Bali Pulau Terbaik Dunia 2009

August 29, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita


Majalah Pariwisata Internasional Travel dan Leisure menobatkan Bali sebagai pulau terbaik di dunia tahun 2009, mengalahkan pulau-pulau terkenal lain termasuk Kepulauan Galapagos.

Menurut Ketua Badan Pariwisata Bali (BTB) Ngurah Wijaya di Renon RAbu mengatakan, penghargaan itu merupakan titik balik bagi pariwisata Bali ditengah pemberlakuan travel warning atau larangan berkunjung oleh Amerika dan Australia pasca-serangan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta 17 Juli lalu.

“Travel dan Leisure menobatkan Bali sebagai pulau terbaik dunia setelah menyisihkan pulau-pulau lainnya di dunia termasuk Kepulauan Galapagos,” paparnya.

Dia menambahkan, tahun lalu Bali kalah dengan Galapagos, namun pada tahun ini Bali mampu melampaui pulau tersebut dengan mengumpulkan poin mencapai 87.41, sementara Galapagos hanya mengumpulkan 86,80 poin.

Lebih jauh dia mengungkapkan, larangan berkunjung oleh luar negeri sudah ada sejak dulu, namun baginya hal itu tidak menghambat Bali meraih penghargaan internasional.
“Ini patut kita syukuri dan apresiasi, karena sekaligus mempromosikan Bali sebagai kawasan wisata yang masih layak di mata dunia,” ujarnya.

Dia juga menyatakan, hingga kini belum ada pembatalan kujungan wisatawan mancanegara ke Bali terkait adanya ledakan bom di Jakarta. “Saya belum menerima laporan tentang pembatalan kunjungan itu, ” tandasnya optimis.

Demikian halnya dengan wisatawan yang tengah berlibur di Pulau Dewata, dia mengaku tidak ada eksodus besar-besaran seperti yang disampaikan beberapa kalangan.

“Sampai sekarang wisatawan asing masih meilih menghabiskan liburannya di Bali, tidak ada eksodus akibat ledakan bom Jakarta,” kilahnya.

Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali dikatakan masih stabil, dan mencapai rata-rata 6000 orang perhari. “Saya meminta aparat meningkatkan sistim pengamanan supaya kondisi seperti saat ini bisa bertahan,” imbuhnya.

sumber

Related posts

Malaysia Mengaku Tak Pernah Klaim Tari Pendet

August 26, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Perwakilan Pemerintah Malaysia untuk Indonesia menegaskan pihaknya tidak pernah mengklaim Tari Pendet menjadi bagian dari budayanya. Yang terjadi selama ini hanya salah paham semata.

Pengakuan di atas disampaikan tiga perwakilan kuasa usaha sementara Kedutaan Besar Malaysia, yaitu Amran Mohammad Zein, Jamil Darus, dan Mohammad Norhisyam Mohammad Yusof saat menemui Menbudpar Jero Wacik serta jajaran pejabat kementrian Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di Jakarta, Senin (24/8/2009).

“Tidak ada klaim dari Pemerintah Malaysia atas tarian tersebut,” tegas Amran Mohammad Zein.

Menurut informasi sementara yang diterima Pemerintah Malaysia, iklan tersebut merupakan hasil produksi pihak swasta. Oleh karena itu, Pemerintah Malaysia akan melakukan penyelidikan untuk maklumat sebenarnya.

“Ini maklumat awal yang perlu dijelaskan. I am in the position of goverment dan kita sama-sama mencari jalan terbaik atas isu ini, agar tak menimbulkan masalah. Kami mohon media untuk bersabar,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam cuplikan iklan Visit Malaysian Year yang ditayangkan di discovery channel terdapat adengan para penari tengah membawakan Tarian Pendet asal Bali. Tak ayal iklan ini mendapat protes dari Pemerintah Indonesia.

(ful)

sumber

Related posts

Soal Tari Pendet, Indonesia Perlu Gertak Malaysia

August 25, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Klaim Malaysia atas tari pendet yang dikenal sebagai budaya Bali kembali menambah panjang daftar klaim negara tetangga itu atas aset kekayaan budaya Indonesia.

Sikap Malaysia yang terus-terusan mengklaim budaya Indonesia dinilai karena tidak tegasnya Pemerintah Indonesia. Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR Yusron Ihza Mahendra mengatakan, kali ini pemerintah harus bersikap keras.

“DPR sangat menyesalkan sikap Malaysia yang lagi-lagi mencaplok kebudayaan Indonesia untuk kepentingan komersial. Sudah berulang kali terjadi. Kita lihat, hal semacam ini tidak layak dan tidak terpuji. Pemerintah perlu mengambil tindakan tegas,” ujar Yusron kepada wartawan, Senin (24/8) di Gedung DPR, Jakarta.

Sikap tegas itu bukan saja melalui nota diplomasi. Menurut Yusron, pemerintah bisa bersikap lebih keras dengan menarik Duta Besar Indonesia di Malaysia. “Atau sebaliknya, Dubes Malaysia di Indonesia disuruh pulang ke negaranya. Kalau tidak tegas, akan berulang terus sikap Malaysia ini,” kata dia.

Langkah politik terhadap persoalan ini dipandang akan lebih efektif dibandingkan menempuh langkah hukum. Jika pemerintah mampu bersikap tegas, menurut Yusron, Malaysia akan lebih menghormati Indonesia.

“Sebenarnya Malaysia tahu apa yang dilakukannya tidak berdasar. Hanya, pemerintah tidak tegas sehingga mereka berani. Dari sisi parlemen, kami akan mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas ke Malaysia,” ujar politisi Partai Bulan Bintang ini.

Dalam pekan ini, Komisi Pertahanan akan mengadakan rapat dengan jajaran Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan. Persoalan dengan Malaysia akan menjadi salah satu materi yang menjadi pembahasan.

sumber

Related posts