Stauffenberg dan Unternehmen Walküre
November 19, 2009 by hafeez
Filed under Berita Petir

Claus Schenk Graf von Stauffenberg adalah seorang perwira Jerman di masa keemasan NAZI, dia adalah salah satu tokoh yang memimpin plot yang gagal pada 20 Juli 1944, untuk membunuh Adolf Hitler dan menjatuhkan kekuatan NAZI dari perang dunia kedua.Stauffenberg, Henning von Tresckow dan Hans Oster mereka menyusun gerakan bawah tanah diantara Wehrmacht NAZI untuk menggulingkan kekuasaan Hitler dan NAZI yang dianggap sudah keterlaluan dan keluar jalur. Kemudian mereka menyusun sebuah operasi yang di sebut Unternehmen Walküre (Operation Valkyrie)
Stauffenberg sadar bahwa di bawah hukum Jerman masa itu, dia sedang melakukan penghianatan kelas tinggi, dia memutuskan untuk membunuh Hitler dengan tangannya sendiri dan setelah itu menjalankan plot di Berlin. Stauffenberg ragu operasi ini akan berhasil.Tresckow meyakinkannya untuk tetap melakukan kudeta ini, walaupun kemungkinan keberhasilan tidak ada, “Pembunuhan ini harus di coba. Walaupun gagal, kita harus menjalankan plot kudeta di Berlin”, ini adalah salah satu cara mereka menunjukan kepada dunia bahwa rezim Hitler dan Jerman tidak sama ,bukan satu keutuhan dan tidak semua orang Jerman mendukung rezim Hitler juga NAZI ini.
Setelah beberapa mencoba bertemu Hitler dan gagal, akhirnya pada 20 Juli 1944 Stauffenberg dapat bertemu dengan Hitler, Göring, dan Himmler pada rapat di Wolfsschanze (Wolf’s Lair) sebuah markas tentara Jerman yang terletak di hutan Masurian, 8 Km dari kota kecil Kętrzyn di Polandia (sekarang).
Stauffenberg memasuki ruangan rapat membawa tas kerja berisi dua buah bom kecil. Secara tak terduga ruang rapat di pindahkan dari sebelumnya di bunker bawah tanah yang sempit ke sebuah barak kayu, karena alasan suhu udara yang gerah. Stauffenberg meninggalkan ruangan untuk memasang bom dengan pemicu khusus, ini semua cukup sulit dilakukan karena Stauffenberg tidak memiliki tangan kanan lagi dan jari di tangan kirinya pun hanya tersisa tiga (akibat terkena bom dari pesawat tempur Inggris di Tunisia pada 1942) di tambah lagi dengan seorang penjaga yang terus mengetuk pintu ruang ganti, yang mendesaknya untuk segera bergabung dengan rapat karena telah dimulai. Akhirnya, Stauffenberg hanya berhasil memasang satu bom saja.Dia menitipkan bom kedua kepada ajudannya, Werner von Haeften, dan kembali keruang rapat, kemudian dia meletakan tas berisi bom tersebut dibawah meja sedekat mungkin dengan Hitler. beberapa menit kemudian Stauffenberg keluar dari ruangan. Setelah dia keluar, tas tersebut secara tidak sengaja dipindahkan oleh seorang kolonel bernama Heinz Brandt.

Kemudian ledakan pun terjadi, Stauffenberg yakin bahwa tidak ada orang yang bisa selamat dari ledakan tersebut. Nyatanya, walaupun empat orang terbunuh dan hampir semua orang yang selamat terluka, Hitler terlindungi dari ledakan oleh kayu oak meja rapat yang tebal dan Hitler hanya terluka sedikit.
Stauffenberg dan ajudannya Haeften sesegera mungkin meninggalkan markas menggunakan mobil menuju lapangan udara terdekat. Setelah tiba di Berlin, Stauffenberg meyakinkan teman - temannya di dalam Operasi Vlakyrie untuk memulai tahap kedua dari operasi ini; yaitu kudeta militer melawan para pemimpin NAZI. Ketika Joseph Goebbels (seorang politisi partai NAZI) mengumumkan di radio bahwa Hitler selamat dan tidak lama kemudian Hitler pun berbicara sendiri di radio, para konspirator Operasi Valkyrie sadar bahwa kudeta telah gagal. Mereka semua dilacak hingga ditemukan di kantor mereka Bendlerstrasse oleh tentara Jerman . Terjadi baku tembak yang akhrinya memaksa Stauffenberg dan kawan - kawan menyerah karena kalah dalam jumlah.
Karena operasi ini gagal, Generaloberst Friederich Fromm, Komandan Pasukan Pengganti berada di Bendlerblock (Markas Pasukan Pengganti), yang tadinya juga salah satu orang yang ikut dalam plot kudeta ini, memvonis teman – temannya yang terlibat dalam plot kudeta ini sebagai penghianat dan harus dihukum mati. Stauffenberg dan temanya Generaloberst Olbricht, Letnan von Haeften (Ajudan Stauffenberg), dan Oberst (Kolonel) Albrecht Mertz von Quirnheim di tembak mati pada pukul 1:00 malam (21 Juli 1944) oleh grup pasukan penembak di halaman Bendlerblock, dengan hanya diterangi lampu dari truk tentara.
Stauffenberg sebenarnya berada di urutan ketiga untuk dieksekusi, tetapi ketika tiba gilirannya, Letnan von Haeften berdiri di depan Stauffenberg dan menerima tembakan yang sebenarnya ditujukan untuk Stauffenberg, dengan maksud agar Haeften menjalankan tugasnya untuk melindungi Stauffenberg sampai mati. Ketika tiba giliran Stauffenberg dia meneriakkan kata – kata terakhirnya, “Es lebe unser heiliges Deutschland!” yang artinya “Hiduplah Jerman kita yang keramat!”
Friederich Fromm memerintahkan untuk memakamkan teman – teman nya ini secara militer di Matthäus Churchyard di Berlin distrik Schöneberg. Tetapi keesokan hari setlah Stauffenberg dimakamkan, makamnya dibongkar oleh SS (Schutzstaffel, pasukan elit NAZI), kemudian medali – medalinya dilucuti, dan jenazahnya dikremasi.
Pada 1980, Pemerintah Jerman mendirikan tugu peringatan untuk mengenang gerakan anti- NAZI yang gagal di salah satu bagian Bendlerblock. Kantor Stauffenberg, Bendlerstrasse juga diganti namanya menjadi Stauffenbergstrasse, dan Bendlerblock kini menjadi museum untuk mengenang gerakan perlawanan Jerman, museum berisi lebih dari 5000 foto dan dokumen – dokumen yang menunjukan gerakan perlawanan yang ada di Jerman pada masa Hitler.
cerita Stauffenberg dan operasi Valkyrie telah difilmkan salah satunya adalah Valkyrie yang dibintangi oleh Tom Cruise




Comments
Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!