Intai Teroris, Polisi Beli dan Bongkar Rumah di Jatiasih
August 9, 2009 by hafeez
Filed under Dunia Kita

Polisi menggrebek sebuah rumah di Perumahan Puri Nusapala, Kelurahan Jati Luhur, Kecamatan Jati Asih, Bekasi, Sabtu 8 Agustus 2009 dini hari. Di rumah yang disewa seseorang bernama Fery tersebut ditemukan bom seberat 120 kilogram yang diduga untuk meledakan Istana Negara dan kediaman SBY di Cikeas.
Dua teroris tewas dalam penggerebekan tersebut. Demi mendapatkan para teroris, berbagai upaya dilakukan polisi, termasuk membeli rumah salah seorang warga di perumahan tersebut, tepatnya di Blok D10, RT 04/RW 12.
Sebuah rumah bertipe 21 ini dibeli tiga hari sebelum penggerebekan teroris di Bekasi dilakukan. Rumah ini sebelumnya milik Mulyana, salah satu karyawan PT Citra Marga Nusa Pala Sunter. Rumah itulah yang digunakan polisi untuk mendukung pengintaian para pelaku.
Meurut Bu Toto, salah satu warga yang tinggal Blok D11, tepat di samping rumah kontrakan Fery. “Belakangan saya baru tahu kalau yang beli adalah polisi,” kata dia kepada VIVAnews, Sabtu 8 Agustus 2009 sore.
Padahal, menurut dia, Mulyana yang hanya tinggal bersama isterinya, tidak berniat untuk menjual rumahnya. “Begitu dibayar, barang-barang langsung diangkut semuanya,” kata Toto. “Saya kaget kok secepat itu,” imbuh dia.
Sehari setelah kepindahan Mulyana, terang Tito, mendadak rumah itu dibongkar baik atap dan pagar depan rumah. “Seolah-olah diperbaiki,” bisik dia. Beberapa, polisi yang menyamar sebagai tukang bangunan, ungkap Toto, bekerja dari pagi sampai sore hari. “Kalo sore mereka nongkrong di depan rumah,” lanjut dia.
Namun, Toto tidak tahu persis berapa rumah Mulyana dibayar. “Kalo seukuran rumah saya, 150 juta juga dapat,” ujarnya.
Senada dengan Toto, Menik, warga yang tinggal di Blok D3, mengatakan sejumlah polisi tak berseragam memang sudah masuk ke lingkungannya. “Mereka sering berkeliling komplek sejak empat hari lalu,” kata dia saat berbincang dengan VIVAnews di depan rumahnya. Dirinya juga membenarkan, rumah yang tepat di belakang rumahnya itu digunakan polisi untuk mengintai seseorang.
Sementara Kardi, petugas keamanan setempat juga menguatkan adanya pengintaian polisi terhadap seseorang di wilayah pengamanannya. “Lima hari yang lalu, saya melihatnya dari dalam pos,” kata dia. “Setahu saya mereka serse narkoba. Tapi nggak tahu dari mana,” ucapnya.




Comments
Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!