Polisi Gerebek Rumah Teroris di Ciputat?
October 9, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Polisi dikabarkan melakukan penggerebekan lagi terhadap gerombolan teroris di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (9/10). Informasi yang diperoleh wartawan di Mabes Polri menyebutkan, kali ini yang digerebek adalah Syaifudin Zuhri, teroris yang diduga terlibat dalam aksi pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu.
Syaifudin Zuhri adalah salah satu orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ia adalah kakak ipar Ibrohim, teroris yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung. Syaifudin memiliki keahlian dalam melakukan perekrutan orang.
Related posts
Hari Maut Bagi Tentara Amerika
September 10, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Delapan serdadu Amerika Serikat terbunuh dalam sehari di Afganistan dan Irak, Selasa (8/9).
Tiga prajurit tewas akibat ledakan bom pinggir jalan di Irak Utara. Ini merupakan insiden paling mematikan bagi tentara Amerika di Irak, dalam lima bulan terakhir. Satu prajurit lainnya tewas di Baghdad.
Sementara di Afganistan, empat orang tentara meninggal dalam sebuah “serangan canggih” yang terjadi di provinsi Kunar, Afganistan Timur.
Seorang juru bicara tentara Amerika, Kapten Elizabeth Mathias, yang dikutip kantor berita Associated Press, tidak bersedia menjelaskan lebih jauh tentang serangan di Kunar itu. Konflik di Afganistan sekarang berada di titik tertinggi, sementara di Irak kekerasan meningkat sejak tentara Amerka ditarik pada bulan Juli.
Pada hari yang sama, polisi Irak mengatakan sebuah bom jalanan di kota Amirli, dekat Kirkuk menewaskan kepala polisi setempat dan empat anak buahnya. Sementara sebuah bom yang ditujukan untuk seorang pejabat departemen kesehatan di Baghdad Timur, menewaskan seorang pegawai kementerian kesehatan.
Delapan tahun setelah pasukan yang dipimpin Amerika menyerang Afganistan untuk menggulingkan pemerintah Taliban, jumlah korban tentara Amerika terus bertambah. Sekitar 820 prajurit Amerika diperkirakan telah tewas dalam delapan tahun terakhir.
Di Irak, aksi kekerasan semakin meningkat sejak pasukan Amerika menarik diri dari kawasan perkotaan akhir Juni lalu. Namun angka kematian masih di bawah tahun 2006 dan 2007 ketika 2000 warga sipil Irak tewas. Sekitar 4.340 serdadu Amerika tewas di Irak, sejak invasi tahun 2003.
Related posts
Ibrohim Perencana, Pengatur, Pengontrol Bom
August 12, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Pelaku utama dalam peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton adalah Ibrohim alias Boim. Dalam ledakan bom tersebut, Ibrohim berperan sebagai perencana, pengatur, pengontrol, dan melakukan survei.
“Boim masuk bersama Nana (pelaku bom bunuh diri Ritz-Carlton). Peran Ibrohim pengatur, pengontrol, dan survey,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna dalam jumpa pers di RS Polri Soekanto Kramat Jati, Jakarta, Rabu (12/8/2009).
Nanan sebelumnya mengatakan, Ibrohim juga merupakan perencana. Ibrohim yang mengatur dan mengontrol pelaksanaan pengeboman JW Marriott dan Ritz-Carlton. Bahkan Ibrohim jugalah yang menyiapkan pengeboman berikutnya.
Ibrohim yang dilaporkan menghilang setelah ledakan di hotel mewah itu pada 17 Juli 2009 itu tewas di Temanggung, Jawa Tengah. Awalnya jenazah ini diduga Noordin M Top. Tapi setelah dilakukan serangkaian tes termasuk tes DNA, mayat tersebut adalah Ibrohim.
Related posts
Pengebom Hotel Marriott Lewati “Metal Detector” dengan Tenang
July 21, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Ada data terbaru mengenai tindakan teroris yang meledakkan dua hotel mewah, JW Marriott dan Ritz-Carlton, di Mega Kuningan, lima hari lalu. Pelaku bom bunuh diri di Marriott yang diyakini sebagai Nur Said ini melewati pemindai logam (metal detector) dengan tenang.
Barang-barang bawaannya pun diperiksa petugas keamanan, tetapi ia lolos tanpa dicurigai. Adapun seorang pengebom di Hotel Ritz-Carlton sempat salah menyebut nomor kamar saat ditegur petugas. Namun, ia nekat masuk ke restoran, kemudian memesan kopi sebelum meledakkan bom.
CCTV di Hotel Ritz-Carlton merekam seseorang yang mencurigakan yang mengenakan pakaian dan perlengkapan yang dibawa Nur Said, pria yang diduga pengebom di Hotel JW Marriott. Laki-laki berbadan sedang itu mengenakan jaket hitam dan membawa tas.
Bedanya, tas yang dibawa laki-laki ini adalah tas ransel yang disandang di dada, bukan di punggung. Dia terlihat sedikit tertatih-tatih membawa tas jinjing, mungkin karena berat. Ia memindahkan bawaan dari tangan kiri ke kanan.
Laki-laki ini berjalan lurus, dalam terowongan dari arah Marriott menuju Ritz Carlton, lalu masuk ke coffee shop atau Restoran Airlangga. Sebelum masuk restoran, dia sempat ditegur seorang laki-laki penerima tamu (guester).
Seorang sumber menyebutkan, penerima tamu menyapa laki-laki itu yang akan masuk ke Restoran Airlangga. “Selamat pagi Pak. Maaf, dari kamar nomor berapa?” kata penerima tamu sedikit membungkukkan badan kepada laki-laki yang diduga teroris itu. Sang tamu menjawab, “Kamar 2701.”
Maksudnya lantai 27 kamar nomor 01. Penerima tamu heran karena Hotel Ritz-Carlton hanya sampai pada lantai 26.
Saat disanggah, sang tamu berkata, “Oh iya, saya sudah janjian dengan teman. Dia menunggu di restoran.” Setelah itu, dia berjalan bergegas menuju tangga, bukan lift, naik ke Restoran Airlangga. Beberapa detik kemudian terjadi ledakan dahsyat. Ledakan terjadi pukul 07.57, 10 menit setelah ledakan di Ritz-Carlton.
Adapun pengebom yang direkam CCTV di Hotel JW Marriott diduga Nur Said alias Nur Sahid alias Nuri Hasdi alias Nur Hasbi alias Nurdin Aziz. Ia datang ke hotel menumpang taksi warna biru.
Dia tiba dan check in ke hotel berbintang lima itu pada 15 Juli pukul 15.01. Dia menurunkan tas beroda hitam yang biasa dipakai bepergian. Satu tas jinjing lainnya menggantung di bahu. Laki-laki berperawakan sedang ini mengenakan jaket hitam dan topi pet abu-abu.
Sesaat setelah melewati pintu hotel, dia bertemu dengan petugas kemanan hotel. Barang-barang bawaannya lalu diangkat petugas untuk diperiksa. Pada saat bersamaan, laki-laki itu melintasi pemindai logam. Baik Nur Said maupun kedua tasnya lolos tanpa hambatan.
Berdasarkan data Marriott, sebelum masuk hotel, seseorang laki-laki memesan kamar hotel melalui nomor telepon seluler 08788XXX. Pemesan mengatakan akan menginap mulai tanggal 15.
Setibanya di meja resepsionis, saat check in, Nur Said menggunakan kartu tanda penduduk palsu dengan nama Nur Hasbi beralamat di Pondok Pinang, Tangerang. Ketika check in, pelaku membayar tunai sewa kamar selama tiga hari seharga 1.400 dollar AS (setara Rp 14 juta dengan kurs 1 dolar AS = Rp 10.000).
Sewa kamar paling murah di Marriott sekitar Rp 1,4 juta per malam, sedangkan kamar yang lebih mahal Rp 4 juta-Rp 60 juta per malam. Biasanya petugas hotel minta pembayaran lebih di depan sebagai jaminan kalau tamu memanfaatkan mini bar dalam kamar.
Tiga hari kemudian, yakni pada hari peledakan, Jumat (17/7), Nur Said juga terekam CCTV pada pukul 07.47. Sama persis seperti ketika kedatangannya ke hotel, mengenakan jaket hitam, topi pet, menyeret satu tas beroda, dan menjinjing satu tas lainnya. (tig)
kompas.com
Related posts
Ledakan Kejutkan Lingkar Mega Kuningan
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Ledakan mengejutkan daerah Lingkar Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pada pagi hari ini. Namun belum ada informasi yang mendetil terkait ledakan ini yang membaut para pegawai di sekitar area tersebut berlarian ke luar.
Berdasarkan informasi yang diterima TMC Polda Metro, Jumat (17/7/2009), menurut salah seorang pekerja yang berada di lokasi, ledakan terdengar dari belakang Hotel JW Marriot.
Asap juga terlihat membumbung tebal di lokasi tersebut. Sementara dikabarkan ledakan yang sama juga terdengar di Hotel Ritz Carlton.
Para pegawai yang berlokasi di area Mega Kuningan saat ini berada di luar gedung masing-masing untuk
Related posts
Bom Bunuh Diri, Pelaku Menginap di Lt 18 Hotel JW Marriott?
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Menyusul ledakan yang terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7), muncul dugaan peristiwa ini adalah aksi bom bunuh diri.
“Ada indikasi ini bom bunuh diri,” kata Ketua Komisi I DPR Theo Sambuaga kepada wartawan di lokasi kejadian. Menurutnya, beberapa korban tewas dikenali polisi sebagai anggota jaringan teroris di Indonesia. Namun, tidak dirinci lebih jauh jaringan teroris yang mana.
Lebih jauh, ia mengungkapkan, ditengarai pelaku menginap di lantai 18 Hotel JW Marriott. Ia mengkhawatirkan saat ini masih ada bom-bom lain di sekitar hotel. “Saat ini kendali penyelidikan dipegang sepenuhnya oleh pihak kepolisian. Polisi masih melakukan penyisiran,” tandas dia.
kompas.com
Related posts
6 Orang Tewas Akibat Ledakan Marriott dan Ritz
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Polisi dan petugas rumah sakit mengatakan sedikitnya enam orang tewas dan 18 luka dalam serangkaian ledakan dahsyat di hotel Marriott dan Ritz Carlton, Jumat (17/7).
Seperti dilansir kantor berita Associated Press, Dr Cahyono di Rumah Sakit Jakarta mengatakan enam tewas akibat ledakan di Marriott dan Ritz. Kabid Humas Polda Metro Jaya Chrisnanda Dwilaksana juga membenarkan korban tewas enam orang.
Alex Asmasubrata, salah satu saksi mata, mengatakan bahwa dia pertama mendengar ledakan dahsyat di Marriott. Lima menit kemudian, sebuah bom meledak di Ritz. Dia menyaksikan empat jenazah dievakuasi dari Marriott, termasuk satu orang dengan isi perut terburai.
Ledakan ini terjadi dua pekan setelah pemilu presiden 8 Juli 2009. Marriott pernah dibom pada 2003, menewaskan 12 orang. Kelompok Jemaah Islamiyah dituding sebagai dalang dalam pengeboman tersebut.
kompas.com
Related posts
Ledakan terjadi di Lantai II Hotel Ritz Carlton
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Ledakan keras menghancurkan lantai II hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Kaca-kaca hancur lebur dan berhamburan ke bawah.
Pantauan detikcom, Jumat (17/7/2009), salah satu ruangan yang hancur adalah ruangan makan. Kerusakan juga terjadi di lantai III.
Peralatan makan bertebangan ke bawah. Langit-langit serta lampu jebol.
Related posts
Ledakan Lainnya di Coffe Shop Ritz Carlton
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Salah satu dari dua ledakan di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat pagi terjadi di coffe shop di lobi Hotel Ritz Carlton. Ledakan tersebut menyebabkan kaca-kaca coffe shop pecah.
“Dari jendela saya kelihatan asap keluar dari bagian lobi Ritz Carlton,” ujar Myra Junor, GM Corporate Communication XL kepada Kompas.com saat dihubungi lewat telepon. Kantor XL di Menara Prima kebetulan berada di seberang Hotel Ritz Carlton.
Belum diketahui apa sebenarnya yang meledak di sana dan apakah ada korban atau tidak. Myra mengatakan saat ini semua karyawan yang berkantor di skeitar kejadian langsung berhamburan menjauhi lokasi kejadian.
Kejadian tersebut cukup mengejutkan mengingat untuk masuk ke lobi Ritz Carlon telah dilakukan pengamanan ketat. Biasanya tamu atau kendaraan yang akan ke lobi yang berada di lantai atas harud diperiksa dengan detektor logam dan pemeriksaan manual.
kompas.com
Related posts
Ledakan Bom di Dekat Marriot dan Ritz Carlton, Akses ke Mega Kuningan Ditutup
July 17, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Ledakan bom terjadi di dekat Marriot dan Ritz Carlton Mega Kuningan. Akibatnya akses ke Mega Kuningan ditutup terutama seputar Jalan Lingkar Mega Kuningan.
Saat ini seluruh aktivitas perkantoran tampak sepi, ratusan karyawan tampak berdiri di luar gedung. Selain itu puluhan tamu hotel baik dari dalam maupun luar negeri tampak berdiri di lapangan Mega Kuningan persis di depan hotel. Beberapa tampak panik, beberapa shock dan terdiam.
Pantauan detikcom, ratusan orang polisi, baik Samapta, Brimob, maupun Gegana mengamankan lokasi kejadian. Kapolda sendiri juga telah berada di lokasi. Polisi telah membentangkan police line di sepanjang depan Ritz Carlton.
Ledakan bom terjadi di dekat Marriot dan Ritz Carlton Mega Kuningan. Akibatnya akses ke Mega Kuningan ditutup terutama seputar Jalan Lingkar Mega Kuningan.
Saat ini seluruh aktivitas perkantoran tampak sepi, ratusan karyawan tampak berdiri di luar gedung. Selain itu puluhan tamu hotel baik dari dalam maupun luar negeri tampak berdiri di lapangan Mega Kuningan persis di depan hotel. Beberapa tampak panik, beberapa shock dan terdiam.
Pantauan detikcom, ratusan orang polisi, baik Samapta, Brimob, maupun Gegana mengamankan lokasi kejadian. Kapolda sendiri juga telah berada di lokasi. Polisi telah membentangkan police line di sepanjang depan Ritz Carlton.
detik.com



