Ismail Nasution Mengaku Tak Terlibat Gerakan Terlarang di Mesir
July 5, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita
Departemen Luar Negeri Republik Indonesia mengakui telah mengontak Isamil Nasution, mahasiswa asal Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo, yang disebut-sebut sebagai bagian gerakan teroris yang sedang dicari aparat berwenang Mesir. Menurut penuturannya, Ismail mengaku tidak terlibat dengan gerakan Islam garis keras seperti yang dituduhkan.
“Berdasarkan komunikasi terakhir dengan KBRI, yang bersangkutan tidak terlibat dengan gerakan tersebut,” ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri Indonesia Tengku Faizasyah ketika dihubungi Kompas.com, Jakarta, Minggu (5/7). Namun, Deplu belum dapat memberikan penjelasan spesifik terkait Ismail.
Saat ini, kata dia, Deplu juga tidak mengetahui di mana persisnya keberadaan yang bersangkutan. Pastinya, lanjut Teuku, Deplu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah memberikan perlindungan.
“Perlindungan dalam kata, telah memiliki data yang bersangkutan dan dapat berkomunikasi dengannya,” tuturnya.
Nama Ismail Nasution disebut-sebut aparat polisi khusus Mesir yang menangkap empat mahasiswa asal Indonesia pada 28 Juni 2009 lalu. Polisi Mesir menangkap empat mahasiswa itu yang tinggal satu kos bersama Ismail. Saat penangkapan Isamil tidak berada di tempat.
Mereka ditangkap setelah polisi menemukan poster Syeikh Ahmad Yasin, salah satu pemimpin Hamas Palestina, milik Ismail Nasution di salah satu dinding kamar dan menemukan beberapa buku karangan Dr Yusuf Al Qardhawi, cendekiawan Mesir yang sempat dipenjara pemerintah setempat karena keterlibatannya di gerakan Islam garis keras, Ikhawanul Muslimin.
Malam itu, keempat mahasiswa itu sedang berada di rumah sewaan bersama seorang tamu yang bernama Jakfar. Keempat mahasiswa Indonesia itu adalah Faturrahman, Ahmad Yunus, Azril, dan Tasrih Sugandi dibawa sementara Jakfar dilepas karena belum cukup umur. Keempatnya mengaku mendapat penyiksaan selama disekap empat hari dan diinterogasi soal dugaan keterlibatannya dalam gerakan terorisme.
Namun, pada 1 Juli 2009 mereka dilepaskan setelah Deplu melalui KBRI Mesir mengirimkan nota keberatan. Meski demikian, sampai sekarang belum ada penjelasan dari pemerintah Mesir mengenai kasus tersebut.
kompas.com




Comments
Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!