Sadis, Militan Somalia Rajam Pezina Hingga Tewas

December 15, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Adegan barbar ini bukan dari Zaman Kegelapan tetapi dilakukan sebuah kelompok militan di Somalia, Minggu (13/12/2009). Kelompok itu memaksa warga desa menonton perajaman hingga tewas seorang pria yang dinyatakan melakukan perzinahan.

Mohamed Abukar Ibrahim, nama pria malang berusia 48 tahun itu, dikubur hidup-hidup dalam posisi berdiri, hanya leher dan kepala yang masih di atas tanah, lalu dilempari batu hingga tewas. Kelompok militan itu, Hizbul Islam, juga menembak mati seorang pria lain karena melakukan pembunuhan. Esksekusi terhadap dua orang itu terjadi di Afgoye, sekitar 20 mil di baratdaya Mogadishu, ibu kota Somalia.

Namun hukuman yang sedemikian mengguncang itu, kata sejumlah saksi mata, kemudian memicu pertempuran di antara dua faksi dalam kelompok militan tersebut. Akibatnya, tiga anggota militan tewas.

Kelompok itu memerintahkan warga desa pergi ke sebuah lapangan. Di sana seorang hakim dari para pemberontak mengumumkan bahwa kedua orang itu mengaku telah melakukan masing-masing pembunuhan dan perzinahan. Hakim itu menambahkan, seorang wanita yang terlibat perzinahan telah dihukum cambuk 100 kali.

“Ini hari penghakiman terhadap mereka,” kata sang hakim, Osman Siidow Hasan, kepada warga yang dipaksa menoton. “Kami telah menyelidiki dan mereka telah mengaku,” katanya.

Namun sebagian anggota kelompok militan itu ingin menunda eksekusi tersebut. Sebuah pertempuran bersenjata pun pecah di antara mereka. “Tiga anggota Hizbul Islam tewas dan lima lainnya terluka setelah mereka saling serang,” kata Halima Osman, penjaga toko di Afgoye, melalui telepon kepada Reuters di Mogadishu. “Beberapa ingin menunda eksekusi sementara yang lainnya berkeras. Mereka lalu saling menembak. Kelompok yang melawan eksekusi kalah, kemudian lari,” tambah Osman.

“Saya tidak dapat melihat,” kata seorang warga lain, Ali Gabow, kepada Reuters. “Perempuan yang terkait dengan pria yang kedua (yang dirajam) hanya diberi cambukan 100 kali karena perempaun itu mengatakan, dia tidak pernah menikah.”

Eksekusi itu merupakan yang pertama dilakukan Hizbul Islam. Hukuman seperti itu di Somalia bisanya dilakukan kelompok pemberontak yang lebih keras, Al Shabaab. Amerika Serikat telah menyatakan Al Shabaab yang berbasis di negara gagal di Tanduk Afrika itu sebagai anggota jaringan Al Qaeda.

Presiden Somalia, Sheikh Sharif Ahmed, yang disokong pihak Barat hanya mengontrol sejumlah tempat starategis di Mogadishu. Para pakar keamanan Barat mengatakan, Somalia telah menjadi surga yang aman bagi kelompok-kelompok militan, termasuk kelompok-kelompok asing, yang menjadikan negara itu sebagai tempat untuk menyusun serangan ke kawasan atau sasaran yang lebih luas lagi.

Ada kecemasan, Somalia akan menjadi seperti Afganistan sebelum peristiwa 9/11. Al Shabaab, juga Hizbul Islam, sedang melawan pemerintah dan berusaha mendesakan hukum syariah yang keras di seluruh negeri itu. Ulama Al Shabaab telah melarang film, tarian pada acara pernikahan, bermain atau menonton sepak bola, serta menerapkan perajaman hingga mati dan pemancungan di wilayah yang telah dikuasinya.

Konflik telah menewaskan 19 ribu warga sipil Somalia sejak tahun 2007 dan menyebabkan 1,5 juta orang mengungsi. Kekacauan juga terjadi di lepas pantai. Para perompak Somalai membajak kapal-kapal komersial yang melintas di Samudra Hindia serta Teluk Aden dan telah meraup puluhan juta dollar dari uang tebusan atas kapal-kapal tersebut.

sumber

Related posts

17 Pasien Dijajar Lalu Diberondong Peluru

September 3, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Sekelompok pria bersenjata menyerbu klinik rehabilitasi narkoba dan menewaskan 17 orang di kota Ciudad Juarez, Meksiko utara, Rabu (2/9).

Sebanyak 12 pria bertopeng mendobrak pintu klinik rehabilitasi narkoba El Aliviane. Mereka memaksa para pasien narkoba berjajar di dinding kemudian memberondongnya dengan peluru. Menurut juru bicara kejaksaan, Arturo Sandoval, lima orang lain terluka dalam penyerbuan.

Geng-geng narkoba menargetkan klinik-klinik rehabilitasi, menuduh mereka melindungi para pedagang dari geng-geng seteru mereka.

Aparat keamanan belum mendapatkan identitas penyerang maupun para korban. Ciudad Juarez yang berbatasan dengan El Paso, Texas adalah kota paling rusuh di Meksiko, tempat sedikitnya 1.400 tewas tahun ini saja. Sebagian besar kasus pembunuhan terkait kekerasan geng narkoba.

Puluhan orang berduyun-duyun mendatangi lokasi kejadian untuk mencari tahu apakah ada keluarga yang menjadi korban.

Di hari sama, sekelompok pria bersenjata membunuh Jose Manuel Revuelta, yang baru dipromosikan dua pekan lalu menjadi deputi direktur keamanan umum negara bagian Michoacan. Revuelta adalah pejabat tertinggi yang terbunuh dalam serangkaian pembunuhan di Michoacan, tempat markas kartel narkoba La Familia. Tiga orang lain tewas dalam serangan itu.

Menurut Jaksa Agung Negara Bagian Jesus Montejano, Revuelta diserang saat mengendarai mobilnya menuju rumah. Mobil Revuelta diberondong peluru. Ia berusaha kabur namun hanya bertahan hingga beberapa blok sebelum dua mobil menghadangnya. Enam pria bersenjata menghujani mobil Revuelta dengan peluru, menewaskannya dan dua pengawalnya. Seorang supir truk yang terjebak dalam baku tempat juga ikut tewas.

sumber

Related posts