Call Of Duty 6 : Modern Warfare 2

December 11, 2009 by hafeez  
Filed under Berita Petir

COD 6 : MW 2, (Call Of Duty 6 : Modern Warfare 2) boleh jadi adalah salah satu game andalan Activision. Kehadirannya pun banyak dinanti oleh para gamer di seluruh penjuru dunia.

Plot Cerita:
Modern Warfare 2 bakal membawa pemain pada masa 5 tahun setelah game terdahulunya, Call Of Duty 4: Modern Warfare. Walaupun pada MW sebelumnya U.S Marines dan SAS telah berusaha mati – matian, pada akhirnya di MW 2 ini Ultranasionalis akhirnya menguasai Russia dan mendeklarasikan Imran Zakhaev (musuh utama pada MW sebelumnya) sebagai pahlawan dan martir yang mati dalam membela bangsanya, Russia. Rakyat Russia mendirikan patung Zakhaeh di tengah Lapangan Merah, Moscow. Sementara itu Vladimir Makarov, salah satu bekas letnan dari Zakhaev, memulai operasi nya melawan Eropa dengan melakukan aksi – aksi teroris.

Sebab dari semua yang terjadi pada MW2, di awali dari salah satu misi dalam game yang dianggap sangat kontroversial. Dimana pada misi tersebut pemain akan memainkan US Army Ranger Private First Class Joseph Allen yang di susupkan kedalam grup teroris pimpinan Makarov, dengan nama samaran Alexei Borodin pada misi ini pemain akan membantu Makarov membantai warga sipil di Zakhaev Airport (Fiksi) di Moscow menggunakan senjata mesin. Pada akhir misi Makarov menembak mati Allen, meninggalkannya di airport agar pihak Russia mengira Amerika yang bertanggung jawab dalam serangan brutal dan sadis di Zakhaev Airport ini. Bagaimana Makarov dapat mengetahui identitas Allen dan apa maksud dari serangan di Zakhaev Airport akan mengejutkan para pemain pada jalan cerita di MW2 ini.

Karakter:
Ada beberapa karakter yang kembali tampil pada MW 2 ini, jagoan di MW sebelumnya “Soap” MacTavish (yang pada MW 2 ini telah menjadi Captain), Captain Price. Tetapi pada sebagian besar game pemain akan memainkan Sergeant Gary “Roach” Sanderson salah satu anggota dari unit pasukan khusus Task Force 141 bersama Captain MacTavish, jika pada MW sebelumnya yang bertindak sebagai Specialist dalam tim pimpinan Captain Price adalah Gaz, kini digantikan oleh Simon “Ghost” Riley pada Task Force 141 pimpinan Captain MacTavish.

Fakta dan sorotan menarik pada MW2
MW2 mempunyai alur cerita yang sangat mendebarkan. Seperti pada seri sebelumnya, MW2 memiliki beragam misi dalam keseluruhan permainannya. Misalnya, pemain dapat menjadi seorang sniper, mengendarai kendaraaan tempur atau melakukan pengejaran dengan beragam kendaraan.
•Masalah kualitas tidak perlu diragukan lagi. Game ini memang terkenal dengan sistem grafis dan tatanan suara yang menakjubkan, meski demikian game ini juga tidak membutuhkan spesifikasi komputer yang ’sangar’.
•Special Ops yang menjadi fitur andalan. Tidak seperti dalam seri sebelumnya, MW2 membawa Special Ops ke tingkat lebih lanjut dengan beragam misi yang dapat dimainkan.
•Tidak adanya Dedicated Server untuk PC. Sangat berbeda dengan seri sebelumnya, tampaknya kini Infinity Ward ‘menganaktirikan’ platform PC untuk game mereka. Dengan meniadakan Dedicated Server, tentunya bakal terbatas sekali untuk bermain secara multiplayer.
•Sarat aksi kekerasan. Selain memiliki adegan pertempuran yang seru, MW2 juga memiliki serangkaian adegan sadis yang dilakukan oleh pemimpin teroris, Vladimir Makarov pada misi “No Russian”. Bahkan akibat adegan ini, MW2 sempat akan di bawa kemeja hijau, dan pada game yang akan dirilis di Russia bagian tersebut dihilangkan.

Kontroversi:
Russia menolak peredaran game petualangan ini di negaranya. Jika di Negara lain MW2 membuat rekor dengan penjualan tercepat sepanjang sejarah, maka tidak di Russia. Pemerintah Russia menolak penjualan game tersebut karena adanya bagian yang dianggap melecehkan Russia.
Pada MW2 ada misi bernama “No Russian”, di dalam misi Kontroversial ini pemain melakukan pembantaian di airport di Moscow. Maka pemerintah Russia merasa tersinggung dengan hal ini. Pada bagian lainnya pemerintah Russia dan politisi Russia keberatan dengan penggambaran pasukan bersenjata Russia yang menyerang Amerika Serikat, dan berguguran di Washington DC.
Melihat hal tersebut, Infity Ward yang menjadi mitra distributor sekuel COD itu segera mengambil tindakan dengan melakukan sensor di misi “No Russian” itu dengan menghapus sepenuhnya dari permainan (untuk edisi game yang di rilis di Russia).


Call Of Duty 6 : Modern Warfare 2 ini tersedia untuk PC, Console seperti Xbox 360 dan Playstation 3.

berbagai sumber

Related posts

Sepuluh Marinir AS Tumbang di Hutan Banyuwangi

October 22, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Sepuluh prajurit Marinir Amerika Serikat atau United States Marine Corps (USMC) harus dievakuasi akibat kelelahan saat menjalani latihan bertahan hidup di dalam hutan Selogiri, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (20/10).

Staf Dinas Penerangan (Dispen) Korps Marinir Lettu (Mar) Mardiono melaporkan sejak Senin hingga Selasa, tercatat 10 prajurit Marinir AS tumbang dan tidak sanggup melanjutkan latihan survival akibat kelelahan dan tidak tahan dengan cuaca tropis.

“Misalnya, Ranus (26) yang berpangkat BFC dan kelahiran California, merupakan salah satu dari 10 Prajurit Marinir Amerika yang terpaksa harus dievakuasi tim medis dari Korps Marinir Indonesia,” katanya, didampingi rekannya Serda Mar Kuwadi.

Latihan Survival itu diikuti 362 Marinir Amerika yang dipandu 16 pelatih, tiga interpreter (penerjemah), empat personel komunikasi, dan lima Prajurit Regu Pandu Tempur (Rupanpur) Korps Marinir TNI AL.

Kegiatan survival ini merupakan bagian dari rangkaian Latihan bersama (latma) Marinir Amerika dan Indonesia yang bertajuk “Interoperability Field Training Exercise (IIP/FTX) 2009″ di Situbondo dan Banyuwangi, 17-24 Oktober 2009.

Latma yang dikomandani Kolonel Marinir Nur Alamsyah itu dilakukan di empat tempat, yaitu di Pantai Banongan, Puslatpur Marinir Karangtekok, Kecamatan Banyu Putih, Situbondo, Pasewaran, dan hutan Selogiri Banyuwangi.

Di Selogiri, 362 Prajurit Marinir Amerika yang menjelajahi hutan liar itu dibagi menjadi dua gelombang yang setiap gelombang dibagi menjadi lima tim dengan didampingi pelatih dan dokter dari Korps Marinir TNI AL.

Satu per satu tim diberangkatkan masuk ke dalam hutan, tetapi panitia sudah menyiapkan rintangngan dan jebakan ranjau yang dipasang sedemikian rupa sebagai tantangan, sehingga sesekali terdengar suara ranjau yang meledak dari balik rerimbunan hutan. Ledakan itu membuat para prajurit kalang kabut, namun mereka tetap saling berkoordinasi dalam satu komando dengan komandan regunya.

Sebelum menjalani perang di dalam hutan, para prajurit Marinir Amerika itu dibekali beberapa pengetahuan dan wawasan terkait cara bertahan hidup di dalam hutan. “Mereka juga kami ajari bagaimana cara makan tumbuh-tumbuhan di hutan, menghadapi hewan di antaranya ular dan beberapa jenis binatang buas,” kata Kepala Tim (Katim) Survival Kapten Marinir M Machfud.

Pelatih lainnya, Pelda Marinir Mujiono mempraktikkan bagaimana cara yang benar dalam menjinakkan ular. Beberapa prajurit Marinir Amerika juga ada yang mencoba makan beberapa jenis tumbuhan liar. Dengan bekal logistik yang terbatas, seorang tentara memang dituntut bertahan hidup. Setiap gelombang Latihan Survival itu memakan waktu empat hari empat malam.

“Mereka menghadapi tantangan berat, meski mereka membawa perlengkapan tempur seperti senapan laras panjang M.16 A4, GPMG, senjata canggih lainnya yang dilengkapi dengan infra merah, peralatan komunikasi yang cukup canggih, dan alat digital petunjuk posisi di bumi (Global Positioning System/GPS),” katanya.

sumber

Related posts

New Amsterdam? New York?

October 17, 2009 by hafeez  
Filed under Berita Petir

New Amsterdam/Amsterdam Baru (bahasa Belanda: Nieuw Amsterdam) adalah nama dari daerah pemukiman berbenteng di koloni Provinsi Belanda Baru pada abad ke-17 yang selanjutnya menjadi New York City. Kota ini didirikan pada tahun 1625 oleh Perusahaan Hindia Barat Belanda, terletak di ujung selatan pulau Manhattan yang strategis dan dimaksudkan untuk melindungi jalur masuk usaha perdagangan bulu yang dikuasai perusahaan tersebut di Lembah Hudson. New Amsterdam berkembang menjadi daerah pemukiman kolonial Belanda terbesar di Amerika Utara dan berada di kekuasaannya hingga tahun 1664, ketika jatuh untuk sementara waktu ke tangan Inggris. Belanda merebutnya kembali pada tahun 1673 dan menamakannya “Nieuw Oranje” (bahasa Inggris: “New Orange”), tetapi tak lama kemudian menyerahkannya kembali secara permanen ke tangan Inggris pada tahun 1674. Tahun didirikannya kota ini 1625 diperingati dalam Lambang Resmi Kota New York (sebelumnya tercantum tahun 1664, tahun pembentukannya oleh pihak Inggris).


Pemukiman Awal (1609-1625)
Eksplorasi awal Belanda di daerah yang sekarang disebut Teluk New York tercatat pertama kali pada tahun 1609 yaitu pada masa pelayaran Henry Hudson, yang sedang mencoba menemukan Jalur Barat Laut untuk VOC. Sebaliknya, ia membawa pulang berita mengenai kemungkinan memanfaatkan bulu berang-berang di area itu, karena bulu tersebut dapat diproses untuk membuat topi anti air. Produk sampingan dari perdagangan bulu berang-berang adalah castoreum — produk kelenjar pantat berang-berang — yang digunakan karena orang percaya mengandung obat-obatan. Ekspedisi oleh Adriaen Block dan Hendrick Christiansz pada tahun 1611, 1612, 1613 dan 1614 menghasilkan survai dan pemetaan wilayah itu dari garis paralel 38 derajat hingga 45 derajat. Dalam peta mereka tahun 1614, yang memberikan mereka monopoli perdagangan selama empat tahun dengan paten dari Parlemen Belanda, untuk pertama kali mereka menamai wilayah yang baru ditemukan dan dipetakan itu “Belanda Baru”. Peta ini juga memperlihatkan sepanjang tahun pertama, di hulu Sungai Hudson, kehadiran perdagangan di Belanda Baru yang berbasis pulau, Fort Nassau, yang 10 tahun kemudian, pada 1624, digantikan dengan Fort Orange di daratan utama yang berkembang menjadi kota Beverwyck, kini Albany.
Pada 1613 Hendrick Christiansz membangun sebuah pos perdagangan bulu binatang di hilir Manhattan, kira-kira tempat yang kemudian dibangun menjadi World Trade Center, dan dengan demikian menandai awal sejarah New York City sebagai tempat yang dihuni orang Eropa. Perlu dicatat pula bahwa di antara para pemukim itu terdapat Jan Rodrigues orang Afrika-Amerika pertama yang tinggal di New York.
Setahun kemudian Perusahaan Belanda Baru membangun di New York hilir yang kini menjadi kota Albany, sebuah benteng yang dinamai Fort Nassau. Sejak 1616 pun sudah ada pos perdagangan bulu yang kecil di tempat yang kini dikenal sebagai Kingston. Jadi, dari pos-pos perdagangan bulu Belanda inilah berkembang karakter perdagangan New York.
Pada satu setengah dekade pendudukan oleh koloni tersebut, pulau Manhattan hanya digunakan sementara oleh Belanda. Daerah itu hanya dibangun untuk perusahaan penghasil laba, dan bukan dimaksudkan untuk menanamkan kebudayaan Belanda. Tidaklah heran apabila kemudian daerah di sekitar muara Sungai Hudson amat tertinggal dibanding dengan daerah hutan pedalaman yang belum tereksplorasi namun kaya dengan hasil berang-berang, dimana perusahaan-perusahaan dagang dapat berhubungan langsung dengan pemburu Pribumi Amerika yang memasok mereka dengan bulu yang ditukar dengan barang-barang dagangan murah buatan Eropa secara barter dan wampum, yang selanjutnya dibentuk menjadi koin di bawah pengawasan Belanda di Long Island
Karena itu pada tahun 1624, ketika kelompok keluarga dari Eropa tiba pertama kalinya di Governors Island, diikuti oleh kelompok pemukim kedua di pulau itu pada 1625, untuk menguasai wilayah New Netherland dan menjalankan berbagai pos perdagangan, kebanyakan dari mereka dikirim ke Verhulsten Island High Island di South River Sungai Delaware, ke Kievitshoek dan Zeebroek di muara Verse Rivier Sungai Connecticut dan di hulu Mauritius atau North River Sungai Hudson. Pemukiman di Manhattan pertama-tama terbatas untuk beberapa pengusaha perkebunan dan juga untuk ternak sapi yang dilepas bebas.

Pembentengan (1625)
Pada tahun 1625, adanya ancaman serangan dari penguasa koloni Eropa lainnya memaksa pimpinan dari Perusahaan Hindia Barat untuk membuat rancangan perlindungan daerah pintu masuk Sungai Hudson, dan untuk mengumpulkan kegiatan pos perdagangan menjadi bagian dari benteng yang baru.


New York sekarang

Related posts

Dengan Rp 3.000 Triliun Bisa Apa Saja?

October 8, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Kekayaan para miliarder yang masuk daftar orang terkaya di Amerika Serikat atau Forbes 400 menyusut sebesar 300 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 3.000 triliun dengan kurs Rp 10.000 per dollar AS.

Uang senilai 300 miliar dollar AS tentu bukan hal yang main-main. Dengan dana sebesar itu banyak hal yang bisa dilakukan, bahkan untuk “membeli” sebuah negara. Sebagai contoh, kekayaan taipan kasino yang “tinggal” 9 miliar dollar AS masih mampu untuk “membeli” Barbados, yang mempunyai produk domestik bruto 9 miliar dollar AS.

Bayangkan apa saja yang bisa diperbuat dengan dana 300 miliar dollar AS. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan dengan dana 300 miliar dollar AS tersebut.

1. Anda bisa melakukan 8.571 perjalanan ke luar angkasa. Maret lalu, salah seorang petinggi Microsoft, Charles Simonyi, membayar 35 juta dollar AS untuk berjalan-jalan selama 10 hari di luar anglasa.

2. Kita pun bisa membeli 5.128 Gulfstream G650s. Pesawat jet tercepat yang bernilai 58,5 juta dollar AS.

3. Kita bisa membeli Google sebanyak dua kali. Nilai perusahaan raksasa internet tersebut mencapai 150 miliar dollar AS.

4. Bisa “membeli” Afrika Selatan yang mempunyai PDB 300 miliar dollar AS.

5. Setengahnya PDB Indonesia tahun 2009, yang mencapai Rp 5.309 triliun. Berarti kita masih harus nombok setengahnya lagi bila ingin “membeli” Indonesia.

6. Anda bisa melakukan 176.471 kali makan siang bareng taipan Warren Buffett. Pemenang lelang amal makan siang bersama Buffett harus membayar 1,7 juta dollar AS.

7. Kita bisa tinggal 32.877 tahun di presidential suite di Hotel Atlantis Bahama. Tarif termahal di hotel tersebut mencapai 25.000 dollar AS per malam.

Nah kalau Anda mempunyai duit 300 miliar dollar AS, apa yang akan Anda lakukan?

sumber

Related posts

Crown Amerika Berminat Beli Volvo

October 6, 2009 by hafeez  
Filed under Otomotif Kita

Rencana Ford Motor Co (FMC) menjual Volvo tampaknya semakin mendekati kenyataan. Setelah Geely, peminat kedua muncul dari perusahaan konsorsium Crown. Menariknya, pimpinan Crown, Michael Dingman, tak lain adalah mantan direksi FMC.

Pembicaraan untuk mengakuisisi merek dari Swedia itu tengah berlangsung di antara keduanya, seperti dikutip Reuters. Artinya, Crown akan menjadi pilihan kedua Ford setelah sebelumnya raksasa otomotif asal China, Geely Automotive, sudah menyatakan tertarik pada September 2008.

Seperti dikutip The Financial Times, perusahaan konsorsium itu memiliki sumber pendanaan dari beberapa pemodal di Amerika Serikat. Mereka juga tengah merangkul investor dari Swedia sekaligus menjadi sinyal untuk mengakuisisi Volvo.

Dingman telah bekerja di Ford sebagai salah satu direksi sejak 1981 dan keluar pada 2002 saat memasuki usia pensiun. Dari kabar yang beredar, perusahaan konsorsium itu menawar lebih kecil ketimbang Geely, tetapi memiliki rencana yang sama, yakni menanamkan investasi tambahan senilai 3 miliar dollar AS untuk kembali menggerakkan produksi Volvo.

Hingga kini, Ford belum menetapkan waktu penjualan Volvo. Volvo menjadi merek terakhir di bawah naungan Ford, setelah sebelumnya perusahaan ini melepas merek lain, seperti Aston Martin, Jaguar, dan Land Rover. Ford juga menjadi satu-satunya pabrikan dari AS yang bisa terhindar dari kepailitan.

sumber

Related posts

Ini Dia Orang Terkaya di AS

October 6, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Orang-orang superkaya di Amerika Serikat semakin miskin? Ya, berdasarkan penghitungan majalah bisnis Forbes, nilai kekayaan miliarder di Negeri Uwak Sam itu melorot hingga 300 miliar dollar AS atau dengan kurs Rp 10.000 mencapai Rp 3.000 triliun! hanya dalam waktu 12 bulan, dari 1,57 triliun dollar AS menjadi “tinggal” 1,27 triliun dollar AS.

Merosotnya kekayaan para miliarder yang masuk daftar Forbes 400 itu terjadi karena gonjang-ganjing pasar saham dan harga real estat, serta adanya perceraian dan kecurangan (fraud). Hal itu membuat posisi 314 anggotanya melorot dan 32 miliarder terlempar dari daftar itu.

Orang terkaya kedua di AS, pemilik Berkshire Hathaway, Warren Buffet, menjadi miliarder yang paling menderita, ia kehilangan 10 miliar dollar AS karena saham Berkshire Hathaway anjlok 12 persen dalam jangka waktu 12 bulan. Kekayaannya saat ini bernilai 49 miliar dollar AS.

Sementara itu, pemuncak daftar 400 orang terkaya se-AS dalam 16 tahun berturut-turut adalah pendiri Microsoft, Bill Gates, yang harus kehilangan hingga 7 miliar dollar AS dalam satu tahun ini akibat turunnya harga saham dari perusahaan yang didirikannya tersebut.

Adapun miliarder yang masuk 10 besar daftar Forbes 400 lainnya adalah pendiri Oracle, Larry Ellison, dengan sisa kekayaan “tinggal” 27 miliar dollar AS. Ia menduduki urutan ketiga.

Kemudian, para pewaris Wal-Mart berturut-turut menempati posisi keempat hingga ketujuh, yakni Christy Walton (21,5 miliar dollar AS), Jim C Walton (19,6 miliar dollar AS), Alice Walton (19,3 miliar dollar AS), dan S Robson Walton (19 miliar dollar AS).

Raja media yang juga Wali Kota New York, Michael Bloomberg, berada di urutan kedelapan (17,5 miliar dollar AS). Posisi berikutnya diisi duo pengusaha energi, Charles dan David Koch, yang masing-masing mempunyai 16 miliar dollar AS.

Total, kesepuluh miliarder AS itu kehilangan 39,2 miliar dollar AS atau merosot 14 persen dari jumlah setahun yang lalu.

Namun jangan salah, meski kekayaan mereka melorot, para miliarder itu masih sanggup untuk “membeli” sebuah negara. Contohnya Bill Gates. Kekayaannya yang mencapai 50 miliar dollar AS lebih besar dibanding produk domestik bruto 140 negara di dunia ini, di antaranya Kosta Rika, El Salvador, Bolivia, dan Uruguay.

sumber

Related posts

Tonijack’s Gantikan McDonald’s

October 2, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Perseteruan Bambang N Rachmadi dengan Rekso Grup, pemilik usaha Teh Botol Sosro dalam kepemilikan hak waralaba McDonald’s, akhirnya sampai di ujung. Bambang N Rachmadi, pemegang hak waralaba McDonald’s sejak 1991, memilih mengakhiri kemitraannya dengan restoran cepat saji asal Amerika Serikat tersebut.

Kepastian itu diperoleh setelah, Kamis (1/10), Bambang resmi mengumumkan pencabutan hak waralaba McDonald’s. Untuk menunjukkan keseriusannya itu, Bambang pun resmi mengganti logo McDonald’s yang ada di gerai restoran cepat saji miliknya dengan logo baru, yakni Tonijack’s.

Peluncuran perdana logo Tonijack’s itu dilakukan di gerai McDonald’s yang ada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Bambang mengungkapkan, langkah pencabutan hak waralaba McDonald’s dan pergantian logo tersebut bukan semata kepentingan bisnis.

Lebih dari itu, menurut Bambang, langkah itu untuk melindungi kepentingan karyawan yang sebelumnya berada di bawah kepemimpinannya. Untuk itu, ia memutuskan untuk mendirikan franchisor baru. “Agar karyawan dapat memperoleh hak mereka untuk tetap memiliki penghasilan,” ujar Bambang, Kamis.

Memang, Bambang mengaku menyesal harus menutup dan mencabut hak waralabanya. Namun, dia tidak mau larut terlalu lama dalam perselisihan hak waralaba McDonald’s. “Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Namun, saya yakin, semua karyawan dapat mengerti bahwa saya harus melakukan langkah-langkah strategis, sebagai bentuk pertanggungjawaban saya kepada mereka,” ungkap Bambang.

Dalam kesempatan ini, Bambang juga resmi memperkenalkan partner barunya dalam bisnis restoran cepat saji berlogo Tonijack’s. Partner barunya itu adalah Suryo B Sulisto. Suryo sesungguhnya bukan nama yang asing lagi dalam ranah bisnis Tanah Air. Saat ini, Suryo tercatat sebagai Komisaris Utama PT Bumi Resources, Komisaris Utama PT Giordano Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Komisaris PT Jamsostek.

“Kebanggaan bagi saya bisa bersama Bambang Rachmadi mengelola bisnis waralaba. Sebab, siapa pun tahu, Bambang Rachmadi adalah wirausahawan tangguh dalam bisnis ini. Kami berharap Tonijack’s bukan sekadar meramaikan dunia kuliner Indonesia, tapi juga dapat memberi pengembangan dalam industri franchise,” ujar Sulisto.

sumber

Related posts

Hari Maut Bagi Tentara Amerika

September 10, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Delapan serdadu Amerika Serikat terbunuh dalam sehari di Afganistan dan Irak, Selasa (8/9).

Tiga prajurit tewas akibat ledakan bom pinggir jalan di Irak Utara. Ini merupakan insiden paling mematikan bagi tentara Amerika di Irak, dalam lima bulan terakhir. Satu prajurit lainnya tewas di Baghdad.

Sementara di Afganistan, empat orang tentara meninggal dalam sebuah “serangan canggih” yang terjadi di provinsi Kunar, Afganistan Timur.

Seorang juru bicara tentara Amerika, Kapten Elizabeth Mathias, yang dikutip kantor berita Associated Press, tidak bersedia menjelaskan lebih jauh tentang serangan di Kunar itu. Konflik di Afganistan sekarang berada di titik tertinggi, sementara di Irak kekerasan meningkat sejak tentara Amerka ditarik pada bulan Juli.

Pada hari yang sama, polisi Irak mengatakan sebuah bom jalanan di kota Amirli, dekat Kirkuk menewaskan kepala polisi setempat dan empat anak buahnya. Sementara sebuah bom yang ditujukan untuk seorang pejabat departemen kesehatan di Baghdad Timur, menewaskan seorang pegawai kementerian kesehatan.

Delapan tahun setelah pasukan yang dipimpin Amerika menyerang Afganistan untuk menggulingkan pemerintah Taliban, jumlah korban tentara Amerika terus bertambah. Sekitar 820 prajurit Amerika diperkirakan telah tewas dalam delapan tahun terakhir.

Di Irak, aksi kekerasan semakin meningkat sejak pasukan Amerika menarik diri dari kawasan perkotaan akhir Juni lalu. Namun angka kematian masih di bawah tahun 2006 dan 2007 ketika 2000 warga sipil Irak tewas. Sekitar 4.340 serdadu Amerika tewas di Irak, sejak invasi tahun 2003.

sumber

Related posts

Kapan Perang Dunia II Meletus?

September 2, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Kapan sebenarnya Perang Dunia II berkecamuk ke seluruh dunia? Tujuh dekade setelah serangan Nazi Jerman ke Polandia, jawaban pertanyaan itu tergantung kepada bagaimana orang mengasumsikannya.

Seperti dilansir AFP, kebanyakan sejarawan setuju bahwa perang dunia pecah pertama kali pada 1 September 1939 ketika sebuah kapal perang Jerman menembaki pelabuhan Polandia di Danzig (kini Gdansk), dan pasukan Nazi menyeberangi perbatasan Polandia tanpa mengumumkan terlebih dahulu pernyataan perang.

Perang itu sebenarnya masih merupakan konflik Jerman-Polandia sampai 3 September ketika Inggris dan Perancis, yang terikat pakta militer dengan Polandia, mengumumkan perang terhadap Jerman untuk melibatkan seluruh imperiumnya ke dalam perang dunia.

Perang Dunia II secara formal memang melibatkan hampir semua bangsa di planet itu dengan derajat berbeda-beda.

Pandangan lain muncul dari Asia. Pemimpin China, Chiang Kai-shek, dalam catatan hariannya menuliskan bahwa awal Perang Dunia meletus pada 1931 manakala Jepang menguasai Manchuria di Timur Laut China yang kemudian berubah menjadi negara boneka Jepang. Sejumlah orang lainnya di China menganggap perang dunia mulai pada 7 Juli 1937, tatkala pasukan Jepang melancarkan serangan besar-besaran ke seluruh wilayah China.

Sementara di Rusia, yang perang ini disebut sebagai “Perang Patriot Agung”, dimulai pada 22 Juni 1941, ketika pasukan Nazi menginvasi Uni Soviet.

Polandia sendiri mengingat bahwa pasukan Soviet masuk ke wilayah timur negeri itu pada 17 September 1939, di bawah Pakta Molotov-Ribbentrop Pact dengan penguasa Nazi. Pada saat yang sama, pasukan Soviet yang berperang melawan Jepang pada 1938 dan 1939 menyerang Finlandia beberapa minggu setelah bergerak masuk ke Polandia, dan juga menduduki Estonia, Latvia, dan Lithuania pada 1940.

Untuk negara-negara Eropa Barat, konflik itu masih dikategorikan sebagai “Perang Semu” sampai 1940 ketika gerakan pasukan Nazi ke Denmark, Norwegia, Belgia, dan Belanda, kemudian menyerang Inggris dari udara.

Sekutu Jerman, penguasa fasis Italia, juga menceburkan ke dalam konflik global itu pada 1940. Sementara bagi Amerika Serikat, Perang Dunia II bermula pada 7 Desember 1941, setelah Jepang mengebom pangkalan angkatan laut AS di Pearl Harbor, Hawaii.

Eh, ternyata ada penafsiran berbeda mengenai akhir Perang Dunia II. Di Eropa Barat, fokusnya tertuju pada 8 Mei 1945, sedangkan Rusia percaya hal itu terjadi pada 9 Mei 1945 saat Jerman menandatangani penyerahan diri mereka. Sementara di kawasan Pasifik, perang dunia dianggap berakhir pada 2 September 1945, ketika Jepang menyerah kepada Amerika Serikat menyusul bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

sumebr

Related posts

PBB Dukung CIA Diperiksa

August 26, 2009 by hafeez  
Filed under Dunia Kita

Komisaris Tinggi PBB urusan HAM, Navi Pillay, menyambut baik keputusan Jaksa Agung AS menunjuk seorang jaksa untuk menyelidiki kemungkinan pelanggaran hukum oleh para pejabat dan agen badan intelijen AS (CIA) dalam menginterogasi tahanan di luar AS, termasuk di Teluk Guantanamo, Kuba.

“Saya menyambut baik keputusan Pemerintah AS yang penuh tanggung jawab ini untuk membuka kembali penyelidikan awal,” kata Navi Pillay seperti yang dilaporkan Markas Besar PBB, New York, Selasa (25/8).

Jaksa Agung AS Eric Holder pada Senin (24/8) menunjuk seorang jaksa veteran John Durham sebagai jaksa khusus yang akan memeriksa para pejabat dan agen dinas rahasia AS, CIA.

Durham akan mengungkap tabir apakah mereka melanggar hukum atau tidak ketika melakukan interogasi terhadap para tersangka teroris yang ditahan di penjara-penjara yang dikendalikan AS di luar negeri. Pillay berharap pemeriksaan berlangsung cepat agar berbagai tudingan soal terjadinya penyiksaan akan segera terungkap kebenarannya.

Tudingan itu diajukan para bekas tahanan maupun mereka yang masih ditahan di Guantanamo serta pusat-pusat penahanan lainnya di luar AS.

Jika tuduhan itu terbukti, ujar Pillay, maka langkah berikutnya adalah membuat siapa pun yang melanggar hukum mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pillay mengatakan bahwa apa yang menjadi perhatiannya sejak lama adalah “jangan sampai ada pengampunan bagi mereka yang melakukan penyiksaan atau perlakuan lainnya yang melanggar hukum terhadap para tahanan, baik di AS maupun di semua belahan dunia mana pun.

“Sekarang kita dihadapkan pada apa yang terjadi di Guantanamo, dan di tempat lain seperti penjara Abu Ghraib di Irak dan pangkalan udara Bagram di Afganistan. Kita masih perlu kejelasan mengenai tempat-tempat penahanan rahasia dan apa yang terjadi di dalamnya,” kata Pillay.

Pillay menegaskan, penggunaan tempat tahanan rahasia harus dikendalikan. Ia juga mendesak agar nama-nama tahanan yang saat ini berada di pusat-pusat penahanan itu diungkapkan. “Kerahasiaan telah menjadi sebuah masalah besar bagi rezim yang memiliki jenis penahanan seperti ini,” katanya.

“Jika para penjaga dan petugas interogasi menganggap bahwa mereka aman dari pemeriksaan ketat dan dapat mengakali perlindungan hukum, maka hukum menjadi terlalu gampang untuk diinjak-injak”.

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM itu juga menyambut keputusan AS untuk membebaskan Mohammad Jawad, warga Afganistan yang dijadikan tahanan pada tahun 2002, saat ia masih berumur 12 tahun. Sebagian tuduhan yang dikenai terhadapnya pada tahun 2008 dinyatakan tidak dapat diterima. Karena itu, pengadilan distrik di AS bulan lalu memerintahkan agar ia dibebaskan dari Guantanamo.

“Saya senang mendengar kabar bahwa hari Senin, Mohammad Jawad, sudah diizinkan kembali kepada keluarganya di Afganistan,” kata Pillay. “Perlu waktu yang sangat panjang (sebelum Jawad dibebaskan, red), tapi begitu sistem peradilan AS berjalan dengan semestinya, dalam hal ini, keadilan akhirnya dicapai,” tambahnya.

Ia mengingatkan agar Mohammad Jawad dan mereka yang telah lama ditahan tanpa pembenaran –tanpa tuduhan yang dapat dibuktikan, atau mereka yang disiksa dan diperlakukan sewenang-wenang, perlu diberi kompensasi atau pemulihan lainnya.

Kompensasi dan pemulihan diperlukan karena orang-orang tersebut telah kehilangan masa tujuh tahun dalam hidup mereka. Mereka juga kemungkinan telah mengalami gangguan secara psikologis, fisik dan keuangan –hanya karena mereka berada di tempat yang salah dan pada saat yang salah, demikian menurut Pillay.

Pillay juga menegaskan kembali dukungannya terhadap komitmen Presiden AS Barack Obama untuk menutup kamp Guantanamo pada 2010 dan meminta Obama untuk segera meninjau ulang status para tahanan di pusat penahanan Bagram di Afganistan.

Tersangka teroris bom Bali 2002 dan pemimpin Jamaah Islamiyah, Hambali alias Ridwan Isamudin –yang kerap disebut-sebut sebagai warga negara Indonesia, disebut-sebut masih berada di penjara pangkalan angkatan laut AS di Teluk Guantanamo sejak ia ditangkap di Thailand pada Agustus 2003.

Selain status hukum, status kewarganegaraan Hambali juga ternyata masih belum jelas. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI)-Deplu RI, Teguh Wardoyo, pada Maret 2009 menyebutkan bahwa saat ditangkap di Thailand tahun 2003, Hambali tidak tercatat sebagai warga negara Indonesia.

Paspor yang dipegang Hambali adalah paspor yang dikeluarkan Spanyol. Menurut Teguh, kendati kelahiran Jawa Barat, Hambali juga tidak mengaku bahwa dirinya sebagai warga negara Indonesia.

sumber

Related posts

Next Page »