang Indonesia bersahabat, saling menghormati,” ucapnya.

Proyek MOSAW dimulai dari kota kelahirannya, Asturias, Spanyol, pada 2004, kemudian ke Amerika Selatan, Afrika Selatan, Timur Tengah, lalu ke Asia. Hingga di Kota Jakarta ia sudah menempuh jarak 65.089 km dan 1.717 hari perjalanan serta berganti 3 kali sepeda yang ia dapat dari sponsor.

Dalam setiap perjalanan tersebut, ia selalu membuat tersenyum warga di daerah yang disinggahinya. Prinsip yang dipegang teguh selama perjalanan yaitu jika mendapatkan sesuatu dari seseorang, ia harus memberikan kembali kepada orang lain. “Orang-orang banyak membantu saya,” ujar dia.

Untuk membiayai ambisinya tersebut, Alvaro harus menjual mobil dan membawa tabungannya dari penghasilan sebagai pengacara di Spanyol serta dari penjualan buku yang ditulisnya mengenai sepeda. “60 persen uang saya, 20 persen sponsor, dan 20 persen dari orang-orang yang ditemui,” kata Alvaro.

Namun, ia menolak menjawab ketika ditanya berapa jumlah uang yang dibawanya saat awal perjalanan. Uang, menurutnya, tidak penting karena yang terpenting adalah kekuatan hati yang dapat membuatnya mendapatkan banyak bantuan. “Jika kamu tidak punya energi yang kuat, kamu tidak akan bisa pergi ke mana-mana,” kata dia.

Dengan modal yang dibawa, ia harus berhemat dengan segala cara agar dapat bertahan dengan uang 5 per hari dollar AS. Bahkan, ia tidak segan-segan untuk menawar makanan atau untuk biaya menginap selama perjalanan. “Boleh satu nasi goreng. Berapa harganya? 10.000? Oo, terlalu mahal boleh dikurangi? Mungkin 8.000 tidak pedas,” paparnya dalam bahasa Indonesia yang belum fasih menirukan percakapan antara dia dan penjual nasi goreng beberapa waktu lalu.

Dalam perjalanan, ia membawa bekal seberat 80 kg yang dimasukkan ke dalam bagasi sepedanya, seperti tenda, pakaian, makanan, obat-obatan, kantung tidur, dan peta.

sumber

Related posts

Pendiri Yahoo Jerry Yang Datang ke Indonesia Secara Virtual

July 31, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Salah satu pendiri Yahoo! Jerry Yang akan datang ke Indonesia, Jumat (31/7), untuk membuka Digital Marketing Advertising Conference di Jakarta Convention Center, Jakarta. Namun, dia tidak datang secara fisik melainkan secara virtual.

“Nantinya Jerry akan memberikan pidatonya secara hologram,” ujar Tiur Mada Suryanti, Marketing Bubu.com, sebagai pihak penyelenggara acara ini, kepada Kompas.com ditemui menjelang acara.

Tiur menuturkan ide tersebut datang dari Shinta W. Dhanuwardyono, CEO Bubu.com. Dengan kemajuan digital komunikasi seseorang tidak harus saling berhadapan. Demonstrasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kemajuan teknologi membuat dunia seakan tanpa batas.

Selanjutnya Tiur menjelaskan, untuk konsep tersebut, pihaknya telah mempersiapkan sejak satu bulan yang lalu. “Kita pakai teknologi yang biasa disebut holo technology. Nanti Jerry akan seperti ada di depan,” terangnya.

Teknologi hologram ini pernah diperlihatkan stasiun televisi CNN saat pemilu presiden AS yang dimenangkan Barack Obama. Saat itu, reporter CNN yang tersebar di berbagai kota seolah-olah hadir di studio padahal sedang melaporkan langsung di lapangan.

Yahoo! sendiri mengirimkan Trap Lewis, Direktur Display Yahoo!SouthEast Asia untuk mengisi salah satu sesi konferensi tersebut.

RDI

sumber

Related posts

Pengebom Hotel Marriott Lewati “Metal Detector” dengan Tenang

July 21, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Ada data terbaru mengenai tindakan teroris yang meledakkan dua hotel mewah, JW Marriott dan Ritz-Carlton, di Mega Kuningan, lima hari lalu. Pelaku bom bunuh diri di Marriott yang diyakini sebagai Nur Said ini melewati pemindai logam (metal detector) dengan tenang.

Barang-barang bawaannya pun diperiksa petugas keamanan, tetapi ia lolos tanpa dicurigai. Adapun seorang pengebom di Hotel Ritz-Carlton sempat salah menyebut nomor kamar saat ditegur petugas. Namun, ia nekat masuk ke restoran, kemudian memesan kopi sebelum meledakkan bom.

CCTV di Hotel Ritz-Carlton merekam seseorang yang mencurigakan yang mengenakan pakaian dan perlengkapan yang dibawa Nur Said, pria yang diduga pengebom di Hotel JW Marriott. Laki-laki berbadan sedang itu mengenakan jaket hitam dan membawa tas.

Bedanya, tas yang dibawa laki-laki ini adalah tas ransel yang disandang di dada, bukan di punggung. Dia terlihat sedikit tertatih-tatih membawa tas jinjing, mungkin karena berat. Ia memindahkan bawaan dari tangan kiri ke kanan.

Laki-laki ini berjalan lurus, dalam terowongan dari arah Marriott menuju Ritz Carlton, lalu masuk ke coffee shop atau Restoran Airlangga. Sebelum masuk restoran, dia sempat ditegur seorang laki-laki penerima tamu (guester).

Seorang sumber menyebutkan, penerima tamu menyapa laki-laki itu yang akan masuk ke Restoran Airlangga. “Selamat pagi Pak. Maaf, dari kamar nomor berapa?” kata penerima tamu sedikit membungkukkan badan kepada laki-laki yang diduga teroris itu. Sang tamu menjawab, “Kamar 2701.”

Maksudnya lantai 27 kamar nomor 01. Penerima tamu heran karena Hotel Ritz-Carlton hanya sampai pada lantai 26.

Saat disanggah, sang tamu berkata, “Oh iya, saya sudah janjian dengan teman. Dia menunggu di restoran.” Setelah itu, dia berjalan bergegas menuju tangga, bukan lift, naik ke Restoran Airlangga. Beberapa detik kemudian terjadi ledakan dahsyat. Ledakan terjadi pukul 07.57, 10 menit setelah ledakan di Ritz-Carlton.

Adapun pengebom yang direkam CCTV di Hotel JW Marriott diduga Nur Said alias Nur Sahid alias Nuri Hasdi alias Nur Hasbi alias Nurdin Aziz. Ia datang ke hotel menumpang taksi warna biru.

Dia tiba dan check in ke hotel berbintang lima itu pada 15 Juli pukul 15.01. Dia menurunkan tas beroda hitam yang biasa dipakai bepergian. Satu tas jinjing lainnya menggantung di bahu. Laki-laki berperawakan sedang ini mengenakan jaket hitam dan topi pet abu-abu.

Sesaat setelah melewati pintu hotel, dia bertemu dengan petugas kemanan hotel. Barang-barang bawaannya lalu diangkat petugas untuk diperiksa. Pada saat bersamaan, laki-laki itu melintasi pemindai logam. Baik Nur Said maupun kedua tasnya lolos tanpa hambatan.

Berdasarkan data Marriott, sebelum masuk hotel, seseorang laki-laki memesan kamar hotel melalui nomor telepon seluler 08788XXX. Pemesan mengatakan akan menginap mulai tanggal 15.

Setibanya di meja resepsionis, saat check in, Nur Said menggunakan kartu tanda penduduk palsu dengan nama Nur Hasbi beralamat di Pondok Pinang, Tangerang. Ketika check in, pelaku membayar tunai sewa kamar selama tiga hari seharga 1.400 dollar AS (setara Rp 14 juta dengan kurs 1 dolar AS = Rp 10.000).

Sewa kamar paling murah di Marriott sekitar Rp 1,4 juta per malam, sedangkan kamar yang lebih mahal Rp 4 juta-Rp 60 juta per malam. Biasanya petugas hotel minta pembayaran lebih di depan sebagai jaminan kalau tamu memanfaatkan mini bar dalam kamar.

Tiga hari kemudian, yakni pada hari peledakan, Jumat (17/7), Nur Said juga terekam CCTV pada pukul 07.47. Sama persis seperti ketika kedatangannya ke hotel, mengenakan jaket hitam, topi pet, menyeret satu tas beroda, dan menjinjing satu tas lainnya. (tig)

kompas.com

Related posts

Mbah Surip Nyaris Jadi Korban Bom

July 20, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita


Nasib mujur ternyata masih berpihak kepada Mbah Surip. Beberapa saat sebelum ledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton, Jumat (17/7), Si Mbah mengaku baru melewati dua gedung tersebut.

“Hampir saja Mbah ikut korban bom. Bisa jadi nyawa Mbah lewat. Karena paginya Mbah masih lewat di depan gedung itu,” ungkap Mbah Surip ditemui saat mengisi acara ulang tahun Niquita Juan, anak dari pengacara Ferry Juan dan Zarima, di Kota Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (19/7) malam.

Pelantun lagu Tak Gendong itu pun mengaku kaget luar biasa ketika mendengar kabar JW Marriott dan Ritz Carlton kembali mendapat serangan bom. Padahal, dia baru saja lewat di lokasi tersebut.

Seperti halnya banyak pihak lainnya, Mbah Surip mengaku kesal terhadap aksi peledakan bom yang merenggut korban jiwa itu. “Yang tukang ngebom enggak sadar kalau orang Indonesia itu sabar-sabar,” tutur pria gimbal bergaya Bob Marley ini. “Saya benar-benar kesal,” kata Mbah Surip. (C9-09)

kompas.com

Related posts

Menyamar Jadi Tamu Hotel Modus Baru Kelompok Teroris

July 19, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Pelaku bom bunuh diri diduga menjadi tamu Hotel JW Marriott. Kamar 1808 menjadi tempat menginap pelaku. Tidak seperti aksi serangan sebelumnya, kini para pelaku menyusup ke dalam, bahkan sempat menginap. Apakah para pelaku mengubah strategi?

“Itu modus baru,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Media Center Cafe Ginger Republic Bellagio, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2009).

Sayangnya Nanan enggan berkomentar lebih banyak. Dia mengaku agar semua pihak menunggu hasil pengembangan dan penyelidikan pihak kepolisian.

Hal senada pun disampaikan Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyono Ishaq. “Kita bicara fakta, hasil olah TKP masih diproses,” tutupnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menegaskan agar pihak hotel-hotel di semua tempat lebih memperketat standar operasional prosedur (SOP).

detiknews.com

Related posts

Korban Bom Marriott Masih Alami Trauma

July 19, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Yurike Marhaningrum (24), karyawati Bank Panin masih terbaring di RS MMC Jakarta. 4 Jahitan di kepala akibat pecahan kaca dia dapatkan. Yurike adalah salah satu korban bom di Hotel JW Marriott

“Dia masih trauma dan deg-degan karena merasa getaran dulu kemudian ledakan,” kata ayah Yurike, Akbari Masnun saat ditemui di RS MMC Jakarta, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (19/7/2009).

Jumat (17/7/09), Yurike baru saja datang di lokasi. Kebetulan bank tempat dia bekerja berada di hotel mewah tersebut. Hingga kemudian bom yang diledakan pelaku teror mesti membuatnya tergolek di rumah sakit.

“Di punggung masih ada luka, keluhan masih pusing, tapi kemarin di-scan dan di-rontgen hasilnya baik-baik saja,” imbuhnya.

Akbari mengaku dia ditelepon Yurike, saat anaknya itu hendak dibawa menuju rumah sakit. Dia pun kaget dan tidak menyangka anaknya menjadi korban bom.

“Yurike masih pusing, jadi akan dirawat dulu saja sampai benar-benar sembuh,” tutupnya.

detiknews.com

Related posts

Polisi Berharap Bisa Rilis Identitas 2 Pelaku Siang Nanti

July 18, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Polri terus melakukan penyeledikian terhadap 2 janazah pelaku peledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jumat 17 Juli kemarin. Polisi berharap siang nanti kedua pelaku sudah bisa diidentifikasi dengan lengkap dan diungkap ke publik.

“Mudah-mudahan nanti siang sudah ada hasil. Tapi tergantung dari kerja tim dokter,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Nanan Soekarna saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (18/7/2009).

Identitas pelaku, lanjut Nanan, nantinya akan dikembangkan ke arah kelompok tertentu. “Itu (identitas pelaku) kita tunggu dulu. Setelah identitas, baru jaringan,” katanya

Saat ini, polisi sudah berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di JW Marriott, inisial N. Sedangkan pelaku bom bunuh diri di Ritz Carlton masih sulit diidentifikasi karena kondisi potongan kepala terkelupas sampai batok kepala.

Kedua pelaku bom bunuh diri hancur berkeping-keping dengan kepala yang terpisah dengan badan.

detik.com

Related posts

Urus Indonesia, DK PBB Bersidang Lima Menit

July 18, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Jumat (17/7) waktu setempat melakukan sidang mendadak untuk membahas situasi di Indonesia berkaitan dengan pengeboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di Jakarta.

Sidang berakhir dengan Pernyataan Presiden Dewan Keamanan PBB, yang intinya mendesak semua negara agar bekerja sama dengan Indonesia dalam upaya menangkap dan mengadili para pelaku.

Dewan Keamanan PBB pada Jumat sebenarnya hanya dijadwalkan melakukan satu sesi sidang, yang dimulai pagi hari untuk membahas masalah berkaitan dengan Sudan dan beberapa masalah internasional lainnya.

Namun pada hari yang sama, DK memasukkan satu jadwal tambahan, yaitu sidang khusus membahas situasi di Indonesia menyangkut serangan teroris ke Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, yang menewaskan setidaknya sembilan orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. Sidang dengan bahasan situasi di Indonesia itu dimulai sekitar pukul 12.40 dan berlangsung singkat, hanya sekitar lima menit.

Dalam waktu lima menit, pertemuan yang dipimpin Presiden DK PBB untuk bulan Juli, Ruhakana Rugunda dari Uganda tersebut, langsung menyetujui rancangan pernyataan yang mengutuk serangan teroris pada 17 Juli terhadap kedua hotel di Jakarta itu.

Seperti yang dibacakan oleh Ruhakana Rugunda, Pernyataan Presiden Dewan Keamanan dengan nomor S/PRST/2009/22 itu menyatakan keyakinan DK PBB terhadap kemampuan Pemerintah Indonesia mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab melakukan ledakan bom.

Sejalan dengan itu, Dewan juga meminta semua negara untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk mengungkap siapa di balik penyerangan tersebut dan menghukum para pelaku. “Dewan Keamanan menggarisbawahi perlunya, dan menyatakan keyakinan bahwa Pemerintah Indonesia akan dapat membawa para pelaku, pengatur, penyandang dana, dan para pendukung aksi terorisme yang patut dicela ini ke pengadilan,” kata Rugunda.

“Dewan mendesak semua negara, sesuai dengan kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan resolusi-resolusi Dewan Keamanan terkait, untuk bekerja sama secara aktif dengan pihak berwenang Indonesia dalam masalah ini,” tambahnya.

Pada saat yang sama, Dewan Keamaman mengingatkan bahwa semua negara tetap harus mematuhi hukum internasional, terutama hukum yang menyangkut hak asasi manusia, pengungsi, dan kemanusiaan dalam menjalankan langkah-langkah memerangi terorisme.

Rugunda juga menyampaikan simpati mendalam dan duka cita Dewan Keamanan kepada para korban pemboman dan keluarga mereka serta kepada rakyat dan Pemerintah Indonesia.

kompas.com

Related posts

Dua Saksi Kunci Ledakan JW Marriott Dijaga Ketat

July 17, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Kepolisian saat ini masih menjaga dua korban ledakan yang dirawat di Rumah Sakit Jakarta, yang juga disebut-sebut sebagai saksi kunci dalam peristiwa bom di Hotel JW Marriott, Jumat (17/7) pagi.

Salah seorang aparat dari Kepolisian Sektor Setiabudi, yang tak mau diungkap namanya, kepada Kompas.com mengakui bahwa dua saksi kunci itu masih dalam perawatan. “Iya benar. Ada dua, D dan A,” ungkapnya.

D adalah petugas keamanan Hotel JW Marriott dan A bekerja di bagian banquet Restoran Sailendra.

Ia pun tidak mengelak bahwa ada penjagaan khusus bagi kedua saksi kunci ini. Penjagaan dilakukan 24 jam secara bergiliran. “Tadi dari Polsek Setia Budi dan Polres Jakarta Selatan. Malam ini dari Polda. Ada bagian serse, buser, dan lainnya,” tutur Istiyantoro.

Berdasarkan pantauan, sejak siang tadi, ada mobil polisi yang standby di depan Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Jakarta, di mana sebagian korban ledakan bom dirawat. Sekitar jam 18.00 ada mobil minibus milik polisi yang meninggalkan RS Jakarta. “Itu baru tukaran jaga,” kata aparat tersebut yang ditemui seusai berjaga.

Masih menurut penuturan polisi tersebut, kedua korban sekarang dalam keadaan baik. D sudah bisa dimintai keterangan, tetapi A masih sulit karena gendang telinganya pecah dan ada luka dalam.

Lebih jauh ia mengungkapkan bahwa kehadiran polisi di rumah sakit tersebut tidak hanya menjaga para saksi kunci secara ketat dan meminta keterangan, tetapi juga mengidentifikasi para korban melalui sidik jari masing-masing. “Sampai saat ini penjagaan masih terus berlangsung,” tandasnya.

kompas.com

Related posts

Next Page »