Asteroid Apophis Kecil Kemungkinan Tabrak Bumi

October 16, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Penghuni Bumi bisa sedikit tenang. Setidaknya untuk sementara. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Rabu (7/10), menyatakan, asteroid sebesar 269.748 meter kemungkinan kecil akan menabrak Bumi pada tanggal 13 April 2036.

Dari perhitungan NASA, semula peluang asteroid Apophis menabrak Bumi 1:45.000. Kalkulasi NASA pada tahun 2004 ini sempat menimbulkan kepanikan. Namun, setelah para peneliti menghitung dan menganalisis kembali garis edar asteroid kini peluangnya menjadi 1:250.000.

Ahli astronomi di Near Earth Object Program NASA, Steve Chesley, menyatakan, perhitungan yang baru bisa dilakukan setelah posisi Apophis diketahui secara persis. Pada tahun 2029 Apophis diperkirakan akan berada 29.451 kilometer di atas permukaan Bumi. (AP/LUK)

sumber

Related posts

Asteroid Terbesar Kedua di Bimasakti Berkembang Jadi Planet

October 12, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Asteroid terbesar di dalam Sistem Bimasakti sebenarnya adalah purwarupa planet, yaitu satu blok yang sedang berkembang menjadi planet sesungguhnya yang lebih besar, demikian hasil satu studi.

Beberapa peneliti di University of California, Los Angeles (UCLA), membuat kesimpulan tersebut setelah menggunakan teleskop Antariksa Hubble untuk mempelajari Pallas, asteroid terbesar kedua di dalam Sistem Bimasakti, kata studi tersebut, yang disiarkan di dalam jurnal Science, terbitan Oktober.

Pallas, yang namanya diambil dari nama Dewi Yunani, Pallas Athena, berada di sabuk utama asteroid antara orbit Jupiter dan Mars.

Menurut teori pembentukan planet, purwarupa planet adalah awan partikel gas, batu, dan debu yang berada dalam proses pembentukan satu planet. Purwarupa planet agak berada di jalur masing-masing orbit lain, sehingga terjadi benturan dan secara berangsur membentuk planet yang sesungguhnya.

“Sangat menggairahkan untuk menyaksikan satu obyek perspektif baru ini yang sangat menarik dan belum diamati oleh Hubble dengan resolusi tinggi,” kata mahasiswi tingkat doktor UCLA, Britney E Schmidt, penulis utama studi itu.

“Kami memperkirakan, asteroid yang sangat besar ini bukan hanya sebagai blok planet yang sedang terbentuk, tapi sebagai peluang untuk meneliti pembentukan planet beku pada waktunya,” kata Schmidt.

“Memiliki kesempatan menggunakan Hubble, dan melihat citra itu kembali dan memahami secara otomatis ini dapat mengubah apa yang kami pikirkan mengenai obyek ini,” kata Schmidt sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua.

Dengan gambar Hubble, Schmidt mengatakan dia dan rekannya dapat membuat pengukuran baru mengenai bentuk dan ukuran Pallas. Mereka dapat melihat permukaannya memiliki daerah gelap dan cerah, yang menunjukkan benda yang kaya akan air tersebut mungkin telah mengalami perubahan internal dengan cara yang sama yang dilalui planet.

“Itulah yang membuatnya lebih mirip planet –variasi warna dan bentuk bulat sangat penting sepanjang yang kami pahami, adalah obyek dinamis atau benda itu telah memiliki ukuran yang persis sama sejak terbentuk,” kata Schmidt. “Kami kira barangkali itu adalah obyek yang dinamis.”

Untuk pertama kali, Schmidt mengatakan, dia dan rekannya juga melihat tempat tabrakan besar di Pallas. Mereka tak dapat memastikan apakah itu adalah kawah, tapi depresinya memang menunjukkan sesuatu yang penting lain: bahwa itu dapat membawa kepada keluarga kecil asteroid Pallas yang mengorbit di antariksa.

sumber

Related posts