Hore Anjing Pahlawan 9/11 Hidup Lagi
October 16, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Untuk mengenang keberanian seekor anjing bernama Trakr, para ilmuwan pun mengkloningnya. Tidak tanggung-tanggung, lima ekor anak anjing yang memiliki sifat genetik sama persis dengan anjing tersebut lahir dengan selamat.
Trakr dikenang karena keberaniannya saat membantu tim SAR mengevakuasi korban tragedi runtuhnya menara kembar World Trade Center, New York, AS pada 11 September 2001 silam. Ia adalah anjing pertama yang turun ke reruntuhan puing-puing WTC bersama pemiliknya, seorang petugas polisi Los Angeles James Symington.
Anjing berwarna hitam milik itu telah tewas pada April 2009 lalu, pada usia 16 tahun. Namun, sebelum tewas, pemiliknya sempat mendapatkan tawaran untuk mengikuti kontes kloning anjing dengan biaya cuma-cuma. Kontes tersebut disponsori perusahaan jasa kloning BioArts International yang ada di California. BioArts bermitra dengan perusahaan Korea Selatan yang didirikan Hwang Woo Suk, pakar kloning pertama di dunia yang berhasil melakukan kloning anjing bersama timnya.
Kelima anjing hasil kloning Trakr telah diberikan kepada Symington dan istrinya yang kini tinggal di Los Angeles. Masing-masing diberi nama Trustt, Solace, Valor, Prodigy, dan Dejavu. Trakr mungkin telah mati, tetapi kepahlawanannya seolah hidup kembali dengan hadirnya lima anak anjing ini.
Related posts
Anjing Tertua di Dunia Mati di Usia 147 Tahun
September 1, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Seekor anjing berjenis dachshund berbadan panjang dan berkaki pendek, yang tercatat sebagai anjing tertua di dunia, mati dalam usia 21 tahun, atau setara dengan 147 tahun dalam kalender anjing, di Long Island AS.
Anjing bernama Chanel itu mati, Jumat, karena sebab alamiah di rumah pemiliknya di Port Jefferson Station, sebuah dusun yang berjarak sekitar 80 kilometer di timur kota New York. Pihak Guinness World Records memberi penghargaan kepada anjing, Mei lalu, saat usianya tepat 21 tahun, sebagai anjing tertua di dunia.
Pemilik anjing tersebut, pasangan Denice dan Karl Shaughnessy, mengadopsi Chanel dari sebuah tempat penampungan binatang piaran di Virginia, saat anjing itu berusia enam minggu.
Mereka mengatakan, Chanel dalam beberapa tahun belakangan menggunakan kacamata warna untuk kataraknya dan menyukai baju hangat karena anjing tersebut sensitif terhadap cuaca dingin. Namun, kata mereka, anjing tetap semangat di usianya yang sudah renta.



