Kementrian Kebudayaan Malaysia Terima Nota Protes Indonesia
September 4, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Kementerian Penerangan dan Kebudayaan Malaysia telah menerima nota protes dari Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Indonesia Jero Wacik yang disampaikan melalui Dubes RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar di Kuala Lumpur, Kamis.
“Saya baru serahkan nota protes ke Menteri Rais Yatim. Masih ada satu surat lagi untuk kementerian Pelancongan Malaysia belum diserahkan karena belum ada waktu untuk bisa bertemu,” kata Da’i di sela-sela buka puasa bersama dengan sekitar 400 TKI di KBRI, Kuala Lumpur.
Dalam pembicaraan dengan Rais Yatim, mantan Kapolri itu mengajak Rais Yatim membicarakan ke depan agar keributan dua negara bertetangga dan serumpun ini soal klaim dan tuduhan mencuri kebudayaan tidak lagi terulang.
Pada kesempatan itu, Menteri Kebudayaan Malaysia menanyakan tentang pers Indonesia yang selalu provokatif dan menanamkan kebencian terhadap Malaysia.
Malaysia seperti yang diungkapkan Rais yatim berkeinginan untuk mengundang pers Indonesia ke Malaysia agar bisa melihat persoalan dalam perspektif yang lebih netral.
Dubes RI mengatakan, sudah ada rencana untuk membuat dialog antarmedia kedua negara dan selanjutnya saling melakukan kunjungan balasan. “Usahakan upaya itu dipercepat lagi,” pinta Rais Yatim.
Utusan Menbudpar Ketut Wiryadinata minggu lalu membawa nota protes Indonesia untuk Menteri Pelancongan dan Menteri Penerangan dan Kebudayaan Malaysia terkait gambar penari Pendet Bali dalam iklan promosi pariwisata Malaysia “Enigmatic Malaysia”yang ditayangkan Discovery Channel.
Pers dan pemerintah Indonesia kemudian menuduh bahwa Malaysia mengklaim tari pendet Bali sebagai kesenian atau kebudayaan negeri jiran itu.
Related posts
“Kasus Pendet” Indonesia Ditawari Iklan Gratis
September 2, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Dari kasus penayangan gambar Tari Pendet pada bagian iklan televisi untuk program siaran delapan episode oleh Discovery Channel terkait promosi pariwisata Malaysia, Indonesia ditawari penayangan iklan serupa secara gratis.
“Pihak Discovery Channel sudah meminta maaf, sekaligus menawarkan program serupa untuk Indonesia secara gratis. Kami masih membicarakannya lebih lanjut perihal tawaran itu,” kata Direktur Promosi Luar Negeri Depbudpar, I Gde Pitana, menjawab pertanyaan ANTARA di Sanur, Bali, Senin.
Di sela-sela menjadi pembicara pada kursus lanjutan program wisata konvensi, disebutkan bahwa reaksi yang muncul terlalu cepat, tanpa didasari pemahaman yang benar mengenai tersiarnya gambar Tari Pendet yang merupakan tarian khas Bali itu.
Meski begitu, pihak Discovery Channel mengaku bersalah, karena menyertakan gambar Tari Pendet tanpa menempuh prosedur meminta izin secara benar. “Karena kesalahannya itu, Discovery Channel kemudian menawarkan iklan serupa secara gratis,” ucapnya.
Selain pihak Discovery Channel, Menteri Pariwisata Malaysia juga sudah menelepon Menbudpar Jero Wacik dan menyampaikan permohonan maaf, walaupun pihak Malaysia sebenarnya tidak mengklaim secara formal Tari Pendet sebagai karya budaya bangsanya.
Menurut Pitana yang biasa bergurau akrab dengan pers di Bali, pihaknya masih mempertimbangkan berapa episode program tayangan seni budaya dan pariwisata Indonesia yang akan diberikan oleh pihak Discovery Channel.
“Ini perlu pertimbangan lebih lanjut. Kita tentu menginginkan tayangan yang lebih banyak. Lalau bagaimana dari sisi hukum, apakah lebih baik menerima tawaran itu atau cara lain, prosedur hukum misalnya?” ucapnya.
Ia berharap reaksi masyarakat Indonesia dalam kasus Tari Pendet itu tidak berlebihan, melainkan disampaikan secara benar dengan memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan demikian diharapkan tidak justru menguras energi secara berlebihan tetapi reaksi yang muncul tidak tepat. “Kita tentu lebih baik menanggapi secara profesional dan mengedepankan intelektualitas. Kita tentu menginginkan yang produktif,” kata Pitana.
Ia juga mengingatkan bahwa kesediaan Menteri Pariwisata Malaysia menelepon Menbudpar Jero Wacik dan menyampaikan permintaan maaf, harus dihargai sebagai sikap yang mau jujur dan tidak ingin ada masalah lebih besar.
Dengan memberikan reaksi yang tepat, diharapkan kasus Tari Pendet akan memberikan keuntungan dari sisi promosi pariwisata dan budaya Indonesia, misalnya dengan menerima tawaran pihak Discovery Channel tersebut, katanya.(*)



