China Prihatinkan Gaza

October 15, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Utusan China di PBB, Kamis WIB, menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap situasi kemanusiaan yang memburuk di Jalur Gaza, dan mendesak Dewan Keamanan PBB agar menyelesaikan masalah tersebut.

Berbicara pada debat terbuka badan 15 anggota itu mengenai situasi di Timur Tengah, Zhang Yesui, utusan tetap China untuk PBB, menekankan bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza tak terperikan.

“Setelah disiarkannya laporan oleh misi pencari fakta yang dibentuk oleh Dewan Hak Asasi, kepedihan dan nasib rakyat Jalur Gaza sekali lagi telah menarik banyak perhatian masyarakat internasional”, katanya.

Meskipun sembilan bulan telah lewat sejak disahkannya Resolusi 1860 Dewan Keamanan pada awal Januari, resolusi itu masih belum sepenuhnya dan secara efektif diterapkan, dan tak ada kemajuan dalam pembangunan kembali wilayah Jalur Gaza, demikian Zhang.

Rakyat Jalur Gaza masih menghadapi nasib buruk, dan situasi bertambah buruk, katanya. Situasi sulit rakyat Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan juga menjadi penyebab keprihatinan, katanya.

“Pemerintah China menyampaikan simpati yang mendalam mengenai nasib buruk rakyat Palestina, dan menyampaikan keprihatinan yang sangat besar sehubungan dengan memburuknya situasi keamanan di Jalur Gaza,” kata Zhang.

“Kami harap Dewan Keamanan akan sependapat masalah ini menimbulkan keprihatinan yang sangat besar, dan melakukan tindakan aktif guna mewujudkan penyelesaian,” pungkasnya. (*)

sumber

Related posts

Israel Serbu Jalur Gaza Utara

October 8, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Satu unit Angkatan Darat Israel dengan dukungan beberapa tank dan kendaraan lapis baja, Rabu malam, menyerbu satu daerah di bagian utara Jalur Gaza dan menghancurkan pertanian Palestina di tengah baku-tembak sengit, kata beberap saksi mata.

Kantor berita Xinhua mengutip saksi mata di bagian utara Jalur Gaza yang mengatakan pasukan darat Israel bergerak maju sekitar 100 meter ke dalam daerah yang dikuasai pejuang Palestina, sementara beberapa buldoser meratakan dengan tanah satu perkebunan dengan perlindungan beberapa helikopter.

Sayap bersenjata Front Rakyat bagi Pembebasan Palestina (PFLP) menyatakan dalam selebaran yang dikirim kepada wartawan bahwa anggotanya terlibat baku-tembak melawan tentara Israel dan menembakkan beberapa bom mortir ke arah mereka. Tak ada laporan mengenai korban.

Angkatan Darat Israel melancarkan serbuan hampir setiap hari ke dalam Jalur Gaza, yang dikuasai HAMAS, dan menyatakan militer Yahudi tersebut “bertindak guna mencegah gerilyawan garis keras menembakkan roket rakitan ke wilayah selatan Israel”.

Sementara itu, di Tepi Barat Sungai Jordan, pasukan keamanan menyatakan pasukan Angkatan Darat Israel menangkap 20 orang Palestina di berbagai daerah Tepi Barat. radio Israel mengkonfirmasi penangkapan tersebut, dan menyatakan mereka “adalah orang yang dicari oleh dinas intelijen keamanan Israel”.

Radio itu, yang mengutip keterangan juru bicara Angkatan Darat Israel, menyatakan tentara menemukan satu senapan di rumah salah seorang yang ditahan tersebut.

Israel melancarkan agresi militer pada Desember-Januari ke wilayah Jalur Gaza, sehingga menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina, kebanyakan warga sipil.

Kini pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga tak pernah menghentikan kegiatan pembangunan permukiman Yahudi. Satu laporan Peace Now awal pekan ini menyatakan sebanyak 800 unit rumah baru sedang dibangun di permukiman di seluruh wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan, kendati AS menyeru Israel agar menghentikan pembangunan permukiman.

Organisasi pengawas permukiman Israel itu menyatakan kegiatan sedang berlangsung selama tiga bulan belakangan di 34 permukiman untuk membangun semua rumah tersebut.(*)

sumber

Related posts

Permukiman Yahudi Terus Meluas

August 24, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita


Tidak ada tanda-tanda pembangunan permukiman Yahudi di tanah Tepi Barat mulai dikurangi, meski Israel mengumumkan telah menghentikan pemberian izin pembangunan baru di kawasan itu.

Hal itu disampaikan langsung oleh organisasi yang mengawasi pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat, Peace Now, dalam laporannya yang dipublikasikan hari Minggu (23/8).

Di bawah tekanan AS agar Israel membekukan permukiman, Israel pekan lalu mengindikasikan telah menghentikan pemberian izin untuk proyek-proyek konstruksi baru. Ini dimaksudkan sebagai bagian dari upaya menjembatani kesenjangan antara Israel dan sekutunya, AS.

Upaya-upaya untuk mencapai kesepakatan, yang selama ini sulit diwujudkan, akan terus dilakukan pada pertemuan di London, antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan utusan khusus AS untuk Timur Tengah George Mitchell, Rabu (26/8).

Peace Now membenarkan dibekukannya pemberian izin baru, tetapi juga melaporkan pembangunan permukiman terus berlanjut dan para pemukim bisa dengan mudah membangun ribuan unit rumah. Ini dilakukan berdasarkan sebuah perencanaan lama, yang telah lebih dulu disetujui.

Naik dua kali lipat

Peace Now menyebutkan, selama ini memang telah ada izin untuk membangun hingga 40.000 rumah. Konstruksi telah dimulai untuk sekitar 600 rumah baru pada tahun 2009. ”Tidak ada pembekuan permukiman,” kata pemimpin Peace Now, Yariv Oppenheimer.

Jumlah pemukim Yahudi di Tepi Barat, yang merupakan tempat tinggal sekitar 2,5 juta warga Palestina, telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak pertengahan 1990-an, dan sekarang mencapai sekitar 300.000 jiwa.

Presiden AS Barack Obama telah mencoba sebuah upaya baru untuk membuat Israel menghentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat. Israel telah menolak seruan untuk penghentian total, dengan mengatakan sejumlah konstruksi perlu diteruskan untuk memungkinkan pertumbuhan jumlah pemukim Yahudi.

Isu permukiman ini akan diangkat pekan ini dalam perjalanan Netanyahu ke Eropa. Sebagai tambahan dari pertemuan Netanyahu dengan Mitchell, pemimpin Israel itu juga dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Media Israel, Haaretz, Minggu, melaporkan pejabat senior Israel, Yitzhak Molko, dan Brigadir Jenderal Mike Herzog mengatakan ada kemungkinan pembekuan sementara proyek konstruksi. Hal itu bermakna semakin berkurangnya perbedaan antara posisi AS dan Israel yang sebelumnya sangat berbeda soal permukiman di Palestina.

Seorang sumber pejabat Israel optimistis pertemuan Netanyahu dengan Mitchell. Keduanya akan bisa mempersempit kesenjangan antara AS dan Israel. Hal ini dilakukan untuk mempermulus pencapaian kesepakatan penuh pada pertemuan Netanyahu-Obama, September mendatang.(AP/Reuters/OKI)

sumber

Related posts

Saudi Haram Akui Israel Sebelum Tinggalkan Arab

July 31, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Negara berpengaruh di Timur Tengah, Arab Saudi, takkan mengakui Israel sampai negara Yahudi itu keluar dari tanah Arab yang didudukinya dan membuat komitmen ke arah penyelesaian dua negara dengan Palestina.

Demikian ditegaskan juru bicara Kementerian Luar Negeri Saudi, Osama Nugali, Rabu (29/7).

Ia juga menyebut kebijakan Israel sama dengan menderita skizofrenia dan mengatakan itu membahayakan semua upaya guna menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian Timur Tengah dengan tujuan menciptakan negara Palestina merdeka.

“Posisi kami sudah diketahui. Israellah yang harus melakukan tindakan sungguh-sungguh ke arah proses perdamaian,” kata Nugali. “Israel terus melakukan tindakan sepihak dengan mengubah fakta demokrafis dan geografis di lapangan, dengan membuat permukiman dan memperluas permukiman yang ada,” katanya.

“Gagasan perdamaian Arab sangat jelas,” katanya. Ia merujuk kepada rancangan dasar perdamaian Timur Tengah 2002 yang diilhami Arab Saudi. “Bahwa Israel mesti mundur dari tanah Arab dan mengakhiri pendudukannya dan menyelesaikan masalah utama konflik,” katanya. Ia mengutip masa depan masalah pembagian air, pengungsi Palestina, dan status masa depan Jerusalem sebagai ibu kota kedua negara.

Masalah seperti itu harus diselesaikan, “Guna mencapai perdamaian yang menyeluruh, adil, dan langgeng yang dilandasi atas pembentukan negara Palestina yang merdeka dan mampu bertahan,” kata Nugali. “Dalam normalisasi proses perdamaian muncul setelah tercapainya semua tujuan ini, bukan sebelumnya. Jadi, kita tak boleh merusak keteraturan,” katanya.

Utusan AS urusan perdamaian Timur Tengah, George Mitchell, Selasa, menyeru negara Arab agar melakukan “tindakan berarti” ke arah Israel guna membantu memulai pembicaraan mengenai penyelesaian perdamaian regional menyeluruh, dan mengatakan akhirnya mereka mesti sepenuhnya menormalisasi hubungan dengan negara Yahudi tersebut.

Selain itu, beberapa anggota dewan legislatif AS telah merancang surat buat Raja Arab Saudi Abdullah guna menyeru kepadanya agar dia melakukan “langkah dramatis” ke arah Israel, sama dengan upaya menembus kebuntuan yang akhirnya mengarah pada perdamaian dengan Mesir dan Jordania.

Namun, para pejabat Arab Saudi memelihara bahwa isyarat tersebut belum membuat kemajuan ke arah terciptanya negara Palestina.

Nugali mengatakan, perluasan permukiman Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan terus menghalangi kemajuan, dan pihak Palestina telah menolak untuk memulai lagi perundingan sampai Israel membekukan pembangunan. Akan tetapi, Israel telah menolak seruan oleh Pemerintah AS agar menghentikan kegiatan permukiman, yang mengarah pada pertikaian terbuka paling buruk di antara kedua sekutu dekat Amerika itu dalam beberapa tahun.

“Kita telah menyaksikan kebijakan Israel yang menderita skizofrenia. Di satu sisi, Anda berbicara mengenai perdamaian dan kepentingan mereka untuk mencapai perdamaian,” katanya. “Di sisi lain, mereka melakukan tindakan yang bertentangan dengan proses perdamaian yang membuatnya jadi rumit dan membahayakannya,” katanya.

sumber

Related posts

AS Minta Israel Hentikan Proyek di Jerusalem

July 19, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Amerika Serikat meminta Israel agar menghentikan proyek perumahan di Jerusalem Timur.

Duta besar Israel untuk Washington Michael Oren dipanggil ke Departemen Luar Negeri akhir pekan lalu menyangkut proyek pembangunan uni-unit rumah di permukiman Sheikh Jarrah. Demikian dikatakan seorang pejabat senior Israel yang enggan menyebutkan namanya kepada AFP, Minggu (19/7). Tidak ada segera komentar AS mengenai laporan-laporan itu.

Pihak berwenang kota Jerusalem menyetujui rencana pembangunan proyek itu, yang bertujuan untuk membangun rumah-rumah di lokasi hotel Sheperd. Proyek itu dibiayai orang kaya Amerika Irving Moskowitz, yang sebelumnya menyumbang kelompok-kelompok Yahudi ultranasionalis.

Masyarakat internasional menganggap perkampungan Yahudi di sebagian besar di Jerusalem Timur adalah permukiman-permukiman Israel. Masalah itu adalah salah satu hambatan utama dalam proses perdamaian Timur Tengah yang tersendat.

Israel merebut Jerusalem Timur dari Jordania dalam Perang Enam Hari Tahun 1967 dan kemudian menganeksasi bagian kota itu dalam satu tindakan yang tidak diakui masyarakat internasional. Israel menganggap seluruh Jerusalem adalah ibu kotanya yang “tidak bisa dipisahkan ” dan menganggap pembangunan di Jerusalem Timur bukan merupakan permukiman. Palestina juga ingin menjadikan Jerusalem Timur ibukota negara mereka kelak.

Di bawah Presiden baru AS Barack Obama, Washington berulangkali mendesak Israel menghentikan seluruh kegiatan pembangunan permukiman, satu hal yang sejauh ini ditolak PM Israel Benjamin Netanyahu. Kini ada sekitar 200.000 warga Israel tinggal di Jerusalem Timur, tempat tinggal 268.000 warga Palestina.

kompas.com

Related posts